Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
37.Bertemu Mantan.


__ADS_3

" Kalian Sudah datang rupanya, ayo duduk kata Mami mempersilahkan Suami dan anak anaknya. berserta teman mereka.


" Abang Bintang kangen sama abang", manja Bintang pada Irfan.


" Jadi kangennya sama Abang saja, sama kakak tidak kangen".kata Reno, tidak Terima.


Kangen dong sama keduanya, sama papi juga, langsung memeluk papi Arya, yang sudah merendahkan tangannya supaya Bintang masuk dalam dekapan nya.


Bintang langsung menangis tersedu, membuat kakak dan Abangnya heran. Mami mengelus rambut Bintang yang masih menangis dalam dekapan suaminya.


" Menangis saja nak biar tidak ada Beban hidupmu". kata Mami, dan membuat tanda tanya Besar.


"Ada masalah apa mi? Bintang tanya Irfan.


Maminya menceritakan semua dari Pamannya masuk RS, di hina, dan semua.


Irfan dan Reno mengepalkan tangannya.


" Kamu tenang saja Dek Kakak akan buat perhitungan dengan mereka, enak saja menghina adikku. dengan merah padam Reno tidak Terima.


" Sudah Kak nggak usah di perpanjang Bintang sudah ikhlas kok semuanya. kata Bintang sambil terisak.


" Ohnya sayang kenalkan teman kakak kamu". kata Mami.


" Sudah tau Mami, cowok penguntit dan sombong kata Bintang, dan mendapat pelototi dari orangnya.


Hahahaha tawa Reno dan Irfan, Pasti Bintang salah orang.


" Dek ini Gema Bukan Genta, mereka kembar tapi beda karakter kata Reno menjelaskan.


Membuat Bintang Malu karena salah orang.


" Maaf Kak, aku kira yang kemarin, abis dia resek banget kata Bintang senyum ke Arah Gema.


Sedangkan yang di tatap menunjukan wajah datarnya.


" Iya tidak papa"Jawaban Gema. irit Bicara.


Setelah lama berbincang-bincang, dan makan mereka pamit pulang ke Bintang, dan Gema sepertinya tertarik dengan Bintang, karena selalu mencuri pandang ke Bintang, dan tertangkap basah oleh Irfan dan Reno.


Senyum licik dari keduanya terlihat jelas sedang merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Setelah mobil mereka meninggalkan Kafe, baru saja Bintang mau masuk, kedua sahabatnya datang.


"Maaf Beb!..."Kami terlambat abis mampir belanja dulu kamu juga aku belikan", kata mereka berdua, sambil membawa tentengan yang sebagian di serahkan ke Bintang.


" Suka banget habisin Uang, ya kalian berdua, tapi terimakasih lain kali tidak usah baju aku numpuk gak terpakai ulah kalian, selalu membelikan baju".Omel Bintang pada ke dua nya. sahabatnya. dan mengajaknya masuk,.karena mereka belum makan jadi Bintang mengajaknya makan dulu baru mereka berbicara.


Setelah mereka selesai makan baru Bintang utarakan apa yang di inginkan.


" Aku ingin mengajak pegawai kafe liburan, tapi aku bingung kemana? mereka ada yang mau ke Kota, Jakarta, Pantai, Puncak, menurut kalian kemana?.. tanya Bintang meminta pendapat pada kedua sahabatnya.


" Senja tadi juga WA katanya ke puncak saja menginapnya di Vila keluarganya. biar irit biaya" . kata Bintang menceritakan.


" Boleh juga itu Bintang, jadi pengeluaran kita tidak terlalu banyak. bisa buat kasih yang berprestasi hadiah Bin. supaya mereka berlomba lomba kerja dengan baik dan penuh semangat".kata Niken.


" Oke aku setuju usul Niken, kamu hubungi Senja Bin. pastikan Hari senin besok acaranya 2 hari kan" tanya Nana.


" Oke, sekarang hari jumat masih 2 hari buat persiapan nanti aku kasih tau mereka biar lebih semangat kerjanya . kata Bintang dan di iyakan oleh mereka berdua.


Bintang dan sahabatnya mencari hadiah buat para pegawainya.


Setelah semua persiapan selesai.mereka tinggal menunggu hari mereka berlibur.


Setelah menempuh perjalanan satu jam mereka sampai juga Di Vila keluarga Senja.


" Waah tempatnya enak banget, sejuk, membuat rasanya kepingin tidur dingin,sekaligus lapar Senja".kata Bintang, kepada Senja dan di ditertawakan yang Lainya.


" Bintang kesini mau piknik, refreshing, bukan mau molor kata Niken. Bintang langsung memplototi Niken.


"Ayo Kita masuk kamarnya sudah di siapkan sama pak ujang" kata Senja sambil menunjukkan kamarnya. dan pembagian kamar.


Senja, Bintang ,Niken, Nana dan Lena 1 kamar.


Mereka berpencar mencari makanan kesukaan mereka.


Tanpa di sadari ada orang yang dari tadi memperhatikan mereka. dengan emosi.


"Bintang".ada yang memangil namanya


" Yah. Kamu kakak tingkat kan kata Bintang, maaf ya Kak aku keburu di tinggal teman aku, aku permisi kak" kata Bintang. segera berlari mengejar ke empat sahabat dan temanya.


Sial dia selalu saja cuek sama aku bagaimana cara mendapatkannya, harus cara apa ini katanya sambil berfikir.

__ADS_1


Sebaiknya aku kembali ke Vila takut mereka mencari.


"Bin dari mana sich, jalan lama banget katanya Lapar tadi ". kata Nana kata


"Iya Maaf, tadi ketemu kakak tingkat menyapaku, sepat berhenti sebentar".jawab Bintang.


Bintang dan kawan kawan.saat di kedai baru saja duduk dan pesan makan, ada yang menghampiri,


" Bintang Aku sangat merindukanmu". memangil dengan tersenyum bahagia dengan penuh kerinduan tanpa aba aba langsung memeluk Bintang. Bintang meronta tapi tetap tidak di lepas.


" Lepas ,Apa apan sich main peluk saja nanti Calon Istrimu murka. kata Bintang, mendorong dekapan Andra dan akhirnya terlepas juga,


Di tempat yang sama ada yang, terbakar emosi melihat kejadian tadi, mengepalkan tangannya.


Bukan hanya 1 orang yang geram ternyata ada juga orang lain.


Dasar cewek mau di peluk semua laki laki, aku pikir kamu lugu pos, Berengsek, umpatnya langsung meninggalkan kedai.


" Bin tolong Jagan menghindar dari aku, aku cari di kafe, katanya kamu sudah keluar, aku ke rumah mu katanya kamu sudah pindah".kata Andra, sambil tetap berdiri di depan meja Bintang, dan tentu saja membuat sahabatnya geram.


" Hai mantan tunangan, Jagan terus menggangu sahabatku, urus saja calon bini lo yang Bunting itu, urus saja Biar tidak tambah Masalah di kehidupan Bintang sana pergi temani saja calon ".sambil mengarahkan telunjuknya ke meja pojok di sana tempat Linda Duduk.


Andra akhirnya kembali ke tempat Linda, Bintang dan sahabatnya kembali ke Vila. mereka menyiapkan acara buat nanti Sore membikin acara seru seruan. karena besok mau ke pantai dan malamnya mengadakan barbeque bunda dan mamanya senja ikut datang ikut meramaikannya.


Sore pun tiba mereka berkumpul di pendopo di belakang Vila biasanya di buat berkumpul keluarga besar Senja.


Bintang terlihat aneh saat memasuki pendopo itu, seperti ada sesuatu Entah apa, seperti ada potongan bayangan masa kecilnya.


"Bin kamu kenapa" Tanya Senja, melihat Bintang termenung sambil melihat ayunan di depan pendopo itu. Seperti ada sesuatu yang dia tidak tau.


" Ayo kita gabung ke sana, ajak Bintang ke Senja.


Mereka membagikan bikisan kesemuanya berupa sembako. lebih bermanfaat, ada hadiah khusus buat Lena, Bintang memberikan sebuah kunci motor, sebagai ucapan terimakasih buat teman, sekaligus orang kepercayaan .


Tepuk tangan mereka buat, bosnya terlalu baik, buat mereka semua.


Acara selesai mereka izin mau jalan jalan sekitar Vila.


Nana Bintang Senja, ikut keluar, sedangkan Niken dan Lena keluar sediri.


Saat Bintang ke toilet dekat Vila ada yang membekapnya....

__ADS_1


__ADS_2