Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 48


__ADS_3

Bram sudah siap dengan setelan jas lengkapnya. Sedangkan Afifa, wanita itu terlihat tengah merias diri. Walaupun sebenarnya ia tidak tahu kemana Bram akan membawanya pergi, karena laki laki itu hanya memintanya bersiap, dengan pakaian yang di pilihkan langsung oleh Bram


"Bagaimana, sudah selesai?" tanya Bram sembari mendekati Afifa yang masih duduk di depan meja rias


"Tunggu sebentar, hanya tinggal memakai lipstik" tunjuk Afifa pada lipstik di tangannya


Bram hanya memperhatikan apa yang istrinya lakukan. Melihat kecantikan istrinya, secara refleks, Bram mengangkat ponsel, dan mengarahkan kamera ponselnya pada kaca meja rias, lalu memotretnya. Ya, Bram telah melakukan mirror selfi dengan Afifa dan dirinya sebagai modelnya


"Kau cantik sekali" puji Bram pada hasil foto jepretannya


"Coba kemari, biar aku lihat. Awas saja kalau aku terlihat gendut" Afifa meraih ponsel Bram dan melihat hasil foto tangkapan Bram "Ish, benar 'kan aku terlihat gendut" ucap Afifa


"Tidak, itu sangat cantik"


"No, I look fat"


"Tidak Sayang, kau itu langsing dan cantik, percayalah"


Afifa bangkit dari duduknya dan menatap Bram dengan intens. Sedari kemarin, ia sedikit gelisah memikirkan panggilan sayang yang di sematkan Bram padanya. Bukan apa apa, hanya saja ia takut dirinya baper dengan panggilan sayang itu, tapi ternyata Bram hanya biasa biasa saja


"Bram, apakah kau sudah mencintaiku?" tanya Afifa

__ADS_1


Bram ikut membalas tatapan Afifa. Ia tersenyum tipis, menatap wajah cantik yang tengah menantikan jawabannya itu. Ia lantas melirik jam di pergelangan tangannya "Acaranya akan di mulai sebentar lagi, aku takut kita telat, ayo" Bram menggenggam tangan Afifa dan membawa istrinya itu menuju mobil tanpa menjawab pertanyaan Afifa sebelumnya


Selama perjalanan, baik Afifa maupun Bram sama sama terdiam. Tidak ada satu 'pun diantara mereka yang berniat memulai pembicaraan. Jika Afifa malas untuk berbicara karena sedikit kecewa karena Bram yang tampak menghindari pertanyaannya tadi, maka berbeda dengan Bram, laki laki itu sengaja diam, demi kelangsungan surprise yang akan ia berikan


*


Aliya tengah duduk di ranjang dengan buku di tangannya. Sebuah buku novel milik Afifa yang belum sempat ia baca sampai selesai. Sebuah cerita tentang perjodohan yang berakhir dengan hidup bahagia dan saling mencintai, itulah garis bedarnya. Saat tengah asik membaca, Alex terlihat masuk ke kamar setelah sebelumnya pamit untuk ke dapur


"Lex..." Aliya meletakkan buku bacaannya, dan segera mendekati Alex


"Ada apa?" tanya Alex


"Malam ini, rasanya sedikit dingin, di luar juga sedikit mendung" ucap Aliya ambigu


"Ehem... apakah malam dingin ini akan kembali kita lewati dengan tidur saling membelakangi?"


Deg


Alex menatap Aliya yang tanpa sungkan bertanya tentang hal semacam itu. Sejujurnya, Alex tidak terlalu merasa aneh dengan pertanyaan Aliya yang terdengar cukup vulgar. Sebab ia tahu jika Aliya adalah seorang artis, dan mungkin dalam hal menggoda laki laki untuk sekedar mencari kepuasan, bagi Aliya adalah hal biasa. Namun bagi Alex, akan sulit memulai hubungan ini, apalagi untuk ke jenjang hubungan suami istri


Sejak awal, Alex sudah mempertimbangkan semuanya. Tentang dirinya yang akan menikah dengan seorang entertainer yang namanya sudah cukup jelek di mata masyarakat dengan berbagai skandal yang ia buat. Namun demi menjaga perasaan kedua orang tuanya, akhirnya Alex mengalah. Ia sudah memutuskan untuk menerima perjodohan itu, dan menerima calon istrinya, berikut dengan masa lalu buruk calon tunangannya yang mungkin saja benar seperti rumor yang tersebar. Tapi kembali lagi, Alex madih merasa belum siap untuk melakukan hubungan berpahala itu

__ADS_1


"Lex..." Aliya melambaikan tangannya di depan wajah Alex saat melihat Alex yang hanya diam saja


"I-iya, apa tadi?" tanya Alex


"Kau ini kenapa aneh sekali, jangan bilang kalau kau grogi" tebak Aliya sembari terus memajukan langkahnya, membuat Alex mundur beberapa langkah "Lex... kau tidak takut denganku 'kan?" tanya Aliya


"Ti-tidak, kenapa takut?"


"Lalu kenapa kau mundur mundur?"


"Aku..."


Bugh


Alex yang berjalan mundur tidak menyadari jika ia telah mentok di sofa kamar, yang membuatnya terduduk. Sedangkan Aliya, melihat Alex yang terduduk di sofa dengan wajah gugup, membuatnya semakin memajukan langkah, hingga akhirnya ia tepat berada di hadapan Alex. Bahkan, bukan hanya itu saja, ia dengan berani duduk di pangkuan Alex tanpa merasa canggung


"Apa aku tidak terlihat menarik di matamu?" tanya Aliya


"Tidak, kau sangat menarik" jawab Alex


"Lalu, kenapa kau seperti tidak ingin menyentuhku?"

__ADS_1


"Aku..."


__ADS_2