Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
181. Bintang Dilema


__ADS_3

" Itu seperti Om Diki, mau kemana Dia sudah malam seperti ini, kok menuju laut ya.


Sebaiknya aku masuk saja, aku akan tidur di sini saja, semoga aman ya Allah.


Semoga aku masih virgin karena aku tidak merasa sakit di **** ***** ku, mungkin dia hanya me jamah saja, karena ada beberapa bekas kecupan dan gigitan saja.


" Aku baru ingat, setiap dia memberiku minum, aku selalu langsung tertidur, apakah dia memberi ku obat tidur! iya, aku harus menolak kalau dia memberi minum.


Suara Diki berteriak-teriak memangil nama Bintang.


"Aku di sini Om ada apa? ll "tanya Bintang menjawab dari kamar.


" Tidurlah aku akan pergi sebentar princes " Pamit Diki.


" Iya" jawab Singkat.


Diki pun pergi ke asiatenya untuk mencarikan penawar dari apa yang terjadi padanya. SANG ASISTEN BINGUNG DIA MERASA TIDAK PERNAH MEMBERIKAN MINUMAN APAPUN PADA TUANNYA.


" Saya tidak pernah memberikan apapun pada tuan "


" Anak buahmu yang memberikan semalam katanya dari kamu, vitamin akhir-akhir ini aku sering tidak enak badan " ucap Diki.


" Bedebah ada yang mau main-main denganku, aku sudah menyakiti princes gara-gara minuman sialan itu" Diki menyuruh asiatenya mencari siapa pelaku dari semuanya itu.


" Pantas saja aku tidak bisa mengendalikan nafsuku ya, kasihan Peinces, carikan aku penawar supaya aku tidak menyakiti princes" ucap Diki.


" Iya Tuan saya sudah mengarahkan anak buah saya dan mencarikan anda penawar " Jawab sang Asisten pada Tuannya.


Jadi Om Diki seperti tadi karena pengaruh Obat, pantas saja, dia seperti bukan Om Diki, untung aku bisa menyadarkannya tadi.


Berarti ini masih belum aman, aku menyigkir saja sebaiknya, bahaya, takut di terkam lagi, tubuh juga masih sakit semua akibat ulahnya.

__ADS_1


Bintang pun kembali ke kamarnya.


Sejam kemudian Sang Asisten sudah kembali dengan membawa pesan Sang Tuan.


" Tuan sudah ketemu penghianatnya, dan sudah di bawa ke ruang rahasia di mansion bawah dan ini Obat penawarnya Tuan " ucap Sang Asisten.


" Tuan saya saja yang mengurus, sebaiknya Tuan segera minum penawarnya sebelum semuanya terlambat, " Mendengar itu Diki langsung meneguk minuman dari dalam botol kecil itu.


" Terimakasih Aldo berjaga jagalah banyak banget musuh berkeliaran dan mereka bisa menyamar jadi siapapun sekarang.


" Iya Tuan saya permisi " ucap sang Asisten.


" Tubuhku sudah tidak seperti tadi tegang dan terus ingin berbuat seperti tadi, aku harus bagaimana sekarang, apakah Bintang percaya apa yang aku perbuat padanya ulah obat kuat sialan itu " umpat Diki.


" Maaf Tuan ada Berita tidak bagus " ucap Sang Asisten.


Menyerahkan Video rekaman, dia dan Bintang, Diki sangat murka, melihat itu.


" Sekarang keluarga nona susah bergerak Tuan, karena Video dan foto sudah sampai mereka, dan Tuan tidak bisa menepati janji Tuan" Ucap Sang Asisten.


" Apakah saya harus, menahan mereka atau bagaimana Tuan," tanya Asisten pada Tauanya yang sudah tidak karuan.


" Biarkan saja mereka menemukan kita, aku siap Di hukum mereka atas perbuatanku" ucap Diki.


" Bawa pergi Om Diki, biarkan aku saja di sini, saat mereka kesini, Aku tidak mau Om terluka" Ucapan Bintang menyayat hati Diki, Setelah perlakuannya, Bintang masih perduli padanya.


" Maafkan aku princes, Maafkan aku, aku sudah menghancurkan hidupmu, aku Terima kemarahan mereka, aku tidak mau kabur dan menjadi pengecut " Jawaban Diki membuat Bintang menghela nafas panjang sudah di bantu, di suruh pergi juga tidak mau, Terus apa aku tega lihat Om Diki di hajar mereka semua batin Bintang.


" Serius Om akan bertahan di sini, kemarahan Mom, dan masih banyak orang yang akan menghajar Om yakin!! , aku sebenarnya juga marah banget sama Om Diki, tapi semua bukan kehendak Om Diki kan " Diki kaget dari mana princes tau semuanya.


" Aku ingin menemui orang yang sudah menyebabkan semua ini, dimana dia sekarang beritahu aku " ucap Bintang.

__ADS_1


" Eee itu nona tau semuanya " Tanya Diki.


" Iya aku tau semuanya, maka dari itu Tolong tunjukan dimana Dia ucap Bintang.


" Huuft dia ada di ruang rahasia mansion ini nona" jawab Asisten Diki dan mendapat plototan dari Diki, tapi Aldo lebih takut lagi sama Bintang.


" Ayo anter aku kesana tidak usah perduli sama dia, biarkan saja dia menaggung amarah dari seluruh kekuargaku dan suamiku!! " Penekanam kata Suami membuat hati Diki hancur berserakan seperti tubuhnya.


" Aldo apa kamu tau apa ada salep yang bisa menutupi luka seperti ini dalam sekejap " Tanya Bintang.


Aldo yang melihat banyak bekas, perbuatan Diki, biasnya cuma satu dua ini rombongan banget sich Tuan batin Diki.


" Sebentar Nona saya menyuruh Asisten saya ke dokter kulit secepatnya " ucap Diki sambil mengetik di HPnya pada anak buahnya.


' Secepatnya Asisten Diki, keburu mereka datang kesini Tuan kamu pasti akan jadi perkedel, tapi kalau bekas ini hilang, mungkin cuma masuk RS "ucapan Bintang membuat Aldo menelan ludahnya.


Gara-gara kecerobohannya sampai kecolongan seperti ini. Membuat Tuanya harus menangung semuanya.


" Siap Nona mereka sudah OTw ke pulau 🏝 Sedangakan keluarga Nona mungkin besok baru sampai kesini maaf Nona saya ah gak persulit sampai Nona menyembuhka luka di bandan Nona pasti sangat banyak " Aldo berucap sambil melihat Bintang.


" Iya itulah apalagi yang di tubuh aku lukanya masih basah " Sambil menghela nafas panjang Bintang.


Aku sebenarnya marah sama kamu, Om aku sampai jijik lihat tubuh aku, aku benar-benar menjadi perempuan kotor sekarang, tapi di sisi lain aku tidak mungkin membiarkan kamu terluka, dan setelah tau semua adalah jebakan tapi aku yakin keluarga ku tidak akan percaya apalagi saat kamu menciumi tubuhku, mereka mendapatkan video dan fotonya.


Apakah Mas Lang masih mau sama aku atau tidak, aku pasrah sekarang,aku sudah kotor dan hina, aku tidak bisa menjaganya buat kamu Mas, maafkan aku, ucpan Lirih Bintang masih terdengar Diki.


" Kamu tau Om, aku rasanya ingin menenggelamkan tubuh aku yang penuh noda, kd laut lepas, supaya menjadi santapan ikan, silupaya dosaku berkurang, apalagi saat nanti suamiku menatap aku hina, aku sudah tidak tau lagi " Ucapan Bintang membuat Diki sangat hancur.


" Apa yang bisa aku lakukan untuk semuanya princes, aku harus apa, akan kau lakukan, aku siap " jawab Diki.


" Semua sudah terlambat Om, semua sudah kejadian,kejadian ini sangat membekas di batin aku Om, sakit sekali, kamu orang yang aku percaya

__ADS_1


KITA LANJUTKAN EPISODE SELANJUTNYA


__ADS_2