Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 102


__ADS_3

Alex membantu Aliya turun dengan hati hati. Begitu tiba di ruang keluarga, ternyata Ayah, Bunda dan Afifa masih berada di sana. Alex sedikit merasa sungkan pada kedua mertuanya. Namun genggaman Aliya ditangannya membuat Alex akhirnya mengikuti langkah Aliya yang menariknya menuju dapur


Tiba di dapur, Aliya dibantu Alex untuk duduk di kursi meja makan. Sementara Alex sendiri langsung memulai aksinya. Ia mengeluarkan berbagai bahan yang ia butuhkan sesuai resep yang tertulis di layar ponselnya.


Ia mengambil mangkok, lalu menuangkan tepung terigu secukupnya. Setelah itu ia menuangkan air sesuai takaran yang tertera di resep. Lanjut, ia mulai menambahkan segala bahan satu persatu. Setelah adonan siap, ia mulai kembali menyiapkan teflon dan menghidupkan kompor sembari mengolesi teflon tersebut dengan mentega. Semua Alex lakukan sesuai petunjuk yang tertera. Begitu martabak siap, ia kembali mengolesi martabak dengan mentega dan memberi toping meses coklat diatasnya


Alex tersenyum puas saat melihat hasil jerih payahnya itu. Ya, ia telah memindahkan martabak buatannya kedalam piring, dan membawanya menuju tempat istrinya berada. Melihat hidangan yang tersaji didepannya, mata Aliya berbinar cerah, karena tampilan martabak buatan Alex benar benar menggugah selera, apalagi aroma dari kue itu tidak membuatnya mual seperti biasa. Ia lantas menarik piring itu mendekat padanya, dan mulai memakannya sedikit untuk menyesuaikan lidahnya, dan ternyata rasanya tidak begitu buruk


"Bagaimana?" tanya Alex harap harap cemas


"Ini enak" Aliya mengambil potongan yang sedikit lebih besar dan kembali memakannya

__ADS_1


Alex sedikit penasaran, apa mungkin rasa kue buatannya seenak itu? Ia mengambil martabak tersebut satu potongan kecil, dan mencicipnya. Jujur, rasa martabak buatannya memang tidak begitu buruk, tapi bukan berarti baik. Sebab, rasa martabaknya benar benar seperti buatan orang amatir


"Jangan dimakan kalau tidak enak Al" ucap Alex


"Siapa bilang tidak enak, ini enak" ucap Aliya sembari terus saja memakan kue di tangannya. Ya, bagi Aliya rasa martabak buatan Alex itu memang tidak begitu buruk


"Kau yakin?"


"Hm"


Sedangkan dibalik tembok yang membatasi ruang keluarga dengan dapur. Ayah Daffa terlihat berdiri sembari menatap interaksi antara anak dan menantunya yang ternyata terlihat cukup harmonis. Jujur saja, Ayah Daffa menyadari bahwa permasalahan dalam keluarga Aliya juga atas perjodohan yang ia buat, tapi ia juga tidak bisa memungkiri bahwa ia sedikit merasa kecewa karena Alex tidak bisa menjaga amanah yang ia berikan untuk menyayangi putrinya. Itu juga merupakan alasan mengapa ia melarang Alex untuk menemui Aliya selama ini

__ADS_1


"Yah..." terdengar suara Afifa yang mendekat. Afifa ikut menatap arah tatapan sang Ayah yang ternyata tertuju pada Kakak dan Iparnya, ia sedikit tersenyum saat melihat Alex yang menyuapi Aliya, dan Aliya yang juga menikmati suapan dari Alex "Ayah bisa lihat 'kan, sekarang Alex sudah benar benar tulus perhatian kepada Aliya" ujar Afifa


"Belum tentu Nak" jawab Tuan Daffa


"Maksud Ayah?"


"Bisa jadi, Alex melakukan itu hanya untuk anak anaknya. Karena bagaimanapun, seorang Ayah tidak akan tega membiarkan anaknya merasa kekurangan sesuatu apapun, seperti Ayah yang selalu memastikan kebahagiaan untuk kalian, para anak anak Ayah" jelas Tuan Daffa


Afifa sedikit terdiam setelah mendengar penuturan Ayahnya. Jujur, ia merasa bahwa apa yang Alex lakukan bukanlah semata mata untuk mencukupi kebutuhan anak yang berada dalam kandungan Aliya semata. Karena yang Afifa lihat, tatapan Alex sudah mulai berbeda, entah mengapa ia bisa melihat cinta di mata Alex untuk Aliya. Hanya saja, mungkin laki laki itu belum menyadarinya


"Biarkan saja Alex menunjukkan usahanya dulu Ayah, aku yakin, Aliya pasti tahu mana yang terbaik untuk hidupnya" ucap Afifa akhirnya "Oh iya Yah, aku ingin izin ke kantor suamiku hari ini" ucap Afifa lagi

__ADS_1


"Baiklah, hati hati di jalan, dan minta antar pada Mang Cecep, jangan pergi sendiri"


"Baik Ayah"


__ADS_2