Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 57


__ADS_3

Bram meregangkan ototnya yang terasa kaku. Ia lantas melirik jam yang ternyata menunjukkan waktu makan siang. Bram segera meraih ponselnya dan menghubungi sang istri


"Halo, Assalamu'alaikum Bram" sapa Afifa


"Wa'alaikum salam, Sayang. Apa kau sudah makan siang?" tanya Bram


"Makan siang, ya? Ahh ya ampun, aku lupa" terdengar helaan napas lelah di ujung sana


"Kenapa? Apa pekerjaanmu banyak sekali?" tanya Bram


"Tidak juga, aku hanya tidak sadar saja kalau sudah waktunya makan siang"


"Baiklah, tunggu di ruanganmu, aku kesana sekarang"


"Tapi Bram..."


Tut

__ADS_1


Afifa melihat layar ponselnya saat mendengar sambungan terputus, dan benar saja, Bram telah memutus sambungan sepihak. Afifa tersenyum senang mendengar nada khawatir serta perhatian suaminya. Sedangkan Bram, laki laki itu sudah berada di mobil, dan langsung menjalankan kendaraannya ke perusahaan istrinya. Tidak lupa ia juga membawa bekal yang di bawakan istrinya pagi tadi


Begitu tiba di kantor sang istri, Bram lekas menaiki lift menuju ruangan istrinya berada. Tidak ada satu orang 'pun yang menghalangi jalannya atau sekedar bertanya tujuannya datang ke kantor ini. Karena walaupun semua orang belum tahu tentang pernikahannya dan Afifa, tapi mereka cukup tahu siapa Bram, karena Bram memang kerap mengunjungi kantor mereka selama satu bulan ini. Jadi akses masuk untuk Bram seakan terbuka lebar, di tambah lagi wajah Bram yang terlihat datar, membuat sebagian orang merasa sungkan untuk bertegur sapa. Ya, itulah Bram, ia akan menjadi sosok yang humoris dan pecicilan saat bersama istrinya dan keluarganya, tapi saat di luar, maka ia akan menunjukkan karisma-nya yang sangat tak terbantahkan


"Selamat siang Bos" sapa Sekretaris Findi


"Siang Sekretaris Findi. Apa istriku ada di dalam?" tanya Bram


"Ada Bos, beliau menunggu anda sejak beberapa menit yang lalu. Silahkan" Sekretaris Findi membukakakn pintu ruangan untuk suami atasannya


begitu melihat suami atasannya masuk ke dalam ruangan, Sekretaris Findi kembali melanjutkan langkahnya yang memang akan makan siang. Mengenai pernikahan atasannya, Sekretaris Findi memang sudah tahu, dan tentu saja ia di beritahu langsung oleh Afifa, atasannya. Walaupun sejujurnya Sekretaris Findi sedikit bertanya tanya tentang kapan atasannya itu menikah, karena seingatnya, ia belum mendapat undangan apapun dari atasannya. Namun kembali lagi, semua orang memiliki ranah pribadi masing masing, begitu pun dengan Afifa


"Sedikit macet tadi" jawab Bram


Afifa hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia lantas mengambil paper bag berisi bekal suaminya, lalu membukanya, dan langsung menghidangkannya di hadapan sang suami. Setelah itu ia meraih bekalnya sendiri, dan ikut menghidangkan


"Ayo makan" ajak Afifa

__ADS_1


"Sayang... aku mau di suapi, boleh?"


Afifa terkekeh mendengar ucapan suaminya. Namun tak urung, ia mengarahkan sendok makan yang sudah berisi makanan itu ke mulut suaminya. Mereka makan begitu lahap, di mulai dari memakan bekal milik Afifa, lalu beralih memakan bekal Bram hingga habis


"Bagaimana, kenyang?" tanya Afifa


"Tentu saja, bukankah istriku yang menyuapi" Bram mengedipkan matanya menggoda sang istri


"Ya sudah, aku membereskan ini dulu" Afifa membereskan bekas makan mereka. Begitu selesai, ia kembali duduk bersama suaminya "Mau kopi atau teh?"


"Mau kau saja, boleh?"


"Bram..." Afifa memelototkan matanya dengan gemas saat lagi lagi suaminya menggodanya, sedangkan Bram hanya tertawa saja, baginya melihat wajah Afifa yang terus berganti ekspresi menggemaskan seperti itu, membuat mood-nya kian terasa baik "Jadi mau minum apa?" tanya Afifa


"Tidak perlu. Kemarilah" Bram menarik tangan istrinya, membuat Afifa terduduk di sampingnya. Lalu tanpa kata, Bram merebahkan tubuhnya berbantalkan paha sang istri, dengan wajah menghadap perut sang istri "Begini saja lebih baik, aku ingin tidur siang sebentar"


Afifa tersenyum sembari mengusap rambut sang suami yang ada di pangkuannya. Tidak lama, terdengar napas teratur sang suami, yang menandakan suaminya itu telah terlelap. Afifa menyibak rambut bagian depan suaminya, lalu mencium keningnya sekilas

__ADS_1


"I love you Hubby"


__ADS_2