
Hari berlalu, masa liburan 'pun telah usai. Alex telah kembali bekerja di perusahaan, sedangkan Aliya kembali menjalani rutinitas sebagai Ibu Rumah Tangga, yang hanya akan menghabiskan waktu di rumah, dan berbelanja. Saat ini, Aliya tengah berdiri di balkon kamar, sembari menikmati angin malam yang menerpa tubuhnya. Dress selutut, dengan tali tipis menjadi pilihan untuk Aliya kenakan malam ini. Ya, ia tengah menunggu kepulangan suaminya dari kantor. Tidak lama, deru mesin mobil terdengar di depan gerbang, lampu mobil 'pun terlihat bersinar terang. Tapi anehnya mobil itu terlihat berhenti di tempat, tidak ada tanda tanda jika mobil tersebut akan masuk.
Dengan segala rasa penasarannya, Aliya masuk ke kamar, mengambil cardigan lalu mengenakannya untuk menutupi bahunya yang ter-expose. Setelah itu turun ke lantai satu, begitu tiba di lantai satu, terlihat Papa Alan yang juga akan menuju pintu utama "Pa? Papa belum tidur?" tanya Aliya basa basi
"Belum" Jawab Tuan Alan sekenanya "Papa lihat, di depan ada mobil, sepertinya bukan mobil suamimu juga"
"Bukan mobil Alex?" tanya Aliya heran. Namun keheranan itu tidak bertahan lama, karena di detik berikutnya terdengar suara melengking seorang wanita dari luar gerbang
"Alex, keluar kau pengecut! Alex..."
Aliya dan Papa Alan saling pandang, lalu kemudian keduanya bergegas menuju gerbang. Di depan gerbang sana, terlihat seorang wanita yang berteriak kencang. Bahkan suara pak satpam yang memintanya untuk diam sampai kalah dengan lengkingan suara wanita itu
"Alex, keluar kau..."
"Ada apa ini? Pak Mus ada apa?" tanya Tuan Alan pada satpam rumahnya
__ADS_1
"Tidak tahu Pak, Mba ini tadi meminta masuk, tapi saya tidak kenal, akhirnya saya tolak karena ini juga sudah malam, Bapak tidak mungkin mau menerima tamu jam segini. Tapi Mba ini justru teriak teriak memanggil Den Alex" lapor Pak Mus panjang lebar
Pandangan Tuan Alan beralih pada wanita di depan sana. Wanita itu menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian. Seakan dirinya adalah sosok yang begitu amat ia benci. Namun Tuan Alan yang merasa tidak mengenal wanita itu terlihat biasa saja
"Maaf, ada yang bisa kami bantu?" tanya Tuan Alan
"Saya ingin bertemu dengan Alex" ujar wanita itu
Mendengar nama suaminya yang di sebut, Aliya menatap wanita itu dengan tatapan tajamnya "Untuk apa kau mencari suamiku?"
Wanita itu tertawa sinis, tapi terlihat sekali jika di sudut matanya tergenang cairan bening yang siap keluar "Dia hanya suamimu Nona, sedangkan aku, aku..."
"Alex adalah ayah dari bayi yang aku kandung"
Deg
__ADS_1
Aliya diam, tanpa ada reaksi appun yang ia tunjukkan. Ia lantas melirik Ayah Mertuanya yang juga ikut melihatnya. Keduamya terlihat sama sama terkejut dengan penuturan dari wanita yang tidak mereka kenal ini. Lalu kemudian, sorot lampu mobil dari kejauhan membuat Aliya dan Tuan Alan kembali mengalihkan pandangan. Mobil tersebut adalah milik Alex, Aliya sangat mengenalinya.
"Ada apa ini Pa?" tanya Alex, ia menyembulkan kepalanya dari jendela mobil saat melihat adanya keramaian di depan gerbang rumahnya
"Pak, bukakan pintu gerbangnya" perintah Aliya
Pintu gerbang terbuka, membuat Alex segera melajukan kendaraannya menuju garasi. Setelah memarkir kendaraannya di tempat yang seharusnya, ia kembali mendekat ke gerbang, dimana istri dan Ayahnya tengah berbicara dengan seorang wanita
"Masuk dan jelaskan semuanya pada kami. Tapi kalau sampai aku tahu kau berbohong, maka aku akan menuntutmu. Camkan itu!"
Alex sedikit mengernyit saat mendengar nada mengancam yang di lontarkan istrinya pada sosok wanita yang tidak ia kenali itu. Ia mengayunkan langkahnya lebih cepat menuju gerbang, dan melihat siapakah wanita yang di ancam oleh istrinya. Namun belum saja ia berhasil menuju gerbang, istrinya justru sudah berbalik, dan masuk ke dalam rumah
"Al, ada apa?" tanya Alex, ia bahkan sedikit berlari untuk menyamai langkah istrinya "Al, hei..."
Aliya menghentikan langkahnya di ruang tamu, dan langsung duduk di salah satu sofa yang ada di sana. Melihat itu Alex segera ikut duduk. Ia sedikit penasaran mengapa istrinya mengancam wanita tadi
__ADS_1
"Al, ada apa? Siapa wanita itu?" tanya Alex
"Kita akan tahu nanti"