
Mobil yang membawa Alex telah berhenti didepan gerbang kediaman Dirgantara. Begitu mobil berhenti, gerbang langsung di buka oleh satpam yang berjaga. Sejujurnya Alex sedikit merasa aneh karena kali ini ia dibiarkan untuk masuk dengan mudah. Namun ia tidak begitu menghiraukan, dan segera masuk kedalam halaman. Begitu memarkir mobil dengan benar, Alex segera masuk kedalam rumah
"Lex, kau sudah datang" sapa Afifa
"Fa, bagaimana keadaan Aliya dan anak anakku, mereka baik baik saja 'kan?"
"Aliya baik baik saja, tapi anak anakmu tidak karena..."
"Apa?" tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut dari Afifa, Alex segera masuk, tapi langkahnya terhenti di ruang keluarga saat melihat tatapan tajam Ayah Mertuanya
"Aliya ada di kamarnya, naiklah" seru Afifa saat melihat Alex yang berhenti di ruang keluarga
Alex mengangguk sopan kepada kedua mertuanya. Setelah itu, ia kembali melangkah masuk. Sedangkan Afifa, ia kembali duduk di ruang keluarga saat melihat Alex yang sudah menaiki tangga menuju kamar Aliya
__ADS_1
"Kita harus mulai membuka jalan untuk Alex membuktikan keseriusannya Yah, lagipula kalu sampai Aliya dan Alex berpisah, maka itu akan berdampak buruk untuk anak mereka
"Ayah harap, keputusan kita kali ini tidak lagi mengundang penderitaan untuk Aliya" ucap Ayah Daffa
"Afifa juga berharap begitu Yah"
Kembali ke Alex. Begitu tiba di kamar, Alex lekas masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Begitu pintu kamar terbuka, ia melihat Aliya yang tengah bersandar pada headboard dengan mata terpejam. Lalu tanpa kata, ia berjalan cepat menuju Aliya dan membawa wanita itu kedalam pelukannya dengan ciuman yang ia labuhkan di pucuk kepala sang istri
"Alex?" ucap Aliya setengah sadar. Ya, tadi ia sempat terlelap sebentar karena merasa begitu lemas setelah memuntahkan isi perutnya yang memang belum terisi apapun, dan ia begitu terkejut saat matanya terbuka dan melihat Alex memeluknya
"Kami baik baik saja, ada apa denganmu sebenarnya?"
"Afifa bilang..." Alex sedikit bingung Afifa tadi mengatakan apa, sebab sebelum Afifa menyelesaikan ucapannya, Alex sudah lebih dulu meninggalkan Adik Iparnya itu untuk menemui istrinya "Sudahlah, jadi ada apa denganmu?" tanya Alex pada akhirnya
__ADS_1
Aliya memandang tanpilan Alex yang tampak begitu rapi dengan setelan jas berwarna biru navy. Dari segi tampilan, Aliya sedikit tak yakin untuk mengucapkan keinginannya untuk meminta laki laki itu membuatkan martabak keinginannya. Tapi dorongan dari dalam dirinya yang benar benar menginginkan makanan itu membuatnya mau tidak mau harus mengutarakan.
"Sebenarnya anak anakku ingin memakan martabak buatanmu" ucap Aliya pada akhirnya
"Anak kita menginginkan martabak buatanku?" ulang Alex, yang langsung saja diangguki Aliya.
Alex terlihat begitu bingung dengan permintaan Aliya. Namun tak urung, ia membuka ponselnya dan mencari resep dan cara pembuatan martabak. Begitu dapat, ia segera men-screen shot dan mengingatnya dalam ingatan. Ya, meskipun terkejut dan merasa pesimis, tapi Alex berusaha untuk mengabulkan keinginan anak dan istrinya demi untuk menunjukkan keseriusannya
"Ayo kita buat sekarang" ajak Alex sembari melepas jas yang membalut tubuhnya
"Ha?" Aliya terkejut mendengar ajakan Alex. Tadinya ia pikir Alex akan menolak keinginannya, tapi ternyata Alex justru menuruti keinginannya begitu saja "Kau serius?"
"Kenapa? Apa aku harus bercanda untuk hal yang menyangkut istri dan anak anakku?" tanya Alex sembari menggulung lengan kemejanya sebatsa siku "Ayo" Alex mengulurkan tangannya, dan disambut ragu oleh Aliya
__ADS_1
"Tapi kau yakin bisa membuatnya?" tanya Aliya lagi sembari melangkah mengikuti langkah Alex
"Sebenarnya tidak, tapi kita coba saja dulu"