Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 58


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Bram dan Afifa telah tiba di rumah mereka. Keduanya berpelukan dan masuk ke dalam bersamaan. Ya, tadi selepas makan siang dan tidur siang sejenak di kantor istrinya, Bram memutuskan kembali ke kantor dan menyelesaikan pekerjaannya. Begitu selesai, ia bergegas pulang dan ternyata bertepatan juga dengan kepulangan istrinya


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini, lancar?" tanya Afifa sembari menuju kamar mereka


"Lancar, bahkan hari ini aku berhasil mendapatkan tender miliaran"


"Oh ya? Selamat ya, aku tahu kau hebat" ucap Afifa


"Hanya begitu saja ucapan selamatnya?"


"Lalu?"


"Ucapan selamatmu seperti ucapan selamat para rekan kerjaku, Sayang" rengek Bram. Ia gemas sekali dengan istrinya yang masih saja enggan bersikap mesra dan manja padanya. Padahal, ia sangat suka jika istrinya ini sedikit lebih manja


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Afifa bingung


"Begini" Bram meletakkan barang barangnya dan sang istri di ranjang. Lalu tanpa banyak kata, ia segera menarik tang istrinya ke kamar mandi dengan segala rencana dalam benaknya


"Bram..."


*


"Lex" panggil Aliya

__ADS_1


"Hm? Sebentar lagi. Tunggu, hanya tinggal ini lagi" tunjuk Alex pada berkas yang masih ia kerjakan


Aliya lagi lagi menghela napas lelah. Selama seharian berada di kantor suaminya, Aliya terlihat begitu kesal. Ya, kesal, karena ia yang sangat memyukai kebebasan, hari ini justru tertawan di kantor suaminya. Bahkan setelah jam pulang tiba 'pun, suaminya masih terus mengerjakan pekerjaan yang entah kapan akan selesai itu. Karena sedari tadi, suaminya terus mengatakan sebentar lagi, tapi nyatanya tidak kunjung selesai


"Lex" panggil Aliya kesal


"Iya baiklah, ayo" Alex menutup berkasnya, mematikan komputer, lalu berjalan mendekati istrinya "Maaf kalau menunggunya sedikit lama" ujar Alex


"Sedikit lama apanya, aku sampai jamuran menunggumu" sungut Aliya


"Iya maafkan aku"


"Tidak cukup hanya dengan maaf Tuan"


"Lalu?"


"Ma-maksudmu?" tanya Alex


"Hak-ku sebagai istrimu, apa aku salah memintanya. Ini sudah satu bulan pernikahan kita, tapi kau belum memberikan apa yang menjadi hak-ku, mau sampai kapan menundanya?" tanya Aliya berani


"Al, aku..."


"Kau belum mencintaiku, dan kau tidak ingin menyakitiku dengan memyentuhku tanpa cinta. Kau ingin mengatakan itu 'kan?"

__ADS_1


"Maaf"


Aliya kembali menelan kekecewaan karena ia kembali mendapat penolakan dari suaminya. Namun yang bisa ia lakukan hanyalah mengangguk meski dengan rasa kecewa yang amat dalam "Lalu kapan? Menunggu sampai kau berubah pikiran, dan siap menyentuhku, iya?" tanya Aliya


"Al, aku..."


"Aku tidak bisa menjamin diriku Lex, yang aku takutkan adalah aku yang berubah karena sikapmu padaku"


"Al, please. Aku butuh waktu untuk menerima pernikahan ini. Aku sudah katakan ini sejak lama padamu, bahkan sejak awal pernikahan kita. Tapi kenapa kau masih tidak mengerti?"


"Aku mwngerti, aku sangat amat mengerti tentang dirimu. Kau mengatakan agar aku bersedia menunggumu dan membantumu menerima kehadiranku. Tapi sampai detik ini, kau sama sekali tidak menunjukkan usahamu untuk berubah Lex, kau masih terbelenggu dengan cintamu pada Afifa" teriak Aliya,


Dada Aliya sampai kempang kempis karena amarah. Namun air mata, jangan pernah tanyakan air mata padanya, karena ia bahkan tidak tahu seperti apa bentuk air mata itu. Karena selama hidupnya, ia di besarkan dengan penuh kasih sayang dan cinta oleh kedua orang tuanya


"Lalu sekarang apalagi, kau ingin memintaku bersabar untuk berapa lama lagi Lex? Satu bulan lagi, dua bulan, tiga bulan, atau satu tahun. Berapa lama lagi Alexander?"


Alex menghela napas kasar sembari memejamkan mata. Ini bukanah pertengkaran pertama mereka setelah menikah, dan lagi lagi masalahnya adalah mengenai hal biologis. Alex tidak menyalahkan Aliya tentang hal ini, karena ia tahu bahwa itu semua adalah hak Aliya untuk menerimanya. Tapi sekali lagi ia ingatkan bahwa ia tidak bisa melakukan itu tanpa cinta. Ia tidak bisa, sungguh


"Sudahlah, ayo kita pulang" ajak Alex akhirnya


"Lalu berapa lama lagi aku harus mengunggumu? Katakan saja sekarang, aku ingin mendengarnya. Tapi dengar baik baik Alexander, aku akan memberimu kesempatan satu kali lagi untuk berubah dan berusaha menerimaku. Tapi kalau memang di kesempatan terakhir ini kau masih belum bisa menerimaku, maka aku rasa kita perlu mempertimbangkan untuk berpisah, karena aku tidak bisa hidup di dalam rumah tangga yang penuh dengan bayangan wanita lain, apalagi jika wanita itu adalah kembaranku sendiri"


Ya, Aliya sudah tahu jika Alex masih menyimpan banyak kenangan bersama kembarannya. Bahkan mungkin saja, rasa cinta juga masih tersimpan di hati suaminya untuk Afifa. Tapi walau sudah mengetahui kenyataan pahit ini, Aliya masih cukup percaya diri dan yakin bahwa suatu saat nanti Alex pasti akan berubah. Namun di usia pernikahan mereka yang sudah berjalan satu bulan, ternyata tidak ada perubahan apa apa. Semuanya masih tampak sama

__ADS_1


__ADS_2