
Alex telah selesai dengan mandinya, ia keluar dari kamar mandi, dan mendapati Aliya yang duduk di ranjang dengan pakaian yang membuat Alex beberapa kali meneguk ludahnya kasar. Bagaimana tidak, saat ini Aliya mengenakan baju transparan berwarna merah maroon, dengan fittingan yang sangat press body. Jangan lupakan posisi tubuh Aliya yang tampak begitu menantang
"Apa kau hanya akan memandang, tanpa berniat mencicipinya?" tanya Aliya
Pertanyaan Aliya tentu saja menyadarkan Alex dari tatapan laparnya. Ia lantas memalingkan wajahnya dengan pipi yang memerah. Ya, entah mengapa, pipi Alex selalu memerah saat di goda oleh Aliya, mungkin karena ini adalah hal baru dalam hidupnya, jadi ia masih merasa canggung
"Kau yakin tidak ingin mendekat?" tanya Aliya lagi saat melihat Alex masih setia berada di posisinya
"Mmm Al, aku rasa itu tidak perlu" jawab Alex
"Tidak perlu? Tidak perlu bagaimana maksudmu?" Aliya merubah posisinya, dan bangkit dari ranjang, kemudian berdiri di hadapan Alex "Apa kau tidak tertarik dengan sesuatu yang halal ini" Aliya menunjuk tubuhnya dengan sorotan mata
"Tidak, maksudku... aku lelah. Ya, aku lelah malam ini, jadi aku rasa kita tidur dulu saja untuk malam ini" ujar Alex
__ADS_1
"Yakin?"
"Iya, kita tidur dulu saja malam ini" ujar Alex yakin
Aliya mengangguk, dan menggeser tubuhnya agar memudahkan Alex menuju ranjang. Begitu ada kesempatan, tanpa menunggu lama, Alex segera berbaring di ranjang, memunggungi Aliya. Aliya yang merasa di abaikan, ikut merebahkan diri di sisi Alex, kemudian menempelkan tubuhnya pada tubuh Alex, dan memeluknya dari belakang
"Good night hubby"
Aliya memilih memejamkan mata dan tertidur. Sejujurnya, ia juga merasa lelah setelah seharian melakukan rangkaian acara pernikahan, tapi mengingat tugasnya sebagai seorang istri, ia berniat untuk mengesampingkan rasa lelahnya untuk memberi pelayanan terbaik kepada suaminya. Namun ternyata, Alex justru meminta untuk tidur dengan alasan lelah, dan Aliya tentu saja setuju
Secara perlahan, Alex membalik tubuhnya, dan melepas belitan tangan Aliya dengan hati hati. Namun secara tidak sengaja, matanya justru menatap gundukan menonjol di balik pakaian transparan yang di kenakan istrinya hingga membuat wajahnya kembali memerah. Tidak mau terjadi hal yang tidak di inginkan, Alex akhirnya memilih bangkit dari kasur
"Kenapa dia harus se-menggoda itu?"
__ADS_1
*
Pagi hari, Aliya terbangun dari tidurnya, dan meraba sisi ranjang untuk mencari gukingnya. Namun ada sesuatu yang aneh yang ia temukan, ia bagai menemukan sebuah roti berukuran besar dengan kotak kotak yang memisahkannya. Kening Aliya tampak mengernyit saat menyadari keanehan itu. Secara perlahan, ia membuka matanya, dan langsung bertatapan dengan mata milik Alex
"Aaaaa....."
Aliya mengatur napasnya berulang kali karena terkejut. Ya, Aliya dan Alex memekik bersamaan tadi. Jika Aliya memekik karena kaget saat mendapati wajah Alex berada di sampingnya, sedangkan Alex justru memekik karena kaget mendengar teriakan Aliya. Lalu di detik berikutnya kedua orang itu terlihat sama sama salah tingkah
"Ka-kau mandi saja lebih dulu" ujar Alex
Aliya yang sudah tersadar dari keterkejutannya, segera menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, lalu berdiri. Di posisi berdiri ini, Alex bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh istrinya. Jika tadi malam ia melihat tubuh Aliya di bawah sorot lampu yang tidak begitu terang, maka pagi ini ia kembali di suguhi pemandangan menakjubkan itu dengan amat sangat nyata. Sebab, ruang kamar mereka saat ini sudah tampak terang karena cahaya matahari yang menerobos masuk melalui jendela kamar
"Handukmu ada di kamar mandi" ujar Alex lagi
__ADS_1
"Kau tidak berniat untuk mandi bersama?" tanya Aliya, tampaknya wanita itu memang cukup senang menggoda suaminya yang selalu terlihat salah tingkah "Atau mungkin, bagaimana jika kau memandikanku?"
"Ha?"