
Mama Rengganis dan Aliya mengantar kepergian suami mereka menuju kantor sampai ke pintu utama. Begitu mobil yang di kendarai Tuan Alan dan Alex menjauh, kedua wanita itu saling tatap dan tersenyum bersamaan. Mama Rengganis segera menutup pintu, lalu mengajak menantunya duduk di sofa ruang tamu
"Bagaimana? Kau dapat kartunya?" tanya Mama Rengganis
"Tentu saja" Aliya mengeluarkan kartu hitam milik suaminya dari dadanya. Membuat Mama Rengganis sedikit menatap jijik. Namun melihat kartu hitam yang akan memanjakan mereka itu, Mama Rengganis segera meraihnya dan tersenyum senang.
"Kalau begitu, mari kita shoping" seru Mama Rengganis
*
"Al lihat, ini bagus 'kan?" Nyonya Rengganis memperlihatkan tas yang ada di tangannya
"Bagus Ma, mama suka? Ambil saja" ujar Aliya santai
"Oh Sayang, kau memang menantuku terbaik. Kalau begitu Mama beli ini juga ya" tunjuk Nyonya Rengganis pada tas lainnya
"Ambillah"
Nyonya Rengganis tentu tersenyum senang mendengar jawaban menantunya. Beruntungnya ia memiliki menantu yang memiliki hobi yang sama, sekaligus bisa diajak kerja sama. Karena ia bisa berbelanja sesuka hati, dengan kartu kartu berharga milik suami dan putranya
__ADS_1
Sedangkan Aliya, ia tersenyum melihat tingkah Ibu Mertuanya yang begitu amat bahagia. Ia juga ikut melihat lihat koleksi tas yang ada di sana, tapi entah mengapa tidak ada satu 'pun tas yang menarik perhatiannya. Sedari tadi, ia hanya melihat, memegang, lalu di letakkan lagi, itu saja berulang ulang
"Al kau membeli apa?" tanya Nyonya Rengganis
"Tidak membeli apa apa Ma, lagi kurang mood"
"Kau yakin? Di sini banyak pilihan tas bagus padahal" ucap Nyonya Rengganis
"Sudahlah, apa belanjaan Mama sudah selesai?" tanya Aliya
"Sudah, lagi di hitung" tunjuk Mama Rengganis pada meja kasir
"Ya sudah, ayo kita bayar"
"Al, kau sedang apa?" tanya Nyonya Rengganis saat melihat menantunya berdiri di depan toko busana pria
"Aku ingin membelikan pakaian untuk Alex Ma, tapi aku tidak tahu dia sukanya apa"
Nyonya Rengganis menatap arah tatapan menantunya, lalu di detik berikutnya ia tersenyum saat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya "Mama bantu saja, bagaimana?"
__ADS_1
"Mama tahu kesukaan Alex?"
"Tentu saja, Alex itu anak Mama jika kau lupa"
"Ahh iya benar, aku melupakannya" Aliya menepuk dahinya pelan dengan tawa renyah, setelah itu ia mengikuti langkah Mama Mertuanya yang tampak memilih kemeja
"Ini, setahu Mama, Alex sangat suka warna biru dan dan hitam. Menurutmu pilih yang mana?" Nyonya Rengganis menunjukkan dua kemeja yang menjadi pilihannya
"Biru dan hitam lagi?"
"Ya, mau bagaimana lagi, suamimu 'kan memang tidak banyak suka dengan warna warna lain. Bahkan warna putih yang paling netral saja dia tidak suka"
Deg
Dada Aliya terasa mencelos saat Mama Rengganis mengatakan bahwa Alex tidak menyukai warna putih. Lalu jika memang Alex tidak menyukai warna putih, kenapa pagi tadi Alex justru memilih kemeja putih untuk ia kenakan. Selama ini, Alex memang sering sekali memakai warna biru dan hitam secara terus menerus, dan tadinya Aliya pikir, ia ingin melihat suminya sesekali memakai pakaian berwarna lain. Namun ternyata niat baiknya justru di tolak, dan Alex memilih warna baju lain, yang ternyata berwarna putih
"Al... hei, bagaimana, mau yang biru atau yang hitam?" tanya Mama Rengganis saat melihat Aliya bengong
"Ha? Warna apa ya Ma, Aliya jadi bingung" Aliya menggaruk kepalanya
__ADS_1
"Mmm kalau begitu, kita ambil dua duanya saja bagaimana, daripada bingung 'kan?" ujar Nyonya Rengganis
"Ya sudah, dua duanya saja"