Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 23


__ADS_3

Afifa mengeluarkan barang belanjaannya dari bagasi mobil, dan langsung membawanya masuk. Tadi, setelah makan sing bersama Bram, Afifa memutuskan untuk pulang, karena ia sudah tidak sabar untuk membaca buku buku barunya tersebut. Jadilah sekarang ia telah tiba di rumah


"Sudah pulang Kak?" terdengar suara Bunda menyapa


"Iya Bund" Afifa melirik kesana kemari seakan mencari seseorang "Tante Daffina dan yang lain di mana Bun?" tanya Afifa


"Sudah pulang ke Lampung, tadi diantar Mang Cecep sampai bandara"


"Oh..."


"Itu buku semua Kak?" tanya Bunda Sekar saat melihat putrinya menenteng dua paper bag besar


"Iya Bund. Kalau begitu, aku ke kamar dulu Bund, bye"


Afifa membawa barang belanjaannya menuju kamar. Begitu masuk kamar, ia menata buku buku tersebut pada rak kecil yang memang ia khususkan untuk buku buku koleksinya.


"Dengan siapa kau membeli buku buku sebanyak itu?"


"Astaghfirullah... kau itu seperti hantu saja" ucap Afifa kesal, pasalnya saudara kembarnya ini tidak mengetuk pintu sama sekali, dan langsung mengagetkannya


"Memang ada hantu secantik aku" Aliya merengut mendengar penuturan kembarannya yang mengatainyq hantu. Ia berjalan semakin dekat, dan duduk di tepi ranjang milik Afifa "Buku sebanyak itu memang bisa bikin kenyang?"


"Menurutmu?" Afifa ikut mendudukkan dirinya di samping Aliya, dengan membawa satu buku novel di tangannya


"Apa serunya membaca novel, tulisan semua begitu" ucap Aliya


"Itu karena kau tidak suka membaca"


"Memang kalau suka membaca, apa tulisan tulisan itu akan berubah menjadi film dengan sendirinya?"

__ADS_1


"Pertanyaan bodoh" ejek Afifa


"Aku hnya bertanya, jangan mengejekku. Ingat, aku ini Kakakmu"


"Iya iya si paling Kakak"


"Jadi apa yang kau sukai dari tulisan bertumpuk itu?" tanya Aliya penasaran, sebab Afifa bisa menghabiskan waktu berjam jam hanya untuk membaca, dan menurut Aliya, itu adalah hal yang sangat membosankan


"Aku bisa membayangkan apa yang di lakukan tokoh di dalamnya, dan aku bisa merasakan feel dari ceritanya dengan baik"


"Menonton juga bisa merasakan feel-nya, gambarnya 'pun langsung terlihat, tidak perlu di bayangkan lagi"


Afifa menatap Aliya dengan malas "Akan susah menjelaskannya pada orang yang tidak hobi membaca" Afifa menutup bukunya, dan meletakkannya di nakas "Ada apa kau ke kamarku?" tanya Afifa serius


"Tidak, aku bosan saja berada di rumah seharian, Bara tidak ada di rumah, jadi aku tidak bisa mengusilinya, Sabila juga sudah pulang, jadi aku kesepian"


"Lagi malas"


"Tumben?"


"Ya, namanya juga manusia" Aliya mengambil satu buku yang menarik perhatiannya dari rak buku milik Afifa "Kugapai Cintamu Mr. Cuek-ku. Aneh sekali judul bukunya" ujar Aliya setelah membaca judul buku tersebut


"Don't judge the book by its cover. Kau bacalah dulu, setelah itu kau boleh menilai apakah ceritnya se-aneh sampulnya atau tidak"


"Boleh aku pinjam?" tanya Aliya, tampaknya ia juga penasaran dengan isi buku itu


"Ambillah"


Merasa jika Aliya tidak ingin berbicara serius dengannya. Afifa kembali membaca buku yang tadi ia simpan di nakas, dan kembali fokus pada bacaannya. Menyadari Aliya yang masih menatapnya, membuat Afifa kembali menurunkan bukunya

__ADS_1


"Ada apa lagi?" tanya Afifa


"Kau... yakin tidak ada hubungan apa apa dengan Alex?" tanya Aliya


"Kenapa menanyakan itu lagi, bukankah Alex juga sudah menjelaskannya padamu?"


"Tapi kau yakin tidak mencintainya 'kan?"


"Tidak"


"Yakin?"


"Kau bisa mempercayai ucapanku"


Aliya menghela napas lega setelah memastikan sekali lagi tentang perasaan Afifa pada Alex. Karena jujur saja, Aliya takut jika apa yang ia takutkan terjadi. Ia tidak ingin jika sampai menyakiti Afifa


"Lalu, kau dan Bram, apakah ada hubungan spesial?" tanya Aliya


"Kau ini ada apa sebenarnya? Kenapa menanyakan hubunganku dan Bram?"


"Tidak, aku hanya berpikir, akan se-megah apa pernikahan kita jika di gelar bersamaan" ucap Aliya "Mungkin kau bisa mengajak Bram untuk menikah denganmu"


"Jangan aneh aneh, pernikahan itu bukan tentang kemewahan. Lagipula aku dan Bram juga tidak ada hubungan apa apa"


"Kau yakin? Tapi aku lihat, Bram sepertinya menyukaimu"


Afifa menatap Aliya dengan tersenyum tipis "Itu tidak mungkin, dia hanya menganggapku sahabatnya, tidak lebih"


"Kata katamu lebih terdengar seperti orang yang patah hati"

__ADS_1


__ADS_2