Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 111


__ADS_3

"Aku sadar betapa selama ini aku sudah mengecewakan bahkan menyakitimu dengan perlakuanku, dan sekarang aku ingin melakukan apapun atas keinginanmu, maka dari itulah aku selalu bertanya padamu, karena aku ingin apa yang aku lakukan padamu bisa membuatmu nyaman. Aku tidak ingin menyakitimu lagi Al" Alex melangkah mendekat, dan menggenggam tangan Aliya membuat pandangan keduanya bertemu "Katakan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maaf darimu, aku sungguh menyesal dengan semua sikapku selama ini Al, maafkan aku"


Alex menunduk, menyembunyikan wajahnya yang mungkin saja sudah memerah karena menahan tangis. Ya, mendapatkan maaf dari Aliya adalah hal terberat yang ia impikan. Karena setelah apa yang ia lakukan, Aliya benar benar menutup diri dan menjaga jarak darinya.


Aliya yang melihat Alex menunduk, ikut merasa sedih. Ia tahu bahwa apa yang Alex lakukan selama ini adalah bentuk usaha dari laki laki itu untuk menunjukkan keseriusannya, dan Aliya sangat sadar akan hal itu. Tapi bolehkah ia mengatakan bahwa ia takut, ia takut jika penyesalan yang selama ini laki laki ini tunjukkan hanya sekedar settingan untuk bisa mendapatkan anaknya. Ya, entah mengapa Aliya berprasangka buruk bahwa Alex hanya menginginkan anaknya, bukan dirinya. Maka dari itulah Aliya merasa enggan untuk kembali merajut hubungan dengan Alex. Namun melihat Alex yang benar benar terlihat tulus, membuat Aliya seakan terhanyut, dan membawa tangan Alex keatas perutnya

__ADS_1


"Al..." Napas Alex tercekat saat merasakan tangannya yang berada diatas perut Aliya. Ia merasakan sensasi hangat yang tidak bisa ia jabarkan. Bahkan, hanya dengan menyentuh perut Aliya membuat dada Alex terasa berdebar "Bolehkah aku mengusapnya?" tanya Alex yang hanya dijawab Aliya dengan anggukan singkat, sementara pandangan wanita itu sengaja ia alihkan agar tidak melihat wajah Alex


Alex tersenyum begitu lebar saat melihat anggukan persetujuan dari Aliya. Tangannya yang semula bergetar karena untuk pertama kalinya memegang perut istrinya, kini semakin bergetar saat tangannya perlahan mengusap permukaan perut yang sudah mulai buncit itu. Mata Alex memanas, dan tanpa terasa air mata mengalir di pipinya tanpa bisa ia cegah, hingga jatuh mengenai tangan Aliya. Seketika itu juga Aliya menatap tangannya dan wajah Alex yang sudah banjir dengan air mata. Sungguh, jika ia tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ini, maka ia tidak akan percaya jika laki laki ini tengah menangis


Tubuh Aliya menegang mendapati ciuman hangat di perutnya. Bukan hanya itu saja, gumaman gumaman kecil dari Alex yang mengatakan maaf padanya dan anaknya membuat dadanya berdegup tak karuan. Lalu di detik berikutnya, ia merasakan tubuhnya ditarik oleh Alex, dan terbenam dalam pelukan laki laki itu.

__ADS_1


Aliya mati matian menahan tangisnya agar tidak tumpah. Tapi nyatanya, hal mengharukan yang sudah lama ia nantikan membuatnya benar benar tidak kuasa untuk menahannya. Tanpa permisi, air mata yang berusaha ia tahan, tumpah begitu saja.


Alex merenggangkan pelukannya dan menatap sepasang mata Aliya yng masih terus meneteskan air mata. Seakan mata indah itu memiliki mata air yang membuat air matanya menganak sungai "Aku mohon beri aku satu kesempatan lagi untuk membahagiakan kalian, aku sangat menyayangi kalian"


Aliya yang masih menangis sampai tak bisa mengucap sepatah katapun. Yang ia lakukan hanyalah mengangguk sebagai jawaban atas permintaan Alex. Alex yang nelihat anggukan dari Aliya, membuat senyum terbit di sudut bibirnya, dan kembali membawa Aliya ke dalam pelukannya

__ADS_1


__ADS_2