Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
151.Kata mutiara Bintang.


__ADS_3

MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU UP HARI INI,


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI DUA BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA


" Tolong ya Bibi fikirkan, di luararan sana belum tentu ada sebaik sepupu aku Bibi, dan Lena juga mencintai, mereka saling mencintai, Bibi tidak usah kwatir Lena menikah, Bibi tidak akan kehilangan Lena.


"Bibi perlu tau kenapa kita tidak butuh menantu kaya, pangkat dan semua yang orang kaya lain cari, sederajat dan apalah di keluarga ku, tidak berlaku itu Bibi.


" Bibi bisa lihat sendiri, apa yang keluarga Samudera miliki, tidak akan habis, untuk siapa kalau bukan untuk cucu-cucunya nanti karena kita sudah memiliki semuanya.


" Iya non Bintang benar, semua yang non ucapakan Benar, Bibi cuma malu saja Non, karena kita orang sangat tidak mampu rumah saja kami tidak punya, kalau bukan Non Bi, yang memberikan " Ucapan Bibi, yang mendengar sangat terharu apalagi Berliana dan Inara sudah menagis di pelukan suami masing-masing, sedangkan Bintang, semakin bersemangat saat Alam memberikan elusan di punggungnya, memberi Bintang semangat luar biasa.


" Bibi lupa ya, aku pernah menjadi seperti kalian sekolah berjalan kaki, jualan kue, hanya untuk mencari uang saku, aku selalu menahan lapar haus hanya untuk bayar Spp Bibi, tapi untung Allah selalu melindungi aku dengan mengirimkan Sahabat-sahabat terbaik buat aku,Dari kecil aku menderita Bibi di saat aku punya segalanya aku hanya ingin berbagi kebahagian, dan Jagan sampai ada yang seperti aku penuh kesulitan, apalagi Lena sangat berjasa buat aku Bibi, dia yang mengajari Bintang, dari pelayanan hingga menjadi Koki, aku selalu berdoa, seandainya aku punya uang lebih dan berlimpah, aku akan membalasnya dengan semua yang aku punya Bi, itulah janjiku pada diriku sendiri.


Ternyata Allah mengambulkan setiap doaku tiap malam dari aku kecil dan Mbok Mina.


Mbok Mina pak jokowi juga sudah menerima apa yang mereka tanam Bi, pohon kebaikan yang padaku, yang membuat hari tuanya bahagia seluruh keluarganya, Bibi tau kan.


" Jadi tolong Bibi Jagan berkecil hati, angab saja sekarang Bibi memanen apa yang Bibi tanam, Lena adalah gadis baik, penuh perjuanga untuk keluarganya, dan sekarang dia sedang memanen apa yang dia tanam, hanya bersyukur yang harus Bibi lakukan, meminta doa terbaik buat Lena, karena perjuangan Lena sudah selesai dan Bibi Bapak Mutia dan Eli akan naik derajat " Ucapan Bintang membuat semua yang di sana menagis tersedu- sedu , apalagi Lena.


Dia sunguh tidak menyangka apa yang di bilang Bintang benar rejeki dari Allah untuknya melalui Bintang sahabatnya.


Sedangkan Ibunya Lena memeluk Bintang sambil menagis, dia sadar, kalau dia egois terhadap Lena.


" Tuan dan nyonya saya merestui pernikahan mereka " Ucapan Bibi membuat semunaya mengucap.


" Alhamdulillah " serentak.

__ADS_1


" Sedangkan Gema dan Genta Tersenyum bahagia, mereka jadi menikah sekarang.


" Lena ayo ikut Buunda menyusul Niken untuk di Rias ya nak, Jagan menagis nanti rias ya luntur, waktunya kamu menjemput bahgia bersama putra Bunda ya, kamu tidak usah memikirkan keluarga mu itu urusan papi nanti ya " Inara menenangkan Lena.


" Sampai di kamar Niken sangat bahagia akhirnya Lena juga menikah bareng dengannya.


" Sudah berpelukanya, nanti riasanku kamu rusak Niken" panggil Bunda Niken dan Bunda Inara.


Keduanya di Rias, sambil menggu pak penghulu datang, Sedangkan yang lain juga bersiap-siap untuk Acara nanti Beliana sudah memesan baju yang sama untuk keluarga besan dan mantu.


Inara juga di pesanan Berliana, semua sudah beres.


Setelah penghulu datang maka terjadilah pernikahan Niken dan Lena semua menagis haru, setelah itu, mereka berfoto-foto antar keluarga.


" Maaf sebelumnya mungkin kedua orang tua kalian berfikir pernikahan ini hanya Siri, kalian salah sangka pernikahan ini SAH di mata hukum dan Negara " Ucapan Daddy AL membuat kedua orang tua pengantin wanita dan kedua orang tua ALam, bengong, kenapa mereka mengurus surat sangat cepat, semua serba cepat, kalau semisal mereka tau bagaimana? " Batin Ibunya Alam.


" Ibu ayo berfoto, Jagan melamun terus " ucap Bintang pada mertuanya.


" Ibuk cantik banget ya Lam, pakai kebaya gini, seperti ibu pejabat " goda Bapak Alam lada istrinya.


" Iich kalian mengoda terus, ibu kan jadi malu" ucap Ibu pada mereka.


" Kenapa malu sih bu, ibu kan memang cantik dan wanita terbaik " ucap Bapak.


Semua acara selesai mereka semua hari ini menginap di mansion Samudera semua. Di Mansion puluhan kamar kosong untuk para tamu. Tidak perlu menyewa hotel pun Bisa.


" Ayo tidur Bu kenapa di kamar mandi lama sekali Bu " ucap Bapqk Lena.

__ADS_1


" Pak lagi menikmati jadi orang kaya pak, enak juga berenang di kamar di kasih pengharum " cerita Ibunya.


" Iya, tapi lupa sama bapak sama Mutia, Elli "ucapan Bapak membuat ibu kaget.


" Maaf bapak, loh mereka kapan di sini pak, kok sudah pada tidur " tanya Ibu.


" Sejak ibu mandi sambil bernyanyi Lena dan suaminya yang membawa Mutia dan Elli di jemput ajudan mereka Anakmu memggil-manggil juga ibu tidak dengar " gerutu bapak.


" Maaf bapak "sambil melihat kedua putrinya yang tertidur di springbed 2in1. sengaja di buat , untuk tamu yang membawa anaknya.


Lima pasang pengantin baru yang halal secara agama dan negara sedang berkumpul di pavilion belakang mansion, untuk melanjutkan misi mereka Dua hari lagi acara tunangan palsu Bintang yang akan di lakukan di mansion Samudera kecil tepatnya di sebelah mansion utama.


Mereka menempatkan bodyguard terbaik semua pelayan sudah terlatih dan perbekalan senjata. semua keluarga dari mereka di tempatkan di mansio utama, mereka menyetujuinya. yang ikut acara Bintang, hanya sahabat para orang tua Bintang, mereka semua tentu orang terpilih.


Seperti Edoardo Inara, Laras Andika Maya Leon Henny Romero Berliana AL sekeluarga Mell Frans Ayu dan Agung. Gema Genta, sedangkan yang lain seperti Alam dan Om Diki di balik Layar.


Semua bersiap memerankan Masing-masing untuk acara Bintang dan membongkar semuanya.


"Ayo kita istirahat kita butuh stamina untuk acara Bintang nanati Ucap Alam.


" Ingat ya boleh satu kamar tapi, di tahan Jagan main bola dulu ,terutama kamu Alam dan Bintang" Peringatan Angkasa.


" Iya akan aku usahakan " Jawab Angkasa.


Mereka menuju kamar masing-masing yang sudah di pilih mereka tadi.


Apakah masih ada yang ingin Langit kembali bersama Bintang??...

__ADS_1


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕


__ADS_2