
Pagi sekali, Bram terbangun dari tidurnya, dan meraba sisi ranjang. Melihat sisi ranjang yang kosong, di tambah bau masakan yang tercium begitu harum, membuat Bram bisa menyimpulkan di mana istrinya sekarang. Ya, istrinya pasti sedang di dapur. Bram segera ke kamar mandi dan membasuh wajahnya, setelah itu ia keluar menuju dapur masih dengan piyama
"Morning baby" sapa Bram
"Bram, selamat pagi" Afifa menaruh pisau yang ia pegang, kemudian mendekati Bram, dan mencium wajah suaminya sebagai sapaan pagi
"Kau memasak apa?" Bram mendekati kompor yang masih menyala
"Baru akan membuat sop" jawab Afifa sembari tangan dan matanya fokus memotong sayur sayuran di hadapannya
"Lauknya apa?"
"Apa ya? Kau ingin ayam atau ikan?" tanya Afifa
"Mmm kalau kau saja, apa boleh?" goda Bram
__ADS_1
"Bram..." Afifa menatap Bram malas, karena setiap harinya Bram selalu berbicara hal hal aneh padanya, walaupun sejujurnya ia sangat menyukai tingkah usil Bram yang satu ini, tapi tidak jarang ia juga sedikit kesal saat Bram bercanda di situasi yang tidak tepat
"Kuahnya sudah mendidih, dimana sayurannya?" pinta Bram
Afifa mendekati suaminya dan membawakan sayuran yang sudah ia potong. Ia segera memasukkan sayuran tersebut, kemudian mencuci tangannya di wastafel. Sedangkan Bram, suaminya itu tampak begitu fokus mengaduk sayur sop-nya
"Jadi lauknya apa?" tanya Afifa, sebab Bram masih belum menjawab pertanyaannya tadi
"Tempe tahu juga tidak masalah" jawab Bram
"Baiklah"
Afifa memang memilih melanjutkan karier-nya meskipun sudah menikah. Beruntungnya, Bram sama sekali tidak menghalangi, Bram hanya berpesan agar Afifa tidak bekerja terlalu lelah, dan pulang tepat waktu. Karena Bram ingin saat ia pulang, istrinya sudah ada di rumah. Bukan untuk menunggunya pulang, Bram hanya mengharapkan agar Afifa tidak lagi bekerja terlalu lelah, karena sekarang, wanita itu adalah tanggung jawabnya
Begitu masakan selesai, Afifa dan Bram kembali ke kamar untuk bersiap. Setelah Bram selesai mandi, Afifa segera membantu Bram untuk berpakaian. Selesai dengan itu, Bram yang begantian melayani istrinya. Ya, rumah tangga mereka adalah gambaran rumah tangga impian semua orang, dan Afifa sangat bersyukur karena Bram begitu amat sangat romantis, pengertian dan bertanggung jawab atas dirinya
__ADS_1
"Selesai" ucap Bram setelah ia selesai meng-curly rambut istrinya, membuat wajah sang istri bertambah cantik dan anggun
"Terima kasih"
Afifa bangkit dari kursi meja rias, lalu melabuhkan kecupan hangat di pipi suaminya. Setelah itu, ia menggandeng tangan sang suami menuju meja makan untuk menikmati hasil masakan mereka tadi. Tiba di meja makan, Afifa kembali melayani suaminya dengan baik, dengan mengambilkan sarapan untuk suaminya. Setelah itu keduanya fokus pada makanan masing masing
Acara sarapan telah selesai. Afifa dan Bram keluar dari rumah menuju mobil masing masing. Afifa lantas mendekati suaminya, lalu mencium punggung tangan sang suami. Tidak lupa, ia juga memberikan bekal yang sudah ia siapkan untuk suaminya
"Semangat bekerjanya suamiku" ucap Afifa dengan begitu manis
"Semangat bekerja juga untukmu, Sweety" Bram melabuhkan kecupan hangat di pucuk kepala sang istri, setelah itu ia membukakan pintu mobil istrinya, dan menutupnya setelah istrinya masuk "Hati hati di jalan" pringat Bram
"Baiklah, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum Salam"
__ADS_1
Bram menatap mobil istrinya yang berjalan menjauh dengan senyum mengembang. Jujur, jika ada yang bertanya tentang apa yang kurang dalam hidupnya, maka Bram pasti akan sulit untuk menjawab. Sebab, segala kekurangan dan kekosongan yang pernah ia rasakan, sudah terisi penuh dengan kehadiran istrinya.
Ya, istrinya adalah bidadari berpaket lengkap yang di kirimkan Tuhan untuknya. Istrinya begitu cantik, anggun dan pintar. Selain itu, istrinya juga sangat pandai dalam hal memasak, dan memanjakannya. Lalu apalagi yang harus ia keluhkan? Segala hal yang ia inginkan, telah berada dalam diri istrinya, istri yang sangat ia cintai. Bram tersadar dari lamunannya, dan melihat mobil istrinya yang mulai menghilang dari pandangannya. Ia segera masuk ke dalam mobil, dan ikut melajukan kendaraannya menuju perusahaan miliknya