
Semua orang telah berkumpul di ruang tamu kediaman Wijaya, termasuk Nyonya Rengganis yang tadi sudah terlelap. Mereka menatap pada satu orang yang sama. Yaitu wanita yang tadi mengaku mengandung anak dari Alex
"Katakan tujuanmu mengunjungi kediamanku" seru Tuan Alan
Wanita itu memandang anggota keluarga Wijaya satu persatu. Lalu kemudian tatapannya terkunci pada Alex "Dia" tunjuknya
Mama Rengganis dan Alex terlihat bingung dengan ucapan wanita itu. Namun tidak dengan Aliya dan Tuan Alan yang sudah tahu maksud wanita itu, mereka terlihat biasa saja. Mereka semua terlihat menunggu kelanjutan dari ucapan wanita itu
"Dia telah mengambil sesuatu yang berharga dalam diriku, dan aku menuntut pertanggung jawabannya" ucap wanita itu
"Pa, apa maksudnya ini?" tanya Mama Rengganis. Namun tidak di jawab oleh Tuan Alan. Ia lantas menatap pada wanita di depannya "Apa maksudmu Nak? Pertanggung jawaban apa yang kau maksud?"
"Alex... dia telah menodaiku Nyonya" jawab wanita itu di sertai tangisan yang sudah membasahi pipinya
__ADS_1
Mata Nyonya Rengganis terbelalak mendengar ucapan wanita itu, begitu 'pun dengan Alex yang ikut terkejut "Kau yakin Alex yang kau maksud adalah putraku?" tanya Nyonya Rengganis
"Aku sangat yakin Nyonya"
Aliya memejamkan mata dengan helaan napas kasar saat mendengar wanita itu kembali mengatakan hal yang membuat hatinya terasa nyeri. Ia lantas melirik suaminya dan tersenyum simpul. Bagaimanapun tuduhan wanita ini belum tentu benar, dan selama tidak ada bukti, maka Aliya akan tetap mempercayai suaminya
"Siapa namamu?" tanya Aliya pada wanita yang duduk di depannya
"Rosa"
"Tidak"
"Bohong! Kau laki laki pengecut Alex. Kau tidak mengakui perbuatan bejadmu padaku? Kau jahat" teriak Rosa
__ADS_1
"Stop! Aku memang tidak mengenalmu, jadi berhenti berpura pura tersakiti di hadapan keluargaku" ancam Alex
Rosa menggeleng dengan air mata yang sudah menganak sungai "Kau jahat Alex, kau jahat" amuk Rosa. Tatapan Rosa kini beralih pada Aliya yang masih menatap dirinya dengan datar "Nyonya, aku tidak bermaksud merusak rumah tanggamu. Tapi sungguh, aku tidak berbohong dengan ucapanku" ucapnya terisak
"Apa buktinya jika suamiku yang telah menodaimu?" tantang Aliya. Jujur, ia masih belum percaya dengan apa yang ia dengar
"Ada Nyonya, ini" wanita itu mengeluarkan beberapa lembar foto dari tas-nya dan memberikannya pada Aliya
Dengan ragu, Aliya meraih foto foto tersebut. Ia melirik suaminya sekilas, sebelum akhirnya ia benar benar memberanikan diri untuk melihat foto foto itu. Di detik itu juga, jantung Aliya seakan berhenti berdetak. Dunianya hancur saat melihat beberapa foto intim antara suaminya dan wanita di hadapannya. Namun ia tidak gegabah, ia memilih memejamkan mata untuk meredakan emosinya yang siap meledak saat ini juga
"Jika aku tahu foto ini adalah hasil editan, maka bersiaplah untuk kehancuranmu"
"Kau bisa mengujinya Nyonya. Tapi bisa aku pastikan bahwa foto foto itu asli"
__ADS_1
Ucapan wanita itu terdengar begitu yakin membuat Aliya merasa takut. Ia takut jika apa yang di katakan wanita itu benar. Karena ia 'pun tidak bisa memastikan sepenuhnya bahwa suaminya tidak melakukan hal terlarang itu. Mengingat Alex yang masih belum mencintainya hingga saat ini