
Lidah Alex terasa kelu mendengar pertanyaan Aliya yang menanyakan kelanjutan hubungan mereka. Jujur, sampai saat ini Alex masih belum mencintai Aliya. Tapi untuk berpisah, Alex tidak akan bisa melakukannya. Karena ia tidak ingin membuat orang tuanya kecewa padanya
"Jawab aku Alexander"
Perkataan Aliya membuat kesadaran Alex kembali "Tolong jangan bahas ini malam ini Al, aku lelah" elak Alex
"Tidak, kau harus menyelesaikan ini malam ini juga Lex. Katakan apa jawabanmu. Jika kau tidak menjawab, aku anggap bahwa kau menyetujui perpisahan ini" desak Aliya. Hingga beberapa saat di lalui Aliya dan Alex dengan keheningan, lalu di detik berikutnya Aliya terkekeh pelan dengan nada yang begitu lirih "Apakah kau ingin berpisah denganku Alexander?" tanya Aliya memastikan sekali lagi
"Tidak"
"Katakan alasanmu"
"Kau sudah memberiku kesempatan kedua bukan, dan aku ingin menuntut kesempatan kedua itu untuk tetap memperjuangkan pernikahan kita" ucap Alex
"Kau yakin dengan pilihanmu?"
"Sangat"
Aliya menatap Alex sejenak, lalu kemudian ia mengangguk meskipun tak yakin "Baiklah kalau itu pilihanmu"
__ADS_1
*
Setelah malam pertengkaran antara Alex dan Aliya saat itu. Hubungan antara keduanya sedikit lebih membaik. Ya, Alex mulai merubah dirinya menjadi lebih perhatian kepada Aliya dan tidak jarang ia juga menuruti keinginan Aliya untuk menghabiskan waktu bersama. Seperti saat ini, Alex sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia segera turun ke lobi untuk pulang. Namun langkahnya terhenti karena sebuah mobil yang berhenti di depannya. Kaca mobil terbuka, menampakkan Aliya yang berada di balik kemudi, dengan mengenakan kaca mata hitam
"Ayo naik" ucap Aliya
"Tapi mobilku?"
"Aku sudah meminta mobilmu untuk di pulangkan, sudahlah cepat naik"
Tidak ada pilihan lain, akhirnya Alex naik ke mobil yang baru ia sadari ternyata milik keluarganya. Ia menyandarkan tubuh lelahnya pada sandaran kursi, sedangkan Aliya tampak fokus mengemudi. Alex sedikit mengermyitkan dahinya saat melihat jalan yang mereka lalui bukn jalan menuju kediaman Wijaya
"Kita akan kemana?" tanya Alex
Alex mengangguk setelah mendengar jawaban Aliya. Ia kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata singkat. Begitu mobil berhenti, ia membukan matanya dan melihat jejeran gerobak jajanan di depan sana. Alex lantas melihat Aliya, yang kini sedang memakai masker
"Al, kau yakin akan belanja di sana?" tunjuk Alex pada jajanan jajanan gerobak di depan sana
"Iya, apa kau ingin membeli juga? Disana ada banyak jenis makanan, ada cimol, cilor, cilok, telur gulung, kembang telor, bakso baka..."
__ADS_1
"Stop, kau saja yang belanja" Alex mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan pada Aliya "Ambillah"
Aliya menerima dompet Alex dengan mata berbinar. Ia lantas membukanya dan mengambil uang yang ada di dalam sana. Namun baru saja terbuka, dada Aliya sudah terasa bergemuruh saat melihat foto Afifa dan Alex berada di sana. Ya, Aliya yakin itu adalah foto Alex dan Afifa, karena selama ini, Aliya tidak pernah berfoto dengan Alex karena Alex yang terus menolak
"Tidak jadi membeli makan?" tanya Alex
"Jadi, aku keluar sebentar" Aliya mengambil uang dari dalam sana, lalu mengembalikan dompet tersebut tanpa menutupnya kembali, hingga foto itu begitu terlihat jelas
Alex membuka matanya saat merasa Aliya sudah keluar dari mobil, ia lantas meraih dompetnya yang ada di atas pahanya, lalu melihat sebuah foto yang langsung tertangkap oleh matanya. Ia segera mengeluarkan foto itu, lalu menatapnya sekilas, sebelum akhirnya ia merobek foto tersebut menjadi beberapa bagian, lalu membuangnya di dashboard. Tidak lama setelah itu, Aliya kembali ke mobil dengan berbagai jenis jajanan yang ia bawa
"Kau membeli apa?" tanya Alex
"Jajanan biasa saja" Aliya menaruh jajanannya di kursi belakang, lalu menyalakan mesin mobil dan kembali menjalankannya
"Kau melihat foto yang tadi?" tanya Alex, karena ia yakin wajah datar Aliya pasti karena foto yang tadi
"Tidak sengaja, maaf kalau aku lancang"
"Tidak apa apa, aku juga sudah membuangnya. Kemarin aku lupa untuk membuangnya karena aku jarang sekali membuka dompet, dan aku tidak ingat jika foto itu masih tersimpan. Maafkan aku"
__ADS_1
"Santai saja"
Ya, inilah Aliya setelah beberapa kali pertengkaran mereka terjadi. Ia bersyukur karena pertengkaran terakhir mereka sedikit membawa perubahan pada diri Alex dalam memperlakukannya. Tapi saat ia menemukan hal hal yang mungkin membuatnya sakit hati, ia tidak lagi berteriak teriak dan memarahi Alex, dan lebih memilih diam