
"Alex... ada apa dengan wajahmu Nak?" tanya Mama Rengganis, ia mendekat begitu melihat wajah putranya babak belur, ia bahkan menyentuh beberapa bagian yang terlihat membengkak dengan warna yang mulai kebiruan
"Aw... ma, sakit" keluh Alex
"Astaga, duduklah biar Mama obati" tanpa menunggu lama, Mama Rengganis langsung ke dapur dan mengambil air hangat. Tidak lama, Mama Rengganis keluar dari dapur dengan air hangat dan kain pembersih di tangannya "Kenapa bisa seperti ini Lex, siapa yang melakukannya?"
"Aw, Ma pelan pelan" ringis Alex
"Jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab Mama, siapa yang melakukan ini?"
"Sudahlah Ma, ini hanya luka kecil" bela Alex. Namun di detik berikutnya ia meringis lumayan keras saat sang Mama menekan lukanya
"Kau ini, Mama tidak tanya itu luka kecil atau besar. Yang Mama tanya, siapa yang melakukan ini?"
Alex menghela napas, ternyata tidak mudah mengalihkn pembicaraan dari hal ini. Akhirnya ia memilih memejamkan mata untuk menghindari tatapan sang Mama.
"Ma sudah, ini sudah lebih baik, aku ke kamar dulu" tanpa menunggu persetujuan, Alex segera bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Begitu tiba di kamar, ia segera mencari foto foto yang menjadi sumber kehancuran rumah tangganya itu. Begitu terlihat, ia segera mengambil salah satu foto tersebut, lalu membawanya pergi
__ADS_1
"Kau mau kemana lagi Lex?" tanya Mama Rengganis
"Keluar sebentar Ma, bye"
Alex segera melajukan kendaraannya keluar dari kediaman Wijaya menuju kantor kenalannya. Ya, ia harus mengecek sendiri tentang keaslian foto ini. Karena ia yakin, bahwa foto ini hanya editan. Begitu tiba, ia langsung di arahkan masuk, dan bertemu langsung dengan orang yang ingin ia temui.
"Alex, apa yang membawamu mengunjungi kantorku?" tanya Reza, laki laki yang merupakan teman Alex
"Tolong periksa keaslian foto ini" Alex langsung menyodorkan foto tersebut, yang langsung di terima oleh Reza. Tanpa banyak tanya, Reza terlihat langsung mengutak atik layar komputer di depannya
"Foto ini asli" ucap Reza
Reza melakukan sesuai permintaan Alex, dan hasilnya memang benar benar menunjukkan keaslian "Tidak ada editan Lex, semua ini asli"
Alex menjatuhkan tubuhnya di kursi di hadapan Reza dengan lemas. Bagaimana mungkin foto itu asli, padahal Alex sangat ingat bahwa seumur hidupnya, ia tidak pernah masuk ke tempat terlarang itu. Ia tidak pernah masuk ke dalam club. Jangankan untuk masuk, sekedar melihat dari jalan saja, Alex bahkan sangat jijik
"Apa tidak ada kemungkinan kalau foto itu editan orang pintar?" tanya Alex, berharap Reza bisa menemukan kejanggalan apapun dalam foto itu yang membuatnya meyakini bahwa foto itu tidak asli
__ADS_1
"Sayangnya tidak Lex, foto ini benar benar asli"
Alex mengusap wajahnya kasar setelah mengetahui jawaban Reza. Lalu di detik berikutnya, ia kembali menegakkan wajahnya, dan memandang Reza kembali "Kalau begitu, bisakah kau mencari tahu tentang perempuan itu?" tanya Alex
"Akan aku coba. Jadi siapa namanya?" tanya Reza
"Setahuku namanya Rosa, tapi aku tidak tahu itu nama aslinya atau hanya nama palsu"
"Baiklah, aku akan mencari tahu tentang ini, tapi mungkin membutuhkan waktu yang sedikit lama"
"Berapa lama?'
"24 jam"
"Baiklah, hubungi saja aku jika kau sudah mendapatkan hasilnya"
"Tentu"
__ADS_1
Alex keluar dari ruangan Reza, dan langsung kembali ke mobilnya. Kali ini ia akan memberanikan diri untuk kembali mengunjungi kediaman Dirgantara. Apalagi tujuannya kalau bukan untuk kembali membujuk istrinya untuk mempercayainya. Karena sungguh, sekali lagi ia katakan bahwa ia tidak pernah melakukan hal hal yang di tuduhkan