Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 96


__ADS_3

"Huh, kenyang sekali" Aliya mengusap perutnya yang benar benar terasa kenyang. Tentu saja, sebab ia telah menghabiskan satu porsi lebih nasi goreng Mang Ujang. Nasi goreng yang memang terkenal karena porsinya yang lumayan banyak


Melihat Aliya yang mengusap perutnya, membuat tatapan Alex tidak teralihkan dari perut sang istri "Al, boleh aku mengusapnya?" tanya Alex


Aliya menghentikan usapannya pada perutnya. Ia menutup perutnya dengan jaket yang tadi ia bawa, setelah itu ia bangkit dari duduknya dengan segera "Fa, ayo kita pulang" ajak Aliya


"Tapi Al..."


"Ya sudah kalau kau ingin tetap di sini" Aliya segera kembali ke mobil tanpa menunggu Afifa


"Sayang, kembalilah pulang, aku tidak mau kau sakit" ucap Bram


"Ya sudah, aku pulang dulu kalau begitu" Afifa tersenyum kemudian ikut masuk kedalam mobil


Alex dan Bram menatap mobil yang sudah mulai menjauh tersebut. Lalu tepukan Bram di bahu Alex membuat dua laki laki itu saling tatap "Sabar bro. Mari berakit rakit kehulu sebelum berenang renang ke tepian" ucap Bram


*

__ADS_1


Mobil yang di kemudikan Bara telah tiba di kediaman Dirgantara kembali. Bara segera turun dari mobil, dan langsung masuk ke rumah tanpa menunggu kedua Kakaknya. Ia lantas masuk ke kamar, dan menguncinya dari dalam. Sebab jika ia tak mengunci pintu, maka ia pasti akan kembali menjadi santapan singa betina itu


Sedangkan Aliya, ia dan Afifa baru tiba di kamar. Kedua calon ibu itu lantas merebahkan diri di kasur milik Aliya, dan memandang langit langit kamar sembari mengelus perut masing masing


"Al..."


"Hem?"


"Kenapa tadi kau menolak saat Alex ingin menyentuh perutmu, bukankah seharusnya kau mengizinkannya. Karena bagaimanapun, Alex tetap Ayah dari bayi yang kau kandung"


Aliya melirik Afifa sekilas, lalu pandangannya kembali tertuju pada langit langit kamar "Mungkin dia memang Ayah dari bayi ini, tapi sebentar lagi dia bukanlah suamiku. Lalu apakah pantas aku mengizinkan calon mantan suamiku menyentuh perutku?" ucap Aliya


"Kau ini ada ada saja Al" ucap Afifa tak habis pikir. Ia mencoba bangkit dari posisi baringnya, dan duduk dengan bersandar pada headboard. Ia lalu menatap Aliya dengan tatapan serius "Al, boleh aku memberitahumu sesuatu?"


"Apa? Katakanlah" ucap Aliya


"Kau tahu 'kan bahwa aku tidak pernah berbohong, jadi kau harus mempercayai ucapanku"

__ADS_1


"Baiklah, jadi ada apa, kenapa kau bertele tele sekali"


"Alex tidak bersalah"


Aliya menatap Afifa dan tersenyum sinis "Kau tidak tahu apa apa Fa"


"Aku tahu segalanya" ucap Afifa yakin


"Apa kau ingin mengatakan bahwa foto itu hasil editan orang yang profesional? Lalu jika iya, apakah tidak ada satu sistem 'pun yang bisa menembus editan dari editor profesional itu? Dengar Fa, Udo Aksa sudah menyelidiki semuanya, dan foto itu asli" ucap Aliya


"Ya, Udo Aksa memang sudah menyelidiki semuanya, dan dia juga sudah tahu semuanya. Tapi dia tidak menceritakan semuanya dengan sebenar benarnya padamu"


"Apa maksudmu?" Aliya ikut mendudukkan dirinya di samping sang kembaran


Afifa mengambil ponselnya dari nakas, dan mengetikkan sesuatu, begitu menemukan apa yang ia cari, ia menunjukkan layar ponselnya pada Aliya "Apa dia wanita yang mendatangimu saat itu?" tanya Afifa


"Iya, bagaimana kau mendapatkan fotonya?" tanya Aliya heran

__ADS_1


"Namanya Rosa Imelda, seorang artis pendatang baru yang sedang mencari popularitas, dan demi popularitas itulah, dia berani menjalankan misi untuk memfitnah Alex, dan menghancurkan rumah tangga kalian"


"Maksudmu?"


__ADS_2