Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 77


__ADS_3

"Al dengarkan aku dulu" ucap Alex entah untuk berapa kalinya. Ya, sejak beberapa waktu lalu, tepatnya sejak wanita yang bernama Rosa itu pergi dari kediaman Wijaya, Alex terus mencoba untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Tapi Aliya seakan enggan untuk sekedar menatap wajahnya, apalagi menanggapi ucapannya "Dengar Al, aku tidak mengenal wanita itu, sungguh"


"Aku baru tahu jika ternyata suamiku senang bermain wanita" ucap Aliya tanpa memperdulikan pembelaan suaminya


"Tidak Al, kau salah paham"


"Kalau tadi wanita itu tidak memeberikan bukti padaku, mungkin aku masih bisa mempercayai ucapanmu Lex. Tapi kau bisa lihat sendiri bukti nyata yang sudah di berikan wanita itu" ucap Aliya datar


"No Al, itu hanya editan, itu bukan aku, percayalah"


Aliya tersenyum miris. Dadanya bergemuruh hebat dan seakan ingin meledak saat ini juga. Namun sebisa mungkin ia meredamnya karena tidak ingin terlihat lemah di hadapan Alex


"Aku berani bersumpah Al, aku tidak melakukan itu. Aku bahkan tidak mengenal wanita itu, percayalah padaku" ucap Alex

__ADS_1


"Sudahlah Lex, kita tunggu saja kabar selanjutnya dari Udo Aksa"


Ya, setelah kepulangan Rosa, Aliya segera menghubungi Aksa, sepupunya. Apalagi tujuannya jika bukan untuk meminta bantuan atas masalah yang ia hadapi. Walaupun dengan meminta bantuan itu, ia harus merelakan privasi rumah tangganya di ketahui oleh Aksa. Ya, tadi Aksa meminta dirinya untuk menceritakan segalanya jika ingin di bantu, dan mau tidak mau Aliya mengatakan segalanya tentang rumah tangganya


Dert...


Aliya menatap ponselnya dengan dada berdebar. Beberapa detik lagi ia akan mengetahui kebenaran tentang apa yang menjadi pertanyaannya. Karena layar ponsel yang menyala itu menunjukan nama Aksa


"Halo Assalamu'alaikum Do" sapa Aliya


"Bagaimana hasilnya Do?"


Sejenak, keheningan terjadi dalam sambungan telepon tersebut, beberapa saat setelahnya terdengar helaan napas kasar di ujung sana "Foto itu asli Al"

__ADS_1


Tes


Aliya buru buru menghapus air matanya. Ia sudah tidak lagi mendengar ucapan Aksa selanjutnya yang menjelaskan secara detail mengenai foto yang ia kirimkan. Karena kini tatapannya tengah menghunus tajam kepada Alex. Ia melirik layar ponselnya, dan menekan ikon merah untuk memutus panggilan. Begitu panggilan terputus, Aliya menegakkan tubuhnya dan menatap nyalang pada Alex


"Kau dengar hasilnya 'kan? Lalu apalagi sekarang? Kau masih akan mengatakan itu hanya editan?" tanya Aliya, ia masih berusaha menahan tangisnya agar tidak luruh di hadapan Alex


"Tidak Al, tolong percaya padaku, aku tidak melakukan itu"


"Semua buktinya sudah ada Lex" ucap Aliya lirih, dengan tangis yang perlahan mulai turun "Apa salahku padamu? Hubungan kita memang hasil perjodohan Lex, tapi bisakah kau sedikit menghargaiku? Kalau kau tidak ingin menikah denganku, kenapa kau tidak menolak saat orang tuamu menjodohkanmu denganku? Kenapa kau malah menerimanya" teriak Aliya "Aku sudah merelakan kebebasanku untuk bisa hidup bersamamu dan menjaga namamu dari pembicaraan publik. Apakah ini balasan dari pengorbananku?"


"Al..."


"Kau tidak ingin menyentuhku karena kau pikir aku adalah wanita yang menjajakan diriku dengan semua laki laki. Lalu apa kabar denganmu, kau melakukan hubungan terlarang sampai membuahkan hasil Alexander!" Aliya menangis tergugu dengan tubuh yang merosot tak berdaya

__ADS_1


Alex ikut merendahkan dirinya dan membawa istrinya ke dalam pelukan. Tidak ia pedulikan istrinya yang terus menerus memberontak dan memukul dadanya, karena saat ini yang ia inginkan adalah ketenangan istrinya. Namun begitu merasa tidak ada lagi pergerakan dari istrinya, bukannya tenang, Alex justru merenggangkan pelukannya dan melihat istrinya yang sudah tak sadarkan diri


"Al, Aliya..."


__ADS_2