
Setelah puas berjalan di pesisir pantai, Aliya dan Alex kembali menghampiri Bram dan Afifa di anjungan "Kalian lapar tidak? Bagaimana kalau kita mencari makan" ajak Aliya
"Tidak buruk" jawab Bram "Kau mau 'kan Sayang?" tanya Bram pada Afifa. Begitu mendapat persetujuan, Bram segera menuntun istrinya untuk mencari makan
Kedua pasangan itu berjalan beriringan mengunjungi satu stand ke stand yang lain untuk mencari keinginan mereka. Di pantai ini memang banyak tersedia jajanan. Mulai dari bakso, sate, rujak, dan masih banyak lagi. Dari kejauhan, Aliya melihat sebuah stand yang menjual makanan khas di tempat ini. Mereka segera mendekat, dan melihat lihat banner yang tergantung yang memperlihatkan menu makanan di tempat tersebut. Mereka memesan beberapa makanan paling favorit di tempat ini. Tidak lama, pesanan mereka datang
"Mba, bisa tolong jelaskan jenis makanan ini?" tanya Aliya dengan rasa keingintahuan yang luar biasa
"Boleh, jadi di menu pertama ada Pandap. Pandap adalah makanan khas masyarakat Lampung khususnya Pesisir Barat, dimana bahan utama dari makanan ini adalah ikan dan daun talas yang dibumbui lalu di kukus. Saat dibuka, makanan ini akan mirip dengan Pepes Ikan, tapi sebenarnya berbeda. Yang ini namanya Taboh Iwa Tapa, yang artinya Lodeh Ikan Asap" Sang pramusaji menjelaskan semua hidangannya secara rinci tanpa ada yang tertinggal.
Setelah selesai menjelaskan semuanya, Pramusaji tersebut pamit untuk masuk. Melihat Pramusaji itu pergi, Aliya langsung mengambil sendok, dan mencicip makanan didepannya satu persatu. Begitu makanan itu masuk ke mulut, Aliya menggelengkan kepala layaknya anak remaja saat merasa bahagia. Alex yang melihat kelakuan istrinya ikut mengambil sendok, dan menyuapkan makanan untuk Aliya, membuat Aliya sedikit terpaku, lalu di detik berikutnya ia membuka mulut dan menerima suapan dari suaminya
"Bagaimana, enak?" tanya Alex
__ADS_1
"Enak"
"Kalau begitu, ayo buka mulut lagi, biar aku suapi"
"Kau yakin? Lalu bagaimana kau akan makan?" tanya Aliya
"Aku akan menyuapimu dan aku sendiri secara bergantian"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Itu artinya kita berciuman secara tak langsung"
"Hm kenapa memangnya, kau ingin berciuman secara langsung, kemari biar aku berikan" Alex menarik kursi Aliya untuk lebih dekat padanya membuat Aliya terbelalak. Sedangkan Afifa, ia sudah menyembunyikan wajahnya di pelukan Bram demi menahan malu, sesekali ia juga akan mengintip sedikit demi memastikan apa yang terjadi antara Alex dan Aliya
__ADS_1
"Mmm Lex... aku rasa tidak perlu" ujar Aliya menghindar saat Alex sudah semakin dekat
"Kenapa? Aku hanya ingin mencium istriku, kenapa tidak perlu?"
"Malu, kita ditempat umum" bisik Aliya
"Baiklah, nanti kita melakukannya kalau sudah di rumah Om Gavin saja kalau begitu" ucap Alex membuat Aliya terbelalak kaget. Ia tidak tahu sebelumnya kalau suaminya ternyata semenyebalkan seperti ini. Ia yang sudah terlanjur malu, kembali menarik kursinya menjauh dari Alex. Namun ternyata semua diluar dugaan, saat ia menunduk hendak menarik kursinya menjauh, secara tiba tiba Alex melabuhkan ciuman di dahinya
"Lex..."
"Anggap saja pemanasan" ucap Alex enteng membuat Aliya merona
Bram dan Afifa saling pandang saat melihat keromantisan antara Kakak dan Ipar mereka. Jujur, mereka juga cukup terkejut melihat perubahan sikap Alex pada Aliya. Karena hari ini Alex terlihat sangat senang menggoda Aliya, bahkan membuat Aliya tersipu malu. Namun apapun itu, mereka jelas bahagia saat melihat hubungan Alex dan Aliya yang sudah semakin membaik
__ADS_1