
Alex memandang kediaman Dirgantara dari dalam mobilnya. Ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi nomor Aliya. Namun sama sekali tidak terjawab. Ia beralih mengirim pesan pada Aliya, meminta agar wanita itu keluar dan bertemu dengannya. Tapi sayang sekali, pesannya sama sekali tidak terjawab. Dengan memberanikan diri, Alex turun dari mobil, dan mendekati pos satpam
"Tuan?" satpam tersebut segera keluar dari pos ketika melihat Alex mendekat
"Tolong izinkan saya masuk Pak"
"Maaf Tuan, tapi Tuan Aksa sudah berpesan untuk tidak mengizinkan anda masuk"
"Saya mohon izinkan saya masuk Pak"
"Maaf Tuan"
Alex menghela napas ketika ia gagal membujuk satpam tersebut. Akhirnya mau tidak mau ia pergi dari pos satpam dan duduk kembali di dalam mobil, berrharap Aliya keluar sehingga ia bisa bicara. Namun sayang sekali, hingga beberapa jam berlalu, Aliya tidak kunjung terlihat, membuatnya memutuskan untuk pulang
*
"Bagaimana hasilnya?" tanya Alex pada Reza melalui sambungan teleponnya
__ADS_1
"Dari info yang aku dapat. Wanita itu bernama Rosa Imelda, berusia 22 tahun, dan saat ini sedang merintis karier dalam dunia entertainment. Sejauh yang aku tahu, wanita itu telah menggeluti dunia entertainment sejak beberapa bulan yang lalu. Jadi, kemungkinann bahwa kau dan istrimu tidak mengenalnya itu sangat besar, karena dia adalah artis pendatang baru yang belum populer" jelas Reza
"Artis?"
"Ya, menurutku mungkin dia adalah salah satu saingan istrimu saat masih menjadi entertainer dulu"
"Tapi aku rasa tidak, karena istriku telah keluar dari dunia entertainment setelah kami menikah" ucap Alex "Tapi apapun itu, terima kasih atas bantuanmu"
Alex memutus sambungan teleponnya dan segera keluar dari kediaman Wijaya. Kemana lagi tujuannya jika bukan untuk mengunjungi istrinya. Walaupun sejak kemarin ia menunggu, tapi istrinya sama sekali tidak terlihat. Namun semua itu tidak menyurutkan niatnya untuk menunggu keajaiban
Alex telah tiba di kediaman Dirgantara. Ia mengamati gerbang kokoh itu dari jarak yang cukup jauh. Sehingga ia bisa melihat mobil Bram masuk ke dalam sana
"Jadi bagaimana bisa Do, kenapa Aliya meminta untuk pulang?" tanya Afifa, sebab saat Udo Aksa mengabarinya dan Bram, Udo Aksa hanya mengatakan bahwa ada masalah yang menimpa Aliya yang membuat Aliya meminta pulang
"Sebelumnya, maaf kalau apa yang aku lakukan akan membuat kalian kecewa" ucap Aksa memulai pembicaraan, dan hal itu tentu membuat semua orang mengernyit bingung
"Maksud Udo apa?"
__ADS_1
"Malam itu, Aliya mengirimkan foto yang ternyata adalah foto Alex bersama seorang wanita di club malam. Saat itu, Aliya meminta aku untuk mengecek keaslian foto tersebut, dan ternyata foto itu benar benar asli. Tapi itu juga tidak sepenuhnya benar, karena laki laki dalam foto bukanlah Alex melainkan orang lain" jelas Aksa
"Tunggu, orang lain bagaimana? Bukankah tadi Udo bilang..."
"Ya, kalau di lihat sekilas laki laki itu memang benar benar Alex, tapi kalau di lihat lebih detail lagi, ada banyak kejanggalan dalam foto itu. Seperti bentuk tangan dan rambutnya yang be4beda. Orang lain mungkin bisa terkecoh, tapi tidak dengan aku" ucap Aksa
Semua orang masih tampak bingung dengan penjelasan Aksa yang terdengar aneh "Lalu, intinya bagaimana?" tanya Afifa
"Intinya adalah, laki laki itu bukan Alex, dia hanya laki laki yang sudah di make over oleh seorang ahli untuk menyerupai Alex"
"Itu artinya, ini kesalah pahaman?" timpal Bram
"Iya, ini hanya kesalahpahaman, tapi aku tidak berniat meluruskannya karena menurut cerita Aliya sendiri, ia cukup tersiksa dengan pernikahannya karena Alex belum mencintainya" jelas Aksa. Ya, malam itu Aliya memang menceritakan segala hal terkait rumah tangga-nya
"Lalu bagaimana sekarang, apa yang harus kita lakukan?" kali ini giliran Kaka Nia yang ijut bicara
"Kita tidak ada hak untuk memisahkan mereka. Tapi kita ada hak untuk menentukan kebahagiaan Aliya"
__ADS_1
"Dengan cara?"
"Membuat Alex mencintainya"