
"Uhh... so sweet sekali" ujar Sabila saat melihat Alex yang memijat kaki Aliya. Hingga tanpa sadar, ia bergelayut pada lengan laki laki yang ada di sampingnya
"Apa yang kau lakukan?"
Suara berat laki laki itu membuat Sabila tersentak kaget. Ia lantas melirik sosok yang ia gelayuti itu, ternyata dia adalah seorang bapak bapak berperut buncit, dengan rambut yang sudah habis sebagian. Sabila tersenyum kecut, memamerkan deretan giginya, lalu bergegas pergi begitu saja
"Dasar anak jaman sekarang"
Laki laki itu menggeleng melihat tingkah Sabila, ia kembali melanjutkan langkahnya untuk bersalaman dengan pengantin. Sedangkan Sabila, begitu melihat laki laki itu menjauh, ia segera berdiri dari balik meja yang menjadi tempat persembunyiannya. Namun tiba tiba ia menjerit keras saat telinganya di tarik dan di pelintir cukup keras
"Ish Kak Bara... sakit tahu" Sabila mengusap telinganya yang terasa kebas karena pelintiran tangan Bara
"Apa yang kau lakukan pada adikku" seru Aksa dan Aaron bersamaan, membuat napas Bara merasa tercekat di tenggorokan
"Ti-tidak Do" ucap Bara terbata
"Bohong Do, tadi Kak Bara menjewer telingaku, untung saja tidak putus" adu Sabila dengan dramatis
__ADS_1
"Kau..." Aksa sudah maju, dan bersiap untuk membalas perlakuan adik sepupunya
"Tidak Do, kau sudah di bohongi, tadi aku melihat Sabila menggoda laki laki tua yang ada di sana" ujar Bara menunjuk pada laki laki yang tadi di gelayuti Sabila, dan membuat Aksa dan Aaron melihat kearah yang di tunjuk Bara. Benar saja, di sana terlihat seorang laki laki berumur dengan perut buncitnya
"Sabila..." geram Aksa, ia berbalik hendak memberi pelajaran pada Sabila, tapi ternyata Sabila sudah tidak ada di sana, bahkan bukan hanya Sabila, tapi Bara juga ikut menghilang
"Mereka membohongi kita lagi Do" ucap Aaron
Di sisi lain, Bram dan Afifa tengah bergabung bersama anak anak dari sahabat Ayah Daffa "Perkenalkan, ini Kak Agam, Kak Silvia, Kak Sefti, Kak anggi, Kak Azof, Kak Zonya, dan Sarah" tunjuk Afifa pada mereka semua satu persatu. Lalu secara tiba tiba, Sabila dan Bara ikut bergabung dan berdiri di hadapan mereka semua "Kalian kenapa?" tanya Afifa, sebab kedua adiknya ini terlihat ngos ngosan
"Lalu siapa?" tanya Afifa. Sebab, setahunya Bara selalu mengatai Aliya dengan kata singa betina, jika bukan Aliya, lalu siapa
"Kalian di sini rupanya, ayo ikut" suara Aksa terdengar, lalu tanpa banyak bicara, ia segera membawa dua adiknya untuk menjauh
"Mereka kenapa?" tanya Bram
"Paling berbuat onar lagi" ujar Afifa "Oh ya, Kakak Kakak semua sudah memberi selamat pada pengantin belum?" tanya Afifa pada anak anak dari sahabat Ayah Daffa itu
__ADS_1
"Sudah tadi" jawab salah satu dari mereka
"Oh... ya sudah kalau begitu, nikmati pestanya ya Kak, kami permisi"
Afifa menggandeng lengan Bram untuk naik ke pelaminan. Alex dan Aliya sudah kembali berdiri dan menyambut tamu tamu yang memberi selamat "Hai Bro, selamat atas pernikahanmu" ujar Bram, ia lantas memeluk sepupunya
"Selamat Lex, aku tidak menyangka kau akan menjadi Kakak Iparku, padahal dulu kita bertiga adalah teman berbagi contekan" kekeh Afifa yang tertuju pada Bram dan Alex, membuat dua laki laki itu tertawa
"Dan Kau, Kakak Ipar, selamat juga untukmu" ujar Bram pada Aliya. Setelah itu ia bergeser dan memberi ruang untuk Afifa mendekat
"Selamat Al, semoga kau bahagia dengan pernikahanmu" ucap Afifa sembari memeluk Aliya dengan erat
"Semoga kau juga bahagia, selamat juga atas pernikahanmu" balas Aliya
Setelah Afifa melepas pelukannya, Bram segera merangkul pundak Afifa untuk mengajaknya turun. Namun sebelum turun, ia sempatkan untuk berbalik dan melihat Alex "Ingat, cari kamar yang ada peredam suara, jangan sampai mengganggu tetangga" ujar Bram terkekeh
"Aku tidak sepertimu" dengus Alex
__ADS_1