Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
136.Pertengkaran.


__ADS_3

Alhamdulillah hari ini bisa Double Up buat pembaca setia.


Batu Author ya supaya semakin semangat.


SELAMAT MEMBACA.


Aku tidak mau kejadian yang aku alami terulang mbk Embun " ucapan Bintang membuat Embun geram.


" Maksudmu apa Sih Bintang, aku bukan Widi, tapi Embun, aku sudah membuang semua sifat itu sejak aku menjadi Embun tolong Jagan pancing aku ya" sikap Embun seolah tertindas dan mencari pembela.


" Hais tapi aku tidak percaya, semua hanya topeng kamu saja dan tolong jauhi ABangku dia sudah bertunangan dan segera menikah " ucapan Bintang membuat Embun murka mulai melanjutkan aksinya ke Bintang.


" Sungguh Bintang aku mencintai Abang kamu Awan, dan tolong Jagan halagi aku bertemu dengannya ya, Awan juga mencintaiku dia selalu perhatian dan baik sama aku, tidak mungkin tibatiba dia punya tunangan " cecar Embun.


" Sudah dong mbk Jagan bikin malu, bicara di rumah saja nanti " kata Senja.


" Kamu kenapa? sich dek, aku ini kakak kamu loh kakak kandung, sedangakan, dia hanya teman kamu, kenapa segitunya membelanya " tanya Embun.


" Karena aku membela yang benar saja dan aku kenal karakter Bintang seperti apa? tidak mungkin berucap kalau tidak nyata " ucapan Senja membuat Teman Embun Geram dan mau menapar Senja, entah kapan datangnya Rana dan Rani tiba-tiba ada di depan mereka dan menahan tangan sisi yang hendak menampar Senja, sekarang sasi sedang kesakitan tangannya terpelintir oleh Rena.


" Lepas... sakit, lepaskan tanganku, kalian siapa kena pa ikut campur " ucap Sisi.


" Kamu yang siapa kenapa ikut campur dan mau menampar sahabat aku" teriak Bintang.


" Kalian pergilah Jagan buat keributan dan kamu mbk Embun Jagan buat malu keluarga kamu, katanya kamu bukan Widi jadi bersikaplah sopan, kasian Om Frans dan tante Mell " ucapan Nana serasa ancaman buat Embun.


" Sudah Bin, kita masuk saja kita jadi tontonan anak kampus malu" kata Senja.


Sedangkan Sisi masih tidak Terima dengan ucapan mereka.


" Dasar ya kalian sok suci dan sok baik padahal kalian lebih jahat " ucapan Sisi membuat Bintang murka.


Bintang sudah tidak kuat me ahan sabar lalu mendekat ke Sisi.


" Ach sakit "teriak Sisi karena mendapat tamparan dari Bintang, karena Bintang sekarang sudah berubah bukan Bintang yang dulu, yang baik, mengalah, Bintang sekarang penuh keberanian.


" Sudah cukup kalian "Alam berteriak dan menarik Bintang lalu di angkat seperti karung beras ke arah pintu kampus.

__ADS_1


" Kak Embun pergi saja ya, Jagan sampai keluarga Samudera tau, tau sendiri kakak akibatnya " ucap Senja.


Akhirnya Embun menarik sahabatnya, benar apa yang di bilang Senja bisa bahaya kalau sampai terdekat Awan d keluarga nya bisa panjang urusanya.


" Syukurlah mereka pergi, ayo Na, kita ikuti Bintang yang di bawa Alam tadi pasti sangat marah dia " kata Senja.


Mereka mengejar Bintang yang terus meronta-ronta akibat ulah Alam.


" Turunkan aku, Alam.... " teriak Bintang.


" Cepat malu di lihat teman-teman ku Buruan " memukul-mukul punggung Alam, supaya di turunkan. Alam seperti patung tidak mendengarkan Bintang berteriak seperti tuli.


" Sepertinya Alam membawa Bintang ke kantin Nana, ayo buruan jalannya" kata Senja.


Saat di kantin Alam menurunkan Bintang, untung di kantin sepi jadi tidak seberapa heboh.


" Maksudmu apa sich, kamu tau tidak siapa dia hah main panggil sqja aku ingin banget menghajarnya dari dulu tapi tidak enak sama tante Mell " teriak Bintang Emosi.


" Kamu yang tidak tau tempat hargai keluargamu itu, malunya punya anak bar-bar main tangan" teriak Alam.


" Kamu tuuh sok tau " menujuk Lamgit.


" Dia itu kakak sabar kamu harusnya Jagan kasar kan bisa di bicarakan" ucap Alam.


"Bang Alam maaf kalau aku menyela, Jagan menyalahkan Bintang soal Mbk Embun, dia memang jahat dulu sempat membunuh Bintang untung nyawa Bintang selamat, aku sebagai adiknya saja, masih belum percaya dia baik, dia banyak menyimpan sifat iri, Jagan terpengaruh dengannya ya " ucapan Senja menampar Alam, karena sempat memarahi Bintang gara-gara Masalah tadi.


" Ooh aku tidak tau,aku makan dulu " Tanpa merasa bersalah ke Bintang.


"Dasar menyebalkan tidak merasa bersalah main pergi saja" omel Bintang.


" Hehe sabar Bin, mungkin caranya begitu kasih perhatiannya sama kamu, dia kaku saja sabar ya" ucap Senja.


" Kaku sich kaku, tapi ya gak kayak gitu, salah gak mau minta maaf main pergi saja " Bintang masih tidak Terima.


" Kalian teryata sama saja susah " ucap Nana.


" Hais kalian " Bintang bangkit dari duduknya danmeninggal kan kedua sahabatnya.yang masih menertawakan dia.

__ADS_1


" Bintang tunggu aduh Jagan marah dong nanti cantiknya hilang loh " ucap Senja " mengejar Bintang.


" Bintang Jagan seperti itu, kamu Jagan seperti itu, karena Alam kan tidak tau, apa yang terjadi antara kamu dan mbk Widi eeh mbk Embun maksudku kata Senja


Setelah selesai kuliah Alam mengantar Senja Nana Bintang dan kedua bodyguard nya.


Bintang meminta berhenti membeli martabak dan cemilan karena tidak mau merepotkan, pelayan dirumah.


Senja dan lainya ikut turun mengikuti Bintang untuk membeli yang di inginkan oleh Bintang.


Sedangkan Alam hanya mendengus kesal ada aja permintaan si Bintang ini dalam hati Alam.


Apa bisa aku menikah dengan gadis ini ya Allah, apakah pernikahan aku bisa seterusnya nanti ,apalagi ibu dan ayah bilang pernikahan sekali seumur hidup, cinta bisa datang dengan sendirinya kata ibu batin Alam.


" Bang Alam mau apa? Jagan melamun terus " kata Senja menghampiri Alam di dalam mobil. Senja melihat Alam melamun tapi pandangannya tidak lepas dari Bintang.


" Aku tidak usah, kalian saja yang beli dan cepat Jagan lama-lama ya " kata Alam.


" Oke Bang " jawab Senja.


" Bin si bambang bilang dia tidak usah, kita aja yang di suruh beli tapi GPL katanya " ucap Senja.


" Awas saja nanti aku makan dia minta, Lama-lama pingin aku bejek-bejek tuh orang" kata Bintang.


Setelah sampai mobil dan mereka masuk ke mobil Bintang sengaja memakan martabak dengan lahap,di depan Alam sahabatnya melihat Bintang sengaja, membuat Alam menelan ludahnya. mereka hanya tertawa geli melihat kelakuan Bintang.


Saat sampai di rumah ternyata ada tamu di rumah Papi Leon.


Ternyata ada keluarga Chandra dan saudaranya.


Ada apa ini aku kok curiga dengan kedatangan mereka, semoga semua masih dalam rencana kalau tidak aku harus bagaimana Bang Awan dan kakak beserta om Diki tidak bisa di hubungi keresahan hati Bintang.


Alam memandang Bintang penuh tanda tanya


IKUTI TERUS YA KELANJUTANNYA.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.

__ADS_1


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕


__ADS_2