
Alex membawa Aliya menuju ruangan pribadinya yang berada di dalam ruang kerjanya. Begitu masuk ke ruang pribadinya, Alex segera menuju kamar mandi, dan membersihkan dirinya. Sedangkan Aliya, ia menatap setiap sudut ruang pribadi suaminya yang tampak begitu indah. Ia lantas berjalan menuju lemari di pojok ruangan, lalu membukanya. Terdapat banyak pilihan baju kerja di sana. Mulai dari kemeja, celana, bahkan jas 'pun ada
"Al, aku lupa membawa baju ganti, tolong bawakan kemari" teriak Alex dari dalam kamar mandi
"Baiklah" Aliya mengambil pakaian untuk suaminya, lalu menyodorkannya melalui pintu kamar mandi yang terbuka sedikit.
Tidak lama, Alex keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah melekat di tubuhnya. Ia berjalan menuju cermin, lalu menyisir rambutnya yang sedikit berantakan. Namun pandangan matanya teralihkan saat melihat istrinya membuka lemari yang menyimpan pakaiannya
"Kau mau apa?" tanya Alex
"Ganti pakaian, bajuku sedikit kotor karena terkena kopi tadi"
"Tapi di sini tidak ada dress" ucap Alex, sebab ia tahu bahwa Aliya sangat menyukai dress
"Tidak apa apa, aku memakai kemejamu saja" Aliya mengambil kemeja putih dari lemari, lalu meletakkannya di kasur. Setelah itu ia mulai mengangkat dress-nya hendak melepaskan
"Kau mau apa?" tanya Alex
"Mengganti pakaian, ada apa memangnya?"
"Ganti di kamar mandi saja, itu akan lebih baik" ucap Alex
__ADS_1
"No, aku hanya akan melepas dress-ku lalu menggantinya dengan kemeja, kenapa harus berganti di kamar mandi" Aliya kembali meraih dress bagian bawahnya berniat untuk melepas, tapi lagi lagi ia urungkan. Ia menatap suaminya dengan senyum menggoda "Apa kau takut tergoda denganku?"
"Ti-tidak, ya sudah lakukan saja kalau begitu"
"Baiklah" Aliya tanpa sungkan melepas dress-nya dan menggantinya dengan kemeja oversize milik suaminya, membuatnya tampak begitu imut dalam balutan kemeja itu "Bagaimana menurutmu, apa aku terlihat jelek dengan pakaian ini?" tanya Aliya sembari memutar tubuhnya di depan Alex
"Tidak, kau terlihat seperti biasa" jawab Alex
"Seperti biasa bagaimana?" tanya Aliya seolah tak mengerti
"Ya, seperti biasa"
"Seperti biasa, apa maksudmu aku cantik?" goda Aliya
"Aku tahu itu" ucap Aliya dengan segala kepercayaan dirinya
"Ya sudah ayo keluar" Alex mengajak Aliya keluar bersamaan dari ruang pribadinya, yang bertepatan juga dengan pintu ruangan yang kembali terbuka, dan memperlihatkan sekretaris Ivy di ambang pintu ruangan
"maaf Pak" ucap Sekretaris Ivy sungkan
Ya, jika kemarin kemarin ia bisa menegakkan wajahnya di hadapan atasannya karena mengira jika atasannya adalah laki laki single. Maka kini setelah mengetahui jika atasannya yang tampan itu telah memiliki istri yang jauh lebih cantik dan menarik daripada dirinya, ia merasa sangat minder. Apalagi setelah melihat pakaian atasannya yang telah berganti, membuat Sekretaris Ivy bisa menebak tentang kemungkinan yang telah terjadi diantara mereka berdua
__ADS_1
"Jangan sungkan Sekretaris Ivy, lakukan saja tugasmu" ujar Aliya, ia lantas mencium pipi suaminya secara tiba tiba, membuat Alex sedikit terkejut "Aku duduk di sofa saja ya, sepertinya sekretaris Ivy sungkan dengan keberadaanku"
Tanpa menunggu jawaban dari suaminya. Aliya berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu. Begitu melewati sekretaris Ivy, Aliya dengan sengaja mengibaskan rambutnya dengan senyum sinis yang terpatri di bibirnya. Membuat Sekretaris Ivy menampilkan wajah pucat
"Bacakan agendaku sekarang, Sekretaris Ivy" ucap Alex, yang mana membuat Sekretaris Ivy kembali fokus
"Siang nanti akan ada meeting dengan tiga perusaan Pak. Meeting pertama akan kita lakukan di caffee Delima, lalu meeting ke-dua di caffee Kenangan, dan yang terakhir, kita akan meeting di ruangan meeting kantor kita" jelas Sekretaris Ivy
"Baiklah, kau boleh keluar"
"Baik Pak"
"Sekretaris Ivy tunggu" tahan Aliya
"Saya Nyonya" Sekretaris Ivy mengangguk sopan
"Ya, berapa usiamu?"
"Usia saya Nyonya?" tanya Ivy menunjuk dirinya sendiri dengan bingung
"Bukan, usia bayanganmu. Ya iyalah usiamu, apa kau tuli?" ucap Aliya kesal
__ADS_1
"Maaf Nyonya, usia saya dua puluh satu tahun"
"Oh, masih muda ternyata, sayang sekali" ucap Aliya mengejek