
Setelah menikmati siang hari dengan berendam di bawah sinar matahari. Sore ini, Aliya di ajak langsung oleh Alex untuk mengunjungi pantai tersebut, dan tentu saja Aliya dengan senang hati mengikuti ajakan suaminya. Aliya telah siap dengan dress pantai pilihannya, begitu 'pun dengan Alex yang juga tampak begitu santai dengan mengenakan kaos oblong dan celana pendek. Keduanya berjalan bersama menyusuri pantai, di temani oleh sinar jingga dari senja yang mulai pulang ke peraduan
"Ini indah sekali Lex" ucap Aliya
"Ini memang indah" jawab Alex "Pantai Nihiwatu merupakan pantai yang mendapat peringkat ke tujuh belas (17) dari seratus (100) pantai terbaik di dunia" jelas Alex
"Oh ya? Apa kau pernah ke sini sebelumnya, kenapa kau seakan tahu banyak hal?" tanya Aliya
"Tidak, ini pertama kalinya aku ke tempat ini. Aku hanya beberapa kali membaca artikel tentang pantai ini, dan menurutku pantai ini sangat menarik"
"Hm, cukup menarik. Tapi tidak lebih menarik darimu"
__ADS_1
Alex tersenyum tipis mendengar gombalan yang di lontarkan istrinya. Ia melirik sekitar, lalu mendekati seseorang yang melintas, dan meminta bantuan untuk memotret dirinya dan sang istri. Melihat itu, Aliya juga ikut mengambil tempat dan berfoto membelakangi kamera bersama Alex, dengan pandangan yang tertuju pada senja di depannya
Setelah berfoto, Aliya dan Alex kembali melanjutkan langkah mereka menyusuri pesisir pantai. Mereka benar benar menikmati moment ini. Tidak terkecuali Aliya, ia sangat amat menikmati moment indah ini, sebuah moment dimana ia bisa berlibur bersama orang yang ia cintai. Ya, orang yang ia cintai. Tidak perlu terkejut, bukankah sedari awal Aliya sudah mengatakan ketertarikannya pada sosok Alex, dan kini sebuah ketertarikan itu benar benar menjadi cinta
"Lex, apakah honeymoon bisa kita artikan sebagai bercinta?"
Alex sedikit terkejut dengan pertanyaan Aliya. Namun lagi lagi ia hanya mengulas senyum tipis. Jika di awal pernikahan ia akan terganggu dengan ucapan Aliya yang terkadang tidak ter-filter, maka di usia pernikahan mereka yang sudah lebih dari satu bulan ini, Alex mulai terbiasa dengan segala ucapan Aliya yang selalu berbicara gamblang dan apa apa adanya
Alex menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap Aliya. Ia genggam tangan Aliya, dengan pandangan yang jelas tertuju pada dua bola mata indah milik Aliya "Maaf karena aku belum bisa mencintaimu, tapi sesuai janjiku, aku akan memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan baik. Aku akan memberikan hak-mu sebagai istriku, begitupun aku akan meminta hak-ku atas dirimu. Kita mulai semuanya dari sini" ucap Alex
"Tapi cintamu?"
__ADS_1
"Ajari aku"
Aliya mengangguk mendengar permintaan Alex untuk mengajarinya agar bisa mencintai dirinya. Ia meraih lengan Alex, dan menarik Alex untuk lebih dekat. Ia memandang wajah suaminya dengan senyum tipis yang terlihat sempurna. Aliya lantas berjinjit dan hendak melakukan lebih. Namun saat wajahnya semakin dekat pada wajah Alex, Alex justru melengos, dan membuat Aliya memejamkan mata karena kecewanya
"Banyak orang Al" bisik Alex
Aliya melirik sekitar. Benar apa yang di katakan suaminya bahwa saat ini di pantai ini bukan hanya ada mereka berdua, tapi banyak para wisatawan yang juga ikut menikmati pantai ini. Pandangan Aliya kembali berlabuh pada wajah tampan Alex
"Kalau begitu, kita lanjutkan di kamar saja" ajak Aliya membuat Alex tersedak ludahnya sendiri
"Al..."
__ADS_1
"Ayolah" tanpa ingin di bantah, Aliya segera menarik Alex untuk kembali ke kamar mereka