
Alex dan Aliya sudah duduk berdampingan di sudut ruangan yang sudah di sediakan. Di depan mereka sudah ada beberapa kamera yang berjejer dan beberapa wartawan yang siap mengajukan pertanyaan. Sedari tadi, tangan Aliya dan Alex tidak pernah terlepas, dan hal itu tentu saja menjadi sasaran kamera wartawan
"Jadi, bagaimana klarifikasi anda terkait berita berita di luar sana yang mengatakan bahwa anda adalah simpanan para pengusaha, apakah itu tidak mengganggu?" tanya salah satu wartawan setelah kamera on
"Tidak, semua orang bebas dengan asumsi mereka" jawab Aliya
"Lalu, mengenai kabar kedekatan anda dengan beberapa pengusaha, apa itu benar?"
"Seperti yang terlihat di media, saya memang dekat dengan beberapa pengusaha dan pejabat" jawab Aliya. Ia tidak salah bukan, ia memang dekat dengan beberapa pengusaha, karena keluarganya sebagian besar adalah pengusaha
"Lalu bagaimana dengan berita yang sempat beredar bahwa anda sering bergonta ganti pasangan keluar masuk hotel?" tanya wartawan lain
"No koment untuk itu. Seperti yang saya katakan, semua orang bebas dengan asumsinya masing masing"
__ADS_1
"Bagaimana dengan anda, apakah sebelum ini anda tahu jika istri anda memiliki skandal yang banyak?" tanya salah satu wartawan kepada Alex
Alex memandang Aliya sembari tersenyum, kemudian tatapannya kembali terarah pada wartawan yang tadi bertanya "Sebelum menikah, saya dan istri saya sudah melakukan pertunangan dan pengenalan satu sama lain, dan saya rasa, saya jauh lebih mengenal dirinya daripada orang lain yang mengenalnya melalui gosip yang beredar"
Aliya tersenyum, ia tidak percaya jika Alex bisa berkata seperti itu. Bukan hanya itu saja, tadinya ia pikir Alex akan grogi berhadapan dengan wartawan, dan kamera yang berjejer itu, mengingat profesi Alex yang merupakan seorang lengusaha, dan sangat jarang terkena jepretan kamera para pencari berita. Namun ternyata semua di luar dugaan, Alex justru terlihat sangat santai berhadapan dengan mereka semua
"Lalu bagaimana dengan..."
"Sesi wawancara selesai, terima kasih" Alex segera menuntun Aliya untuk menjauh dari sana. Begitu mereka pergi, kumpulan wartawan tersebut juga ikut membubarkan diri
"Istriku seorang artis terkenal, dan aku hanya mencoba menyesuaikan diri"
Aliya tersenyum mendengar penuturan Alex. Ia kemudian mengikuti langkah kaki Alex yang membawanya menuju kamar pengantin mereka. Begitu masuk, keduanya tampak menghela napas lega. Berada di tengah keramaian dengan waktu yang lama, nyatanya benar benar membuat keduanya lelah. Walaupun Aliya terbiasa menghadapi lautan manusia seperti tadi, tapi biasanya ia hanya berada di sana beberapa jam. Namun hari ini, ia benar benar berdiri menjadi pusat perhatian selama satu hari penuh
__ADS_1
"Kau mandi saja lebih dulu" ujar Alex yang langsung saja di iyakan Aliya
Begitu Aliya masuk ke kamar mandi, Alex memilih merebahkan dirinya di sofa. Tidak lama, Aliya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Ia berjalan mendekati Alex, kemudian mengguncang bahunya pelan
"Lex... Alex..."
"Mmm... kau sudah selesai?" tanya Alex dengan suara serak
"Sudah, sekarang giliranmu"
"Baiklah" Alex merubah posisi baringnya menjadi duduk. Ia bangkit dari kursi dan hendak menuju kamar mandi. Namun langkahnya seakan tertahan, matanya seakan tak bisa berpaling dari tubuh istrinya yang terbalut bathrobe. Menyadari hal itu, Aliya tidak merasa malu, ia justru melangkan semakin dekat dengan Alex, dan membusungkan dadanya
"Ada apa? Kau tergoda? Madi dulu saja agar bisa lebih puas memandangiku" goda Aliya
__ADS_1
Wajah Alex memerah mendengar penuturan Aliya. Tanpa menengok lagi, ia segera masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Aliya terlihat tersenyum lebar saat melihat reaksi suaminya saat melihatnya. Itu semua terlihat sangat lucu