
Setelah menyelesaikan makan pagi untuk ke-dua kalinya, Bram kembali ke ruang keluarga bersama Bara. Bram duduk di samping istrinya sembari mengelus perutnya sendiri yang terasa begah. Ya, perutnya sangat terasa kenyang karena makan begitu banyak, tampaknya ia memang benar benar merindukan masakan Bunda Mertuanya ini
"Bagaimana, sudah makannya?" tanya Bunda Sekar
"Sudah Bun, aku sampai kekenyangan" jawab Bram
"Iyalah kekenyangan, orang nasi dan sayur sampai habis begitu" sindir Bara
"Bara..." Tuan Daffa memelototkan matanya pada sang putra. Karena jujur saja, Tuan Daffa juga sangat menyayangi Bram
"Benar kau menghabiskan makanan di dalam?" tanya Afifa pada suaminya
"Iya Sayang, masakan Bunda enak"
"Tapi 'kan kita sudah makan tadi di rumah. masa kau sampai sebegitu laparnya?" tanya Afifa tak percaya
"Sudahlah Kak, tidak apa apa. Bunda justru senang kalau menantu Bunda menyukai masakan Bunda" ujar Bunda Sekar
__ADS_1
"Tapi perutnya jadi begah begini Bun, lihatlah" tunjuk Afifa pada perut suaminya yang tampak besar "Sudah seperti wanita hamil saja" cibir Afifa
"Biarkan saja Kak, Biar suamimu gendut, lalu kau bisa mencari laki laki lain yang badannya kurus. Tidak seperti wanita hamil seperti itu" ucap Bara
"Dasar bocah, body shaming saja kerjanya" ucap Aliya
Tidak, ini bukan Typo tulisan. Karena pada kenyataannya memang Aliya yang memarahi Bara. Semua anggota keluarga melihat kearah Aliya yang datang bersama Alex
"Sayang, kau juga datang Nak" Bunda Sekar bangkit dari duduknya, memeluk anak dan menantunya bergantian
"Aw... dasar singa betina"
"Makanya geser" bentak Aliya
"Ish, datang datang malah mengusik ketenangan tuan rumah. Sudahlah aku mau pergi saja, buat apa di rumah kalau ada singa betina, yang ada aku jadi mangsanya lagi" ujar Bara sembari bangkit
"Bara, mau kemana Nak?" tanya Bunda Sekar
__ADS_1
"Biasa Bun, hari minggunya anak muda" jawab Bara, lalu melenggang pergi
"Halah, aku waktu muda juga tidak setiap hari minggu keluar" cibir Aliya
"Tapi setiap menit bukan? Itu bahkan jauh lebih parah" sahut Bara
"Sudahlah, jadi ada apa kalian ke sini?" tanya Bunda Sekar, sebab biasanya Aliya dan Alex akan mengunjungi kediaman Dirgantara minggu depan, tepat satu minggu setelah Bram dan Afifa berkunjung
"Mmm kami mau pamit Bun" Aliya
"Pamit? Kemana?"
"Besok, Alex ada perjalanan bisnis ke luar kota. Sekaligus ingin bulan madu juga di sana" terang Aliya
"Oh Sayang, benarkah? Bunda senang mendengarnya" ucap Bunda Sekar, begitupun dengan Tuan Daffa yang juga ikut tersenyum.
Tuan Daffa sangat bahagia jika putrinya bahagia, dan ia bisa melihat binar bahagia di mata kedua putrinya. Tampaknya pernikahan tanpa cinta yang pernah di takutkan Tuan Daffa antara anak kembar dan kedua menantunya tidak terjadi. Tadinya ia takut jika karena perjodohan, membuat Aliya dan Alex tidak bisa menerima satu sama lain, tapi pagi ini ia mendengar berita bahagia dari sang putri pertama bahwa mereka akan honeymoon, dan itu adalah kabar menggembirakan untuknya. Sedangkan untuk Afifa, entah mengapa, Tuan Daffa menaruh kepercayaan penuh kepada menantu ke-duanya itu, dan ia tidak menaruh ketakutan sedikitpun akan pernikahan Afifa dan Bram
__ADS_1