
"Keluar kau!" sentak Aksa. Ya, saat ini Aksa telah berhasil masuk ke kamar perawatan Aliya, dan langsung menyeret kerah kemeja Alex untuk keluar dari ruangan
"Do, please. Tolong izinkan aku menyelesaikan masalah keluarga dulu" ucap Alex baik baik
"Masalah keluarga?" Aksa terkekeh sinis mendengar ucapan Alex "Kau telah menyakiti adikku berulang kali. Kau hanya mempertahankan pernikahan ini karena anak kalian 'kan? Sekarang anak itu sudah tiada, dan tidak ada lagi alasan untukmu bisa bertahan. Maka sekarang juga tinggalkan Aliya. Dia berhak bahagia dengan laki laki yang mencintainya"
"Tidak, dia akan bahagia denganku" bantah Alex
"Ini adalah kesempatan ke-tiga untukmu mempertahankan hubungan kalian. Tapi sampai saat ini, kau masih belum bisa menentukan perasaanmu sendiri. Laki laki macam apa kau ini"
"Tidak, aku mencintainya. terlepas dari ada ataupun tidaknya anak kami, aku tetap mencintai Aliya. Dia istriku, dan kau atau siapapun tidak berhak memintaku menceraikannya. Kecuali... kecuali Aliya sendiri yang meminta itu" ucap Alex
__ADS_1
Ya, insiden ini benar benar menyadarkan Alex akan perasaannya. Insiden ini membuat hatinya yang semula bimbang, kini menemui kepastian. Ia memang menyayangi anak anaknya. Tapi memepertahankan pernikahan, bukanlah semata mata demi anak anak, melainkan karena cinta. Cinta yang tumbuh tanpa Alex sadari.
"Jadi aku mohon Do, izinkan aku untuk menyelesaikan masalah keluargaku sendiri. Aku berjanji untuk tidak lagi membuat adikmu kecewa. Aku berjanji untuk selalu membahagiakannya dengan caraku. Itu janjiku padamu" ucap Alex
"Katakan itu dihadapanku Alex!"
Deg
Aksa juga ikut melihat kearah brankar dan tersenyum tipis. Ia mundur secara perlahan, memberi waktu untuk sepasang suami istri itu membicarakan masalah mereka. Alex yang sudah sadar dari keterkejutannya, melangkah secara perlahan kearah brankar
"Al..." tangan Alex terangkat untuk menyentuh wajah Aliya. Namun bola mata Aliya yang sudah dipenuhi air mata, membuat Alex mengurungkan tangannya untuk menyentuh wajah cantik itu. Ia justru bergerak cepat, dan membawa Aliya kedalam pelukannya "Al terima kasih sudah bertahan untukku" bisiknya
__ADS_1
Aliya mendorong dada Alex secara perlahan, hingga keduanya bisa saling menatap wajah masing masing "Katakan apa yang tadi kau katakan" pinta Aliya
Alex menggenggam kedua tangan Aliya, dan menciumnya sekilas "Maafkan aku karena baru menyadari betapa berartinya dirimu untukku. Maafkan aku untuk semua perlakuanku padamu selama pernikahan kita. Maafkan aku atas segala apa yang aku lakukan padamu Al" Alex memandang wajah Aliya dengan sangat lekat "Aku mencintaimu Aliya andini Dirgantara"
Aliya menggeleng seakan tak percaya. Tanpa banyak kata lagi, ia langsung menabrakkan tubuhnya kedalam pelukan Alex. Ini adalah moment yang sangat ia impikan. Moment dimana Alex mengungkapkan perasaan cinta padanya, dan hari ini, keberuntungan itu ternyata telah tiba, dan Aliya benar benar merasa bahagia
Akhirnya persetujuan Aliya untuk mengikuti saran dari Udo Aksa benar benar berbuah manis. Ya, kemarin Udo Aksa menemui dirinya saat Alex mencari makanan yang ia inginkan. Saat Udo Aksa menemuinya, ternyata Udo Aksa memberikan saran ekstrem ini padanya untuk menguji dan mencari tahu perasaan Alex yang sebenarnya.
Sejujurnya, saat kemarin Udo Aksa menyarankan cara ini, Aliya merasa ngeri, karena ia harus berpura pura menjadi korban kecelakaan yang kehilangan bayinya. sedikit banyak ia memiliki ketakutan tersendiri akan rencana ini. Namun demi mencari tahu perasaan Alex padanya, Aliya memberanikan diri untuk melakukan saran gila ini.
Bahkan, sejak mereka keluar dari rumah Bumantara tadi pagi, Aliya dan para keluarganya sudah saling memberi kode untuk membuat Alex menjauh sebentar dari Aliya, agar mereka bisa membuat insiden kecelakaan ini berjalan lancar. Ya, sebenarnya tidak pernah ada kecelakaan, karena apa yang Aliya lakukan tadi adalah akting semata. Darah dan beberapa lebam di wajah Aliya juga hanya hasil make over dari tangan ahli, dan terbukti keahlian tangan tersebut berhasil mengecoh Alex
__ADS_1
Jangan tanyakan mengenai dokter tadi. Karena dokter yang tadi menangani Aliya adalah kekasih dari Aaron, yang juga sudah di briefing sebelumnya untuk melakukan drama ini. Jika ada yang menyadari ketidakberadaan Sabila, maka jawabannya, gadis labil itu ada di rumah. Mereka sengaja tidak mengajak Sabila dalam rencana ini, karena rencana ini tidak akan berjalan lancar jika Sabila mengetahuinya. Karena Sabila pasti akan membocorkan rencana ini pada Alex, sebelum dramanya dimulai