Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 114


__ADS_3

Semua orang telah selesai membersihkan diri walau secara bergantian. Bahkan mereka juga sudah melakukan sarapan tadi, dan kini mereka tengah berada di ruang keluarga. Terlihat Bram dan Afifa, Aliya dan Alex, serta Tante Daffina dan Om Gavin duduk bersama di ruang keluarga. Sedangkan Sabila, semenjak ia libur kuliah, ia memutuskan untuk ikut Aaron bekerja


"Kalian akan ke mana hari ini?" tanya Tante Daffina


"Kami belum ada rencana Tan" jawab Aliya


"Belum ada rencana ya? Bagaimana kalau kita ke pantai krui saja. Tante dan Om juga kebetulan akan ke sana hari ini" ucap Tante Daffina


"Aku mau Tan" jawab Aliya cepat, dan tentu saja Alex juga ikut mengangguk setuju


"Bagaimana, kita ikut atau tidak?" tanya Bram, sebab ia tahu kalau istrinya sangat tidak suka dengan hal semacam ini


"Aku rasa itu tidak buruk, kita ikut saja ya" pinta Afifa


"Baiklah"

__ADS_1


*


Krui merupakan pusat keramaian di Kabupaten Pesisir Barat. Memiliki pantai yang indah dengan ombak besar yang begitu menawan, menjadikannya pantai dengan ombak terbaik di dunia. Selain itu, pantai Krui juga dikenal sebagai salah satu spot surfing terbaik yang mendunia.


Mobil yang membawa mereka telah tiba di Krui, tepatnya di pantai Labuhan Jukung. Aliya dan Afifa turun dari mobil dibantu oleh suami mereka masing masing. Setelah turun, mereka mengikuti langkah Om Gavin dan Tante Daffina menuju sebuah anjungan yang tersedia di sepanjang pantai ini. Mereka duduk bersama di anjungn tersebut dengan beralaskan tikar, sembari memandang para peselancar yang terlihat begitu lihai memainkan papan selancar mereka


"Kenapa Tante dan Om tidak membuat rumah di sini saja? Padahal di sini dekat bandara, pantainya juga sangat bagus" ucap Aliya


"Iya, pantai di sini sangat bagus" timpal Afifa


"Oh iya Tan, kalau tidak salah, kemarin aku melihat Tante memasak menggunakan kayu bakar, apa itu juga termasuk tradisi?" tanya Aliya, teringat akan apa yang ia lihat kemarin saat Tante Daffina memasak


"Tidak, itu bukan tradisi, tapi sebagian orang Lampung percaya bahwa asap dari kayu bakar bisa membuat kayu kayu rumah menjadi lebih kokoh. Lagipula Tante juga tidak selalu memasak menggunakan kayu bakar, terkadang Tante juga menggunakan kompor agar lebih praktis. Cuma, demi untuk menjaga rumah utama, akhirnya sesekali Tante memakai kayu bakar" jelas Tante Daffina


Ya, tentu saja Tante Daffina tidak mau terus menerus menggunakan kayu bakar, karena tubuhnya bisa berbau asap nanti. Bahkan diawal pernikahan, ia sama sekali tidak bisa memasak, mengingat profesinya sebelum menikah adalah seorang penyanyi, membuatnya sama sekali tidak mengenal dapur. Namun setelah menikah, ia mulai membiasakan diri untuk memasak dan memberikan hidangan untuk keluarganya dengan hasil tangannya sendiri

__ADS_1


Setelah mengantar Aliya, Afifa dan suami mereka untuk mengunjungi pantai ini. Om Gavin dan Tante Daffina berpamitan pergi sebentar untuk menemui kerabat mereka. Sedangkan dua pasangan itu tetap berada di pantai


Semilir angin yang menerpa membuat helaian rambut Aliya dan Afifa terbang terbawa angin pantai. Aliya dengan segala keberaniannya mengajak Alex untuk mendekat ke bibir pantai, dan bermain pasir sembari tertawa riang saat kaki mereka terkena ombak pantai. Mereka benar benar terlihat bahagia saat ini, sebab Aliya selalu menampilkan wajah berseri sembari menikmati suasana pantai. Terkadang keduanya akan maju seakan menantang ombak, lalu setelah ombak semakin dekat, maka mereka akan mundur menghindari ombak dengan tertawa bersama. Ya, benar benar sebahagia itu


Sedangkan disisi lain, Afifa dan Bram yang masih duduk di anjungan terlihat tersenyum saat melihat Kakak mereka terlihat bahagia. Ya, ini adalah pertama kalinya bagi mereka melihat tawa lepas dari Aliya dan juga Alex. Karena selama ini, huru hara rumah tangga, selalu menerpa pernikahan mereka. Namun tadi malam, Afifa dan Bram tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan Alex dan Aliya, membuat Afifa dan Bram bisa menyimpulkan jika hubungan antara Alex dan Aliya sedang dalam tahap perbaikan


"Aku bahagia saat melihat saudaraku bahagia" ucap Afifa "Bagaimana denganmu?" tanyanya pada suaminya


"Aku bahagia saat istriku bahagia" ucap Bram sembari mengedipkan matanya


"Dasar tukang gombal"


"Tidak, ini bukan gombalan, ini serius. Memastikan kebahagiaan orang yang aku cintai adalah tujuanku, dan kau adalah satu satunya wanita yang aku cintai, itulah sebabnya kebahagiaanku adalah melihat bahagiamu"


Afifa tersentuh dengan ucapan Bram, tanpa banyak kata, ia menghambur kedalam pelukan Bram "I love you Hubby"

__ADS_1


"I love you more"


__ADS_2