Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 67


__ADS_3

"Lalu tujuan honeymoon kalian akan ke mana?" tanya Bunda Sekar


"Sumba Bun, Alex ada tugas di sana" terang Aliya


"Baiklah, semoga kalian selamat sampai tujuan, dan pulang membawa kabar bahagia untuk kita semuanya"


Aliya tersenyum mendengar do'a yang di ucapkan sang Bunda. Lalu kemudian tatapannya tertuju pada Afifa yang mengelus rambut Bram. Sedangkan Bram, terlihat memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut dari tangan istrinya


"Apa kalian tidak ada rencana honeymoon juga Fa?" tanya Aliya


"Tidak, aku dan Bram sudah memutuskan untuk tidak honeymoon" jawab Afifa


"Kembaranmu ini tidak suka keramaian Kakak Ipar, jadi dia tidak mau aku ajak honeymoon" timpal Bram seolah mengadu pada keluarga Dirgantara


"Bram..." tanpa sengaja, Afifa meremas rambut suaminya membuat Bram memekik


"Aw... kau kasar sekali, Sayang. Ini namanya KDRT" sungut Bram sembari mengusap ubun ubunnya yang tadi di jambak sang istri

__ADS_1


"Maafkan aku, lagipula kau malah memojokkanku" timpal Afifa tak mau di salahkan


"Baiklah maafkan aku juga. Lagipula apa salahnya aku mengadu pada keluarga sendiri" bela Bram


Aliya tersenyum melihat Afifa dan Bram yang tampak begitu romantis. Ya, romantis bukan tentang berbicara lemah lembut dengan pasangan, atau mungkin mengucapkan kata cinta setiap waktu. Tapi dengan hal hal kecil semacam menjambak saja sudah terlihat sangat romantis. Apalagi Aliya melihat Bram yang sama sekali tidak marah saat rambutnya di jambak oleh Afifa


"Mmm kenapa kalian tidak liburan di vila pribadi keluarga Pradipta saja? Di sana tidak mungkin ramai, paling juga hanya ada penjaga vila. Jika kalian masih merasa tidak nyaman juga, kalian bisa meminta penjaga vila-nya untuk pergi selama kalian di sana. Mudah bukan?" ucap Aliya mengemukakan pendapatnya


Mendengar penuturan Aliya, Bram menegakkan tubuhnya dan melihat sang istri "Itu ide bagus Sayang, kalau begitu kita ke vila saja ya" bujuk Bram


"Di rumah saja bisa produksi, kenapa harus honeymoon" ujar Afifa santai. Namun di detik berikutnya ia membungkam mulutnya sendiri saat menyadari tatapan Ayah dan Bundanya


"Tidak, maksudku juga itu. Kita bisa di rumah saja. Bercocok tanam, atau mencuci mobil bersama agar tidak stress, lalu kenapa harus ada honeymoon segala" sangkal Afifa


"Kalian dengar, masa honeymoon malah bercocok tanam dan mencuci mobil. Istriku ini memang sedikit lain daripada yang lain" adu Bram


"Sudahlah, kalian bicarakan lagi saja nanti" ucap Bunda Sekar menengahi perdebatan itu

__ADS_1


*


Bunda Sekar beserta Aliya dan Afifa berada di halaman belakang. Mereka tengah memetik sayur sayuran segar dari belakang kediaman mereka. Ya, Bunda Sekar yang sudah tidak lagi muda, memutuskan untuk memenuhi halaman belakang kediamannya dengan sayur sayuran. Sekaligus, itu juga ia lakukan agar memiliki kegiatan sehari hari


"Bun, Bunda dulu honeymoon kemana?" tanya Aliya, tampaknya perbincangan mengenai honeymoon masih saja berlanjut


"Dulu Ayah mengajak Bunda ke Aceh" jawab Bunda Sekar


"Oh... apa honeymoon itu menyenangkan?" tanya Aliya lagi


"Sangat. Karena selama honeymoon, kita akan berjalan bersama pasangan setiap hari, dan akan semakin dekat satu sama lain" jawab Bunda Sekar


"Aku juga sudah membayangkan sesuatu yang menyenangkan selama honeymoon nanti" Aliya tersenyum sendiri memikirkan segala rencana yang sudah ia rancang dalam benaknya


"Iya, semoga kau bahagia Kak" ucap Bunda Sekar "Bagaimana, apa sayurannya sudah cukup?" tanya Bunda Sekar lagi pada kedua putrinya


"Sepertinya sudah Bun"

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu, ayo kita masuk"


__ADS_2