
"Maaf..." ucap Bram, setelah cukup lama terdiam, saat ini kedua laki laki itu tengah berada di halaman belakang
"Untuk?" tanya Alex
"Untuk pernikahanku dan Afifa"
Alex menepuk bahu sepupunya. Ia tahu, Bram pasti merasa tidak enak padanya, karena dulu ia selalu bercerita banyak hal pada Bram, terutama tentang rasa cintanya pada Afifa. Namun Alex tidak bisa marah hanya karena Bram menikahi Afifa. Sebab, sejak Alex memutuskan untuk menerima perjodohan dengan Aliya, secara tidak langsung ia juga telah melepas Afifa
"Selamat untuk pernikahanmu" ujar Alex
"Kau tidak memusuhiku 'kan?" tanya Bram
__ADS_1
"Kenapa? Karena kau menikahi wanita yang pernah aku cintai?"
"may be"
"Tidak, aku tidak memiliki hak apapun untuk marah. Lagipula kau juga tahu, bahwa sejak dulu aku dan Afifa tidak memiliki hubungan apa apa"
Bram mengangguk mendengar jawaban Alex. Ya, ia tahu segalanya tentang Alex dan Afifa. Tentang seberapa gencar Alex yang terus menerus mengejar cinta Afifa. Namun Afifa juga secara terus menerus menolak, sampai akhirnya mereka hanya menjadi sahabat.
"Jika dua tahun yang kau janjikan, kau masih memiliki perasaan yang sama padaku, maka datanglah dan tunjukan keseriusanmu padaku. Tapi jika ternyata di negara orang sana, kau menemukan sosok yang kau cari dalam diri wanita lain, maka pilihlah dia, karena aku belum tentu bisa menerimamu" ucap Afifa saat itu
"Apa ada seseorang yang kau tunggu?" tanya Alex
__ADS_1
"Ya, seseorang yang sama sekali tidak mencintaiku"
"Apa itu artinya, aku tidak memiliki kesempatan untuk bersamamu?" tanya Alex
"Datanglah jika memang kau sudah yakin untuk menjalin keseriusan. Karena sampai kapanpun aku tidak mau berpacaran, aku hanya akan menunggu laki laki pemberani yang akan memintaku secara langsung kepada Ayahku"
Itu adalah percakapan singkat antara Alex dan Afifa pada hari kelulusan mereka. Alex dan Afifa yang melarang Bram untuk pergi saat keduanya berbicara serius, membuat Bram bisa mendengar semua yang mereka ucapkan dengan jelas. Termasuk tentang penantian diantara mereka. Walaupun Bram sedikit bertanya tanya dalam benaknya, tentang siapakah laki laki beruntung yang di cintai Afifa
Dulu, jika bukan karena Alex adalah sepupunya, mungkin Bram akan dengan berani bersaing dengan Alex. Namun mengingat hubungan mereka yang begitu dekat, ditambah dengan kebaikan kedua orang tua Alex, membuat Bram akhirnya memilih mengalah. Satu minggu setelah kelulusan, Bram pergi dari Indonesia, mendahului kepergian Alex, dan ia berniat untuk tidak lagi mengunjungi Indonesia sampai Alex dan Afifa menikah, karena ia tidak ingin jika hatinya kembali memiliki keinginan untuk merebut Afifa
Namun setelah dua tahun berlalu. Tepatnya satu bulan yang lalu, berita perjodohan antara Alex dengan putri dari keluarga Dirgantara terdengar di telinga Bram. Membuat Bram akhirnya memutuskan pulang, dan menyaksikan pertunangan antara sepupunya dan wanita yang pernah mengisi hatinya itu. Namun ternyata, di malam pertunangan, ia baru mengetahui jika gadis yang akan bertunangan dengan Alex bukanlah Afifa, melainkan Aliya, saudara kembar Afifa.
__ADS_1
Kabar ini, tentunya membuat Bram merasa bahagia, karena peluangnya untuk mendapatkan Afifa akhirnya terbuka lebar. Kali ini, ia tidak akan mengalah lagi untuk mendapatkan Afifa. Karena Alex sudah resmi bertunangan dengan Aliya