Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 25


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Alex telah tiba di depan kediaman Dirgantara. Ia segera keluar dari mobil, dan membukakan pintu untuk Aliya. Bertepatan dengan itu, terlihat mobil Bram memasuki halaman rumah Dirgantara, dan memberhentikan mobilnya di samping mobil Alex. Bram ikut turun dari mobil bersama dengan Afifa


"Afifa? Dimana mobilmu?" tanya Aliya


"Ban-nya bocor, kebetulan aku bertemu dengan Bram, jadi dia mengantarku pulang" jelas Afifa "Kalian dari mana?"


"Fitting baju pengantin" jawab Aliya


"Oh... kami duluan masuk kalau begitu, permisi" Afifa mengajak Bram untuk masuk meninggalkan Aliya dan Alex yang masih berdiri di samping mobil


"Kau yakin ingin langsung pulang? Tidak masuk dulu?" tanya Aliya


"Lain kali saja, sampaikan salamku ke Om dan Tante"


"Baiklah"


Setelah mobil Alex tidak lagi terlihat. Aliya memutuskan untuk masuk ke dalam. Terlihat Bram yang duduk di ruang tamu seorang diri, sedangkan Afifa, kembarannya itu tidak ada di sana

__ADS_1


"Dimana Afifa?" tanya Aliya


"Ada apa Al?"


Aliya menatap kearah tangga, terlihat Afifa yang turun dari lantai atas dengan membawa koper "Kau mau kemana?"


"Aku akan ke luar kota selama beberapa hari, ada proyek yang harus aku selesaikan disana"


"Lalu, kau tidak akan hadir di acara pernikahanku?" tanya Aliya


"Siapa bilang? Aku pasti akan hadir di acara pernikahanmu. Ayah dan Bunda juga sudah tahu akan kepergianku, dan mereka sudah mengizinkanku pergi. Jadi jaga dirimu selama aku pergi, ingat hari pernikahanmu hanya tinggal satu minggu, kau harus menjaga kesehatan agar bisa menikmati pestamu nanti" ujar Afifa "Kalau begitu kami berangkat"


*


"Bagaimana, kau sudah me-reservasi kamar penginapan kita?" tanya Afifa


"Sudah, tenang saja"

__ADS_1


Perjalanan ke luar kota yang memakan waktu cukup lama, Afifa habiskan untuk membaca buku yang tadi ia bawa. Sesekali ia memperhatikan jalan dindepannya, dan mengajak Bram untuk bicara. Takut jika Bram mengantuk, dan akan membahayakan perjalanan mereka


Setelah cukup lama mengemudi, akhirnya mobil Bram memasuki halaman sebuah penginapan sederhana. Afifa menatap penginapan tersebut dari dalam mobil, tidak buruk, tapi tidak juga baik. Bangunan penginapan yang mereka kunjungi ini terlihat sudah tua, dengan cat cat bangunan yang sudah mulai luntur


"Kau yakin kita akan menginap di sini?" tanya Afifa


"Tidak ada tempat lain Fa, ini adalah satu satunya penginapan di sini. Maka dari itulah aku menyarankanmu untuk membangun penginapan di sini, karena peluangnya cukup besar. Mengingat wisata di tempat ini cukup menarik, tapi jarang di kunjungi wisatawan dengan alasan penginapan yang tidak memadai" jelas Bram


Afifa turun dari mobil, dan melihat lihat bangunan di depannya. Sedangkan Bram, laki laki itu mengeluarkan koper mereka dari dalam bagasi mobil. Melihat Bram yang membawa dua koper, membuat Afifa mendekat dan mengambil koper miliknya


"Tidak, biar aku saja" tahan Bram.


"Tidak apa apa?"


"Santai saja, ayo" Bram menarik dua koper tersebut, dan mendekati meja resepsionis "Mbak, pesanan dua kamar atas nama Bram Luswiki Pradipta" ujar Bram pada resepsionis


"Ini kuncinya Tuan"

__ADS_1


Bram kembali berjalan menuju kamar yang tertera pada kunci yang di berikan resepsionis tadi. Setelah tiba di depan kamar, Bram membuka pintu kamar nomor delapan, dan memasukkan koper milik Afifa "Ini adalah kamarmu, jika kau butuh sesuatu, panggil saja aku, karena aku ada di kamar nomor sembilan"


__ADS_2