Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 112


__ADS_3

Alex menuntun Aliya untuk kembali ke kamar. Begitu tiba di kamar, ia membantu Aliya untuk berbaring, dan menyelimuti wanita itu. Setelah memastikan Aliya nyaman dengan posisi baringnya, Alex memilih beranjak, dan mematikan lampu kamar, menyisakan lampu tidur yang sudah ia hidupkan sebelumnya


"Apa kau masih ingin makan?" tanya Alex, sebab tadi Aliya hanya makan sedikit


"Tidak, aku ingin tidur saja" jawab Aliya


"Baiklah, tapi apa kau tidak menginginkan sesuatu yang lain? Mungkin camilan atau apapun itu?"


"Tidak"


"Baiklah"


Alex tampak sedikit canggung berada dalam posisi ini. Sejujurnya ia ingin sekali ikut berbaring bersama istrinya, dan membawa istrinya itu kedalam pelukan. Tapi untuk melakukan itu rasanya sangat berat, karena ia takut Aliya justru merasa tidak nyaman jika ia bertindak jauh


"Kau tidak tidur?" tanya Aliya


"Iya, aku akan tidur, kau duluan saja"


"Baiklah"


Aliya membalik tubuhnya menjadi menyamping dan membelakangi Alex. Ia berusaha memejamkan mata, tapi sayangnya matanya seolah enggan untuk terpejam. Ia terus bergerak gelisah, mencari posisi nyaman untuknya agar bisa terlelap. Tapi sayang sekali, hingga beberapa menit berlalu, ia masih belum mendapatkan posisi tidur yang nyaman


"Al, ada apa?" tanya Alex saat melihat istrinya bergerak tak nyaman


"Tidak apa apa, aku hanya belum mengantuk saja"


"Kau yakin? Bukan karena sesuatu yang lain 'kan?" tanya Alex khawatir

__ADS_1


"Tidak"


"Baiklah"


Kata kata tanpa makna menjadi obrolan antara Aliya dan Alex malam ini. Ya, tanpa makna, karena saat Alex bertanya, Aliya akan menjawab seadanya, lalu mereka kembali terdiam. Begitu 'pun dengan Aliya, saat ia bertanya, Alex juga hanya menjawab seadanya, membuat keduanya kembali terdiam, seakan bahan obrolan diantara mereka sudah tidak ada lagi


"Lex..."


"Al..."


Keduanya saling tatap saat mereka sama sama menyebutkan nama satu sama lain "Kau duluan saja" ucap Aliya


"No, ladies first" ujar Alex


"Tidak, kau saja lebih dulu" tolak Aliya


"Tidurlah di sini, dibawah dingin" ucap Aliya


"Kau yakin?"


"Hm"


"Terima kasih"


Alex meletakkan bantalnya ditempat semula. Ia lantas naik keatas ranjang, dan ikut berbaring di samping Aliya. Untuk sesaat, pandangan sepasang suami istri itu bertemu, lalu keduanya sama sama memalingkan wajah karena merasa canggung


"Kau kenapa belum tidur?" tanya Alex sembari menatap langit langit kamar

__ADS_1


"Belum mengantuk"


Alex mengalihkan tatapannya, dan menatap wajah Aliya kembali, dan secara kebetulan Aliya juga ikut menatapnya. Hingga kedua mata mereka kembali bertemu. Namun yang berbeda adalah, kali ini Alex tidak lagi mengalihkan tatapannya, sedangkan Aliya, ibu hamil itu kembali menatap langit langit kamar karena ia masih merasa canggung


"Boleh aku memelukmu?" tanya Alex


"Ha?"


"Mungkin anak kita ingin aku memelukmu agar bisa tidur" jelas Alex


"Tidak perlu, biasanya aku tetap bisa tidur walaupun tidak kau peluk. Aku hanya sedang tidak mengantuk saja sekarang"


"Tidak ada salahnya mencoba 'kan? Lagipula, aku juga ingin memelukmu"


"Ha?"


"Aku ingin memelukmu. Bagaimana, apa kau mengizinkan?"


Aliya diam seakan mempertimbangkan. Padahal jika ada satu orang saja yang bisa melihat isi hatinya, mungkin orang itu akan terkikik geli. Karena wajah Aliya seakan menunjukkan penolakan, sedangkan hatinya justru seakan berjingkrak girang karena tawaran menggiurkan dari Alex


"Al, bagaimana?"


"Ya sudah kalau kau memaksa"


Alex tersenyum senang. Ia lantas menggeser tubuhnya dan membawa istrinya kedalam pelukan, sedangkan tangannya sudah dengan lancang mengusap perut istrinya. Seakan keajaiban terjadi, beberapa menit berlalu, Aliya benar benar terlelap dalam pelukan Alex


"Good night Al"

__ADS_1


__ADS_2