
Huh
Aliya menghela napas berulang kali sembari mengelus perutnya. Sungguh, pagi ini ia benar benar memakan makanan dengan lahap dengan jumlah yang banyak. Alex yang melihat Aliya terlihat begitu kekenyangan ikut merasa kasihan. Sebab, perut Aliya yang memang sudah membuncit, di tambah dengan makanan yang barusaja ia makan, membuat perut Aliya kian bertambah besar, dan Alex tidak bisa membayangkan rasanya membawa perut buncit itu kemana mana, karena pasti rasanya akan sesak
"Al, kita istirahat di kamar saja ya" usul Alex
"Nanti dulu, aku belum bisa berjalan" jawab Aliya
"Kalau begitu biar aku gendong"
"Memang kau kuat?"
__ADS_1
Alex memandang tubuh Aliya yang jauh lebih berisi dari sebelum hamil. Ya, tentu saja, walaupun selera makan Aliya akan buruk di pagi hari, tapi ketika malam hari, maka Aliya akan bisa memakan apapun tanpa gangguan mual. Jadilah, tubuhnya seperti ini sekarang
"Aku pasti bisa" ucap Alex "Bagaimana, kau mengizinkanku untun menggendongmu?"
"Cobalah"
Alex meletakkan tangan kirinya di belakang tengkuk Aliya, dan tangan kanan berada di bawah lutut Aliya. Ia menghela napas sejenak, sebelum akhirnya benar benar mengangkat tubuh istrinya, dan membawanya menuju kamar. Alex meniti satu persatu anak tangga yang ada di depannya. Sedangakan Aliya, ibu hamil itu memilih memandang wajah Alex yang terlihat begitu fokus dengan jalan didepannya hingga tidak menyadari jika saat ini Aliya tengah memandang wajah tampannya tersebut
Aliya membuka pintu kamar dengan tangannya, karena ia tahu Alex tidak mungkin bisa melakukannya, sebab laki laki itu tengah menggendong tubuhnya sekarang. Begitu tiba di dalam, Alex menurunkan Aliya di ranjang dengan hati hati. Setelah itu, ia menarik selimut untuk Aliya dan menyelimuti bagian kaki wanita itu, membuat Aliya merasakan perasaan hangat di hatinya atas perlakuan lembut yang dilakukan Alex
"Al, apa aku boleh menyentuh perutmu?" tanya Alex. Tampaknya laki laki itu benar benar ingin sekali memegang perut Aliya, sebab di setiap pertemuan mereka, laki laki itu pasti akan bertanya dengan hal yang sama
__ADS_1
"Tidak, ini perutku, dan aku tidak akan membiarkan orang asing menyentuhnya"
Deg
Orang asing? Aliya barusaja mengatakan bahwa mereka adalah orang asing. Mengapa, mengapa mendengar Aliya mengatakan itu membuat dada Alex terasa nyeri. Karena bagaimanapun hubungan mereka masih sah sebagai suami istri
"Sudahlah, kau boleh pulang sekarang. Terima kasih untuk bantuanmu hari ini" ucap Aliya akhirnya
"Tidak Al, aku ingin memastikan kau tidur dulu, baru setelah itu aku akan pulang"
"Terserah kau saja" Aliya membalik tubuhnya menjadi membelakangi Alex, dan memilih memejamkan mata
__ADS_1
Sedangkan Alex, ia menatap sendu Aliya yang saat ini membelakanginya. Sebenci itukah istrinya padanya sampai tidur 'pun harus membelakanginya. Padahal, Alex ingin sekali melihat wajah tenang istrinya saat sedang tertidur. Karena entah disadari atau tidak, tapi yang pasti, Alex selalu merasa damai saat melihat wajah tenang istrinya. Namun kini, harapan untuk bersatu dan meminta kesempatan kedua tampaknya tidak akan mudah terlaksana. Karena sampai detik ini, Aliya masih tetap enggan memberikannya kesempatan itu