Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 116


__ADS_3

Perjalanan hari ini cukup mengesankan bagi Aliya, Afifa dan suami mereka. Karena hari ini, Tante Daffina dan Om Gavin bukan hanya mengajak mereka mengunjungi pantai pantai yang indah saja, tapi juga mengajak mereka untuk melihat kekayaan alam, yang ada di sana. Mobil telah berhenti didepan rumah keluarga Bumantara. Begitu mereka turun, suara cempreng Sabila langsung terdengar


"Mama... kalian dari mana, kenapa tidak mengajakku? Kalian jahat sekali" pekik Sabila saat melihat mobil kedua orang tuanya datang


"Uhh Sayang, putri Mama yang paling cantik, kemari peluk Mama" Tante Daffina merentangkan tangannya untuk memeluk putri semata wayangnya itu, dan tentu saja langsung disambut baik oleh Sabila


"Aku memang anak Mama yang paling cantik" ujarnya narsis


"Tentu saja kau paling cantik, karena aku dan Udo Aksa itu laki laki, itu artinya kami itu tampan. Jadi jangan berbangga kalau Mama mengatakan kau putrinya yang paling cantik" timpal Aaron


"Ish Mama..." rengek Sabila saat Kakak keduanya justru mengejeknya


"Aaron sudah, ayo ajak Kakak Kakakmu masuk, mereka pasti lelah" ujar Tante Daffina, karena sejak tadi keponakannya dan para suami mereka ikut berdiri menyaksikan drama dari Sabila

__ADS_1


"Ayo Kak" Sabila melepas pelukannya pada Mama Daffina, dan langsung menggandeng lengan kedua Kakak kembarnya untuk masuk "Bagaimana hari ini Kak, apakah menyenangkan?" tanya Sabila


"Hm..." jawab Aliya


"Ish, apa susahnya menjawab iya atau tidak, kenapa hanya ham hem ham hem saja" gerutu Sabila


"Aku lelah, dan aku tidak mood untuk bicara, jadi jangan ajak aku bicara" ucap Aliya


Sabila mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan Aliya. Ia lantas melirik Afifa yang berada di samping kirinya "Kak Af..."


"Ish..."


*

__ADS_1


Aliya merebahkan dirinya di kasur setelah sebelumnya dengan susah payah mengusir Sabila agar keluar dari kamarnya. Tidak lama pintu kamarnya kembali terbuka memperlihatkan suaminya memasuki kamar. Aliya yang sudah terlanjur merasa lelah dan mengantuk tidak lagi mempedulikan keberadaan suaminya. Ia memilih memejamkan mata dengan tubuh yang masih bersandar pada kepala dipan. Alex yang melihat cara tidur istrinya yang terlihat kurang nyaman, berangsur mendekat dan mendekap istrinya agar ia bisa membenarkan cara tidur ibu hamil tersebut.


Setelah berhasil mengubah cara tidur istrinya agar lebih nyaman, ia hendak bangkit kembali, tapi pergerakannya tertahan oleh tangan Aliya yang menarik kerah kemejanya "Tidur dulu saja, aku mengantuk" ucap Aliya setengah sadar


"Iya tidurlah, aku tidak akan mengganggu" ucap Alex


"Temani aku"


"Ha?"


"Peluk"


Meski masih menyimpan pertanyaan dalam benaknya. Namun tak urung, Alex mengikuti keinginan istrinya. Ia ikut merebahkan diri di ranjang bersama istrinya, dan membawa wanita tersebut kedalam pelukan. Tangan kanan Alex gunakan sebagai bantalan kepala istrinya, sedangkan tangan kiri ia gunakan untuk mengelus perut istrinya

__ADS_1


"Hai anak anak Daddy, sehat sehat ya Nak" ucapnya sembari terus memberi usapan lembut di atas perut istrinya.


Alex lantas memandang wajah sang istrinya yang terlihat begitu damai. Ya, ia bisa melihat itu dengan jelas sebab wajah istrinya benar benar sangat dekat dengannya. Bahkan deru napas istrinya 'pun terasa begitu nyata menerpa kulit rahangnya. Ia tersenyum dengan begitu lembut, lalu tanpa terasa tangannya yang semula mengelus perut Aliya, kini berpindah dan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi sebagian wajah Aliya. Seakan ada magnet yang menarik, ia mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan Aliya dan melabuhkan ciuman singkat di wajah sang istri


__ADS_2