
Selama satu jam lebih, tidak ada kegiatan yang Alex lakukan selain memandang wajah istrinya. Ia melakukan ini sebagai bentuk usahanya untuk meyakinkan hati dengan perasaannya sebenarnya. Ya, ia belum berani menyimpulkan bahwa perasaannya ini adalah cinta, tapi saat Aliya mengatakan untuk meninggalkannya atau mengatakan tiada maaf untuknya, saat itu juga Alex merasa dunianya runtuh.
Sekarang ia ingin meyakinkan hatinya atas perasaan yang ia miliki. Tapi sayangnya, sampai saat ini ia belum bisa memastikan tentang perasaannya sendiri. Alex merasakan tangannya yang menjadi bantalan kepala Aliya terasa kebas. Secara perlahan, ia mengangkat kepala Aliya dan menarik tangannya
Huh
Alex menghela napas lega saat ia berhasil menarik tangannya. Ia melihat suasana luar rumah melalui jendela kecil yang ada di kamar. Terlihat ada anak dan istri Udo Aksa disana, dan kemungkinan besar Udo Aksa 'pun pasti ada di sana. Membicarakan Udo Aksa seketika membuat Alex sedikit takut. Ya, ia takut kalau Udo Aksa kembali menanyakan perasaannya pada Aliya, dan ia belum bisa mengatakan bahwa ia sudah mencintai Aliya, yang kemungkinan akan kembali berakhir dengan usaha Udo Aksa untuk memisahkan mereka, dan hal itu membuat Alex menghela napas berulang kali. Tidak ingin terlalu larut, Alex memilih keluar dari kamar, dan bertepatan dengan itu juga, Bram juga keluar dari kamar
"Bro..." sapa Bram
"Ada Udo Aksa ya?" tanya Alex, membuat Bram sedikit mengernyit bingung, lalu kemudian menjawab pertanyaan sepupunya dengan anggukan
__ADS_1
"Aku tadi melihat Kaka Nia dan Arka di halaman belakang, dan kemungkinan Udo Aksa juga ada di sini. Ada apa memangnya?" tanya Bram
"Tidak, tidak apa apa. Kalau begitu terima kasih" Alex membuka pintu kamar, dan masuk kedalam kamar kembali, membuat Bram menjadi semakin bingung
*
Matahari pagi telah menampakkan sinarnya. Selama beberapa hari berada di Lampung, hubungan Alex dan Aliya semakin terlihat banyak kemajuan. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Mulai dari makan bersama, jalan jalan sore, latihan berjalan setiap pagi, dan masih banyak lagi hal hal yang mereka lakukan. Keluarga Udo Aksa juga terkadang berkunjung ke rumah utama ini, walaupun masih terlihat aura permusuhan antara Alex dan Udo Aksa. Namun kedua laki laki itu tidak pernah menunjukkan ketidaksukaan mereka kepada keluarga besar.
Pagi ini, Aliya dan Alex sedang berjalan jalan di sekitar rumah Tante Daffina. Aliya tengah duduk di ayunan mengistirahatkan tubuhnya sembari memakan camilan ringan. Sedangkan Alex, laki laki itu terlihat begitu telaten memainkan tali ayunan hingga cukup pas dan aman untuk kondisi Aliya yang tengah hamil.
"Tentu, kau tunggulah di sini"
__ADS_1
Alex segera menuju warung di seberang jalan. Alex menunggu cukup lama untuk mendapat satu botol air mineral dari warung tersebut, karena warung kecil itu cukup ramai, hingga memaksa Alex untuk menunggu. Alex menunggu dengan sabar, sesekali ia akan melirik kearah istrinya berada demi memastikan keadaan wanita yang tengah mengandung anaknya itu. Setelah cukup lama menunggu, Alex baru boleh masuk kedalam warung dan membeli air mineral yang ia inginkan.
Namun, begitu ia keluar dari warung, Ia tidak lagi melihat keberadaan istrinya ditempat semula, dan hal itu membuat Alex cukup panik. Dari tempatnya berada, ia melihat adanya kerumunan di ujung jalan sana. Tiba tiba dadanya berdegup kencang saat melihat kerumunan itu. Entah mengapa seketika pikiran buruk mulai melintasi kepalanya, membuatnya menggeleng berulangkali, berusaha menyangkal apa yang barusaja ia pikirkan. Ia kembali menyebrang jalan hendak mencari istrinya. Namun, seorang ibu ibu dari arah berlawanan menabrak dirinya membuat barang bawaan ibu ibu tersebut terjatuh
"Maaf Buk, saya tidak sengaja tadi" ujar Alex, sembari membantu mengambil barang ibu ibu tersebut
"Tidak apa apa. Terima kasih ya Mas" ibu ibu tersebut mengambil barang miliknya, dan bergegas ikut melihat kearah kerumunan. Jujur, Alex ikut merasa penasaran, tapi ia masih harus mencari keberadaan istrinya saat ini
"Kasihan sekali korbannya ya" ujar salah satu ibu ibu yang melintas
"Iya, apalagi dia sedang hamil sekarang" ucap bapak bapak yang bersamanya
__ADS_1
Langkah Alex terhenti saat mendengar penuturan dua orang yang melintas itu. Ia membalik tubuhnya, dan melihat dua orang itu, lalu melihat kerumunan secara bergantian. Seketika itu juga ia merasakan jantungnya berdegup tak karuan. Langkahnya seakan bergerak tanpa bisa ia cegah untuk mendekati kerumunan itu. Begitu tiba di sana, ia dapat melihat jelas seseorang yang ada ditengah tengah kerumunan tersebut adalah istrinya
"Aliya..."