Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 73


__ADS_3

Alex terbangun dari tidurnya ketika sinar matahari menyilaukan matanya. Ia mengucek mata pelan, dan melihat sisi pembaringan yang semalam di tempati istrinya, tapi matanya tidak melihat siapapun. Ia lantas melirik ke luar, dan mendapati istrinya yang tengah berjemur di kursi pantai. Alex kembali ke kamar dan memakai kaos-nya, baru setelah itu ia ikut menyusul istrinya


"Selamat pagi" sapa Alex


"Pagi" Aliya merentangkan tangannya kepada Alex, begitu pelukannya bersambut, ia segera melabuhkan satu kecupan di pipi suami tampannya itu "Bagaimana tidurmu? Nyenyak?"


"Lumayan"


Aliya menggeser duduknya, dan menarik tangan Alex untuk duduk di sampingnya. Alex langsung duduk di samping Aliya. Namun matanya seketika terbelalak saat melihat pakaian yang di kenakan istrinya. Tadinya, ia tidak terlalu memperhatikan pakaian istrinya, tapi kini begitu matanya melihat dengan jelas, tanpa pikir panjang, ia langsung melepas kaos yang ia kenakan dan menyelimuti paha mulus istrinya yang ter-expose


"Kenapa memakai baju ini ke pantai?" tanya Alex


"Kenapa? Aku biasa mengenakannya"

__ADS_1


"Tidak boleh, ayo kembali ke kamar sekarang" Alex sudah berdiri dari duduknya hendak menarik tangan istrinya. Namun melihat istrinya yang merentangkan tangan, tanpa pikir lagi, Alex segera menggendong istrinya


"Bagaimana yang tadi malam, tidak mau mengulangi lagi?" bisik Aliya tepat di depan telinga Alex


Mendengar ucapan Aliya, wajah Alex seketika bersemu merah. Masih terekam dengan jelas dalam ingatannya, tentang bagaimana dirinya dan Aliya mengarungi kenikmatan surga dunia itu sejak kemarin sore hingga larut malam tadi. Bahkan kegiatan yang menghasilkan keringat itu membuat tubuh Alex terasa lelah, dan membuat dirinya tertidur cukup lama tadi


"Jadi bagaimana, apakah kita harus mengulangnya lagi pagi ini?" tawar Aliya


"Kenapa? Kau malu?" tanya Aliya dengan senyum yang sudah tersungging di bibirnya. Bertepatan dengan itu pula, mereka telah tiba di pintu kamar penginapan mereka. Tanpa di minta, Aliya langsung memutar knop pintu dengan dirinya yang masih berada dalam gendongan Alex. Begitu keduanya masuk, Aliya di turunkan oleh Alex, membuat Aliya dengan cepat kembali mengunci pintu kamar


"Al, apa yang kau lakukan?" Alex memundurkan tubuhnya saat Aliya berjalan semakin dekat padanya


"Apa? Aku hanya ingin mengulang yang tadi malam saja"

__ADS_1


"Ta-tapi tidak sekarang 'kan?"


"Why? I want you now Hubby"


Dengan cepat, Aliya melompat ke atas ranjang, membuat ranjang yang memang masih berantakan itu menjadi semakin berantakan. Ia lantas duduk di ranjang dengan pose yang sangat di luar nalar, bahkan Alex berkali kali meneguk ludah kasar saat melihat istrinya yang begitu pandai menggodanya. Namun seketika mata Alex teralihkan pada bercak merah di sprei putih yang di duduki istrinya. Ia mendekat dan mengusap bercak merah tersebut, ia lantas melirik wajah istrinya yang tersenyum penuh arti padanya


"You're the first Honey" ucap Aliya


"Tapi, bagaimana bisa?"


Tadi malam, Alex tidak menyadari apa apa, ia tidak menyadari jika ia adalah orang pertama yang mendapatkan istrinya seutuhnya. Mungkin, itu semua terjadi mengingat dirinya yang tidak berpengalaman, dan ini merupakan yang pertama untuknya. Tapi melihat bercak merah itu, membuat Alex sedikit bingung, karena itu artinya hal ini bukan hanya pertama untuknya, tapi juga untuk istrinya. Tapi bagaimana itu mungkin? Bukankah...


"Al, apakah aku juga yang pertama untukmu?"

__ADS_1


__ADS_2