Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 79


__ADS_3

Aliya bangun dari pingsannya untuk ke-dua kalinya. Ia melihat sekitar, tidak ada siapapun di kamar ini selain dirinya. Ia melirik ponselnya yang tersimpan di nakas, dengan segera ia meraih ponsel tersebut dan menghubungi kakak sepupunya


"Do, tolong aku" pinta Aliya, setelah mendengar jawaban dari Aksa, ia memutus panggilannya dan langsung mengemasi pakaiannya ke dalam koper


Begitu selesai mengemas pakaiannya, Aliya kembali duduk di ranjang. Tidak lama, terdengar deru mesin mobil yang mulai memasuki pekarangan, Aliya segera menuju balkon dan memastikan siapa yang datang. Begitu melihat mobil yang datang, tanpa pikir panjang lagi, Aliya menutup pintu balkon, dan menyeret kopernya ke lantai bawah


Sedangkan di lantai bawah. Tuan Alan membukakan pintu kediamannya ketika mendengar bel rumahnya berbunyi. Begitu pintu terbuka, wajah Aksa yang terlihat datar menjadi pemandangan pertama untuk mereka


"Nak Aksa, ayo masuk dulu" ajak Tuan Alan, membuat Alex dan Mama Rengganis bangkit dari duduk mereka begitu mendengar nama salah satu sepupu Aliya di sebut

__ADS_1


"Aku rasa, Om sudah tahu tujuanku kemari. Aku kemari untuk menjemput Aliya atas permintaannya sendiri" jawab Aksa datar


"Tidak bisa! Tidak ada yang bisa membawa istriku pergi dari rumah ini" sahut Alex sembari berjalan mendekat


"Alexander" terlihat senyum sinis di bibir Aksa "Aku sudah peringatkan kau sebelumnya untuk tidak menyakiti adikku, tapi kau justru melakukannya. Jika tidak karena menghormati orang tuamu, aku pasti akan membuatmu tidak berdaya detik ini juga"


"Al apa yang kau lakukan?" tanya Alex


"Aku tunggu surat cerai darimu" alih alih menjawab pertanyaan Alex, Aliya justru menatap tajam dengan kata kata pedas yang keluar dari mulutnya "Ayo Do" ajak Aliya pada Aksa

__ADS_1


"Al tunggu..."


Aliya menerobos keluar dari kediaman Wijaya tanpa menghiraukan ucapan Alex. Sedangkan Aksa, laki laki itu masih belum pergi dari tempatnya semula, ia menatap Alex dengan tatapan tajamnya, seakan menunjukkan permusuhan yang begitu besar. Tatapannya kemudian beralih pada Tuan dan Nyonya Wijaya. Sebagai orang yang lebih muda, tatapannya sedikit melembut melihat dua orang yang lebih tua darinya itu


"Saya izin membawa Aliya pergi" ucap Aksa. Ia lantas berbalik hendak menuju mobil. Namun ia sedikit mengurungkan langkah, dan menatap kembali ke belakang "Aku pastikan, kau tidak akan bisa bertemu dengan Aliya lagi" ucap Aksa yang tertuju pada Alex


Aksa benar benar masuk ke dalam mobilnya, lalu menjalankannya meninggalkan kediaman Wijaya. Sepanjang perjalanan, Aliya tidak pernah berbicara apapun. Padahal biasanya Aliya adalah sosok yang begitu cerewet. Segala hal akan ia ceritakan seolah mulutnya tidak pernah mengenal lelah. Aksa yang mengerti perasaan Aliya juga ikut terdiam, ia membiarkan Aliya untuk mencari ketenangannya


Sedangkan di kediaman Wijaya. Begitu mobil yang membawa Aksa dan Aliya pergi, Tuan dan Nyonya Wijaya serta Alex masih tetap berdiri di tempat semula. Ketiganya tampak diam, tanpa ada yang memulai pembicaraan. Hingga akhirnya, setelah beberapa saat, Alex yang lebih dulu pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih berada di ambang pintu utama

__ADS_1


__ADS_2