
Afifa meraih kotak yang di sodorkan Bram, kemudian membukanya. Seketika mulutnya terbuka lebar saking terkejutnya saat melihat dua buah cincin di dalam sana. Ia lantas melirik Bram yang tersenyum begitu tulus padanya
"Bram, ini..."
Bram mengangguk, kemudian meraih satu buah cincin dari dalam kotak tersebut. Ia memperlihatkan detail dari cincin itu. Dimana di balik cincin itu tertulis inisial nama mereka berdua. Cincin milik Afifa memiliki inisial huruf B sedangkan milik Bram berinisial A
"Apa kau benar benar tidak bisa menyimpulkan perasaanku dengan semua sikapku selama ini?" tanya Bram yang hanya di jawab gelengan oleh Afifa "Apa kau ingat pertemuan kita di parkir kampus saat hari pertama ospek? Aku mencintaimu sejak hari itu. Wajah anggunmu berhasil membuat aku terpesona, dan tidak bisa berpaling dengan wanita lain. Dari dulu hingga sekarang, hanya ada namamu di sini" tunjuk Bram pada dadanya
"Bolehkah aku percaya?" tanya Afifa
"Kenapa tidak" Bram meraih jemari Afifa, dan memasangkan cincin tersebut di jari manisnya "Aku sangat mencintaimu" ucap Bram sembari mengecup tangan Afifa yang sudah di lingkari cincin pernikahan mereka
__ADS_1
"Lalu kenapa selama ini kau tidak mengungkapkannya?" nampaknya Afifa sedikit penasaran dengan alasan Bram, sebab jika benar Bram telah mencintainya sejak lama, lalu kenapa laki laki ini hanya diam, tanpa berniat mengungkapkan perasaan padanya
"Alex..."
"Alex?"
"Ya, sejak pertemuan kita di parkir saat itu, aku sering menceritakan tentang dirimu pada Alex, dan dia selalu menjadi pendengar yang baik dalam ceritaku. Lalu beberapa hari kemudian, ia juga mengatakan padaku bahwa ia juga tertarik pada seorang gadis yang ia temui hari itu, dan dia sempat berkenalan denganmu, dia juga mengucap siapa namamu. Afifa, nama itu yang dia ucapkan. Awalnya aku biasa saja, karena aku belum sempat berkenalan denganmu dan belum tahu siapa namamu, sehingga aku tidak menyadari bahwa gadis yang Alex sukai adalah gadis yang menjadi incaranku" jelas Bram
"Lalu?"
"Kenapa kau mudah sekali menyimpulkan bahwa aku menyukai Alex? Kenapa kau tidak bertanya dulu apakah aku memang menyukai Alex atau tidak" ucap Afifa
__ADS_1
"Memangnya kalau saat itu aku mengungkapkan perasaanku padamu, apakah kau bersedia meninggalkan Alex demi aku?" tantang Bram
"Kenapa tidak. Dengar, aku juga sama terlukanya denganmu. Kau tahu, aku juga sudah menyukaimu sejak pertemuan pertama kita, tapi aku ini seorang wanita, kodratku adalah menunggu bukan mengejar. Itulah mengapa, saat Alex mendekatiku, aku berpikir untuk belajar mencintainya saja, karena aku pikir mungkin dia adalah jawaban dari penantianku. Tapi dimana ada Alex, di sana ada kau, dan setiap bertemu denganmu, aku tidak pernah bisa menumbuhkan cintaku untuk Alex walau sekecil apapun, karena aku sudah benar benar jatuh dalam pesonamu" ungkap Afifa
Mendengar penuturan Afifa, senyum Bram terlihat sangat mengembang. Ia sedikit tidak percaya dengan ucapan Afifa bahwa Afifa sudah menyukainya sejak pertemuan pertama mereka. Apakah Bram boleh menyimpulkan bahwa mereka telah saling mencintai sejak hari pertama bertemu?
"Fa, apakah kau serius?" tanya Bram
"Aku serius, aku mencintaimu Bram"
Senyum Bram kian terlihat lebar. Ia lantas kembali bangkit dari duduknya dan membawa Afifa ke dalam pelukannya, dan membawanya berputar putar. Tawa keduanya terdengar begitu keras, terutama Afifa. Tadinya ia pikir cintanya hanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi nyatanya cinta yang ia miliki di balas sama besar oleh Bram
__ADS_1
"Aku mencintaimu Afifa Andini Dirgantara"
"Aku juga"