
Afifa meletakkan tas-nya di dekat lemari milik Aliya. Ia lantas mengikuti langkah Aliya menuju ranjang, dan berbaring di sana. Namun Aliya tidak segera berbaring, ia justru masih duduk dengan bersandar pada headboard
"Kau kenapa?" tanya Afifa
"Tidak, sudah tidurlah, jangan banyak bicara" ketus Aliya
"Padahal aku hanya bertanya saja"
Aliya menatap Afifa sekilas, kemudian tangannya mengambil ponsel, dan mencari sesuatu di sana. Tidak lama, ia menunjukkan sesuatu di hadapan Afifa "Aku ingin makan nasi goreng Mang Ujang yang di depan komplek"
"Gerobakan?" tanya Afifa, yang langsung di jawab anggukan oleh Aliya "No Al, kau akan sakit perut nanti"
"Perutku sudah terbiasa makan makanan di pinggir jalan, Ibu Direktur" ucap Aliya jengah
"Ya, tapi..."
__ADS_1
"Kau mau menemani atau tidak? Kalau tidak ya sudah, biar aku berangkat sendiri saja" Aliya langsung beranjak, dan mengambil jaketnya di lemari
"Al tunggu!" Afifa ikut mengambil jaketnya, dan mengikuti Aliya yang sudah berada di luar kamar "Al tunggu sebentar, kita akan di marah Ayah kalau berangkat berdua, biar aku bangunkan Bara dulu sebentar"
Tanpa menunggu persetujuan dari Aliya, Afifa segera menuju kamar Bara, dan mencoba membangunkannya. Namun Bara masih tak kunjung bangun. Aliya yang sejak tadi memantau dari pintu kamar Bara, seketika ikut masuk, lalu mencabut bulu kaki Bara, membuat Bara mengaduh sakit. Bahkan Afifa juga sampai meringis melihat adiknya yang kesakitan seperti itu
"Kalian ini kenapa? ini sudah malam, kenapa singa malah berkeliaran" ucap Bara di sisa kantuknya
"Sudahlah, cepat bangun. Aku tunggu lima menit dari sekarang" ucap Aliya
"Ish merepotkan saja" Bara baru akan kembali merebahkan tubuhnya. Namun lagi lagi ia mengaduh sakit saat bulu kakinya kembali di tarik "Kak Al, kau ini kasar sekali"
Masih dengan kantuk, Bara akhirnya bangun dari tidurnya. Ia berjalan malas mengikuti langkah kedua kakaknya menuju mobil. Setelah tiba di mobil, ia tidak langsung menjalankan mobil, melainkan memilih meminum air putih sejenak untuk mengembalikan nyawanya yang masih di awang awang
"Jadi kita mau kemana?" tanya Bara
__ADS_1
"Warung nasi goreng Mang Ujang" ucap Aliya
Dengan malas, Bara mulai menghidupkan mesin mobilnya, dan melajukan mobil tersebut keluar rumah. Hanya memakan waktu beberapa menit, mobil yang membawa trio Dirgantara itu akhirnya sampai di warung Mang Ujang.
"Kau tidak turun?" tanya Aliya saag melihat Bara yang justru memejamkan mata kembali
"Tidak, kalian saja, aku 'kan tidak hamil"
"Ya sudah" Aliya turun dari mobil bersama Afifa. Kedua wanita itu lantas menuju gerobak nasi goreng dan memesan nasi goreng untuk Aliya. Sedangkan Afifa, ia tetap pada pendiriannya bahwa makanan di pinggir jalan tidak layak untuk ia konsumsi
"Mang, nasi gorengnya satu, pakai telur ceplok. Acar dan kerupuknya di pisah" ucap Aliya
"Siap Non, tapi mohon menunggu ya Non, barisan antreannya panjang soalnya" ucap Mang Ujang
"Antre?" tanya Aliya heran, sebab sedari tadi ia tidak melihat antrean di manapun
__ADS_1
"Itu Non sebelah sana" tunjuk Mang Ujang pada orang-orang yang duduk lesehan di pinggir jalan sembari menunggu pesanannya
Seketika itu juga mata Aliya terbelalak saat melihat itu. Ia kembali melirik Mang Ujang, dengan wajah memelas "Mang, aku duluan saja ya, aku 'kan langganan dengan Mamang, apalagi sekarang aku sedang hamil"