
Tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di kamar Bram dan Afifa. Di sini, di kamar Aliya, Aliya juga tengah menangis tergugu karena teringat dengan nasehat nasehat yang tadi di berikan anggota keluarganya untuknya. Bahkan, bukan hanya itu saja, karena terlalu lama menangis dalam pelukan Alex, ingus Aliya sampai menempel pada beberapa bagian baju Alex. Aliya yang menyadari itu segera mengangkat kepalanya dari pelukan Alex
"Ba-bajumu basah" ucap Aliya seolah tidak merasa bersalah
"Ha?" Alex menatap baju yang ia kenakan, dan seketika ia mendelik kesal karena bajunya telah basah oleh air mata dan ingus Aliya. Alex menghela napas kasar mendapati hal itu. Namun sebisa mungkin ia berusaha meredam rasa kesalnya
"Kau marah?" tanya Aliya
"Sedikit kesal" Alex bangkit dari duduknya "Tapi tidak apa apa, aku akan membersihkan diri dulu" ia kemudian masuk ke kamar mandi
Aliya yang melihat Alex memasuki kamar mandi, mengembangkan senyumnya. Sebab, tadi ia sengaja seolah merasa tidak bersalah, karena ia ingin melihat reaksi yang di tunjukkan Alex atas perbuatannya, dan ternyata Alex tidak marahinya. Sembari mengunggu Alex membersihkan diri, Aliya memilih mengambil kopernya, dan memasukkan beberapa pakaian ke dalamnya.
"Sedang apa?" tanya Alex
__ADS_1
"Mempersiapkan bawaan besok" jawab Aliya. Alex tidak lagi menyahut mendengar jawaban Aliya. Ia memilih duduk di sofa kamar sembari memainkan ponselnya.
*
Pagi ini, Aliya terbangun dari tidurnya dan mendapati wajah tampan suaminya yang tampak tenang dalam tidurnya. Aliya tidak bergerak, sebab ia takut jika ia bergerak sedikit saja, maka suaminya akan terbangun. Yang ia lakukan hanya memandang wajah tampan suaminya yang sayangnya sudah memikat perhatiannya sejak pertama kali bertemu di malam perkenalan mereka beberapa minggu lalu
"Tidur begini saja tampan, apalagi kalau bangun" monolog Aliya sembari tersenyum
Eugh
Begitu pintu kamar mandi tertutup, Aliya kembali membuka matanya. Entah mengapa, ada bagian hatinya yang terasa nyeri karena Alex tidak memeperlakukannya layaknya istri pada umumnya. Jika biasanya di pagi hari istri akan mendapatkan ciuman dari suaminya, maka berbeda dengan Aliya, di pagi hari ia tidak mendapatkan apa apa, bahkan untuk sekedar ucapan selamat pagi 'pun tidak
"Aku harap, ini hanya karena kita belum saling mengenal" ucap Aliya
__ADS_1
Aliya menunggu Alex yang tengah mandi. Begitu Alex keluar dari kamar mandi, Aliya yang bergantian masuk. Setelah keduanya siap, mereka bergegas turun menuju ruang makan
"Afifa belum turun Bun?" tanya Aliya
"Belum, mungkin masih tidur, kita makan lebih dulu saja, ayo" Bunda Sekar kembali mempersilahkan anak dan menantunya untuk sarapan. Sedangakn untuk Bram dan Afifa, mereka sengaja tidak menunggu pasangan itu, sebab dua hari berada di rumah Dirgantara, pasangan itu memang kerap menghabiskan waktu di kamar
"Setelah ini bagaimana Lex, apa planning-mu" tanya Tuan Daffa
"Aku belum tahu Yah" jawab Alex
Tuan Daffa mengangguk mendengar jawaban Alex "Lalu, bagaimana tempat tinggal kalian, kalian akan tinggal di kediaman Wijaya, atau mungkin ingin memiliki rumah sendiri seperti Bram dan Afifa?"
Alex dan Aliya saling melirik "Untuk sementara, kami akan tinggal di rumah besar Wijaya Yah, tapi jika nanti Aliya merasa kurang nyaman, mungkin kami akan mencari rumah sendiri juga"
__ADS_1
"Ya itu bagus. Lagipula tinggal bersama keluarga besar juga tidak masalah, dulu Ayah dan Bunda juga tinggal satu rumah bersama orang tua kami, tapi semuanya baik baik saja. Tapi kembali lagi ke pribadi masing masing, jika kalian merasa berat untuk tinggal bersama orang tua, maka lebih baik carilah rumah sendiri, setidaknya kalian juga akan bisa mandiri nantinya"
"Iya Yah"