
"Kami berangkat Bun" pamit Afifa
"Iya Nak, hati hati"
Mobil Bram telah melaju meninggalkan kediaman Dirgantara. Tujuan mereka kali ini adalah rumah besar keluarga Wijaya, untuk bersilaturahmi dengan keluarga tersebut. Ya, sebagai anak yang di besarkan dalam keluarga Wijaya, Bram sangat amat menghargai dan menyayangi Om dan Tantenya, apalagi sepupunya, Alex. Tidak begitu lama, akhirnya mobil yang di kemudikan Bram telah memasuki gerbang kediaman Wijaya. Begitu mereka keluar dari mobil, terdengar teriakan nyaring dari arah pintu utama, siapa lagi pelakunya jika bukan Nyonya Rengganis yang super heboh
"Pa... papa... menantu kita sudah sampai" teriak Nyonya Rengganis, ia segera menyambut kedatangan keponakan dan istrinya, lalu memeluk mereka bergantian "Oh Ya Tuhan, mimpi apa aku sampai sampai do'a ku di kabulkan" ucap Nyonya Rengganis
"Memang apa do'a Tante?" tanya Bram
"Tentu saja agar kau segera menikah, dan yang lebih membahagiakan lagi adalah, Tante akan mendapatkan dua menantu sekaligus, dan mereka kembar" seru Nyonya Rengganis
Bram hanya tersenyum menanggapi kegembiraan Tantenya. Ia lantas melenggang masuk, meninggalkan sang Tante yang masih belum usai dengan segala kehebohannya. Begitu tiba di dalam, terlihat Alex yang berjalan mendekatinya
__ADS_1
"Hai Bro" sapa Bram
"Dengan siapa kau kemari?" tanya Alex
Bram yang di tanya demikian menjadi salah tingkah sendiri. Sebab, ia tahu jika dulu Alex mencintai Afifa, bahkan mungkin hingga sekarang. Entah mengapa, Bram seakan merasa mengkhianati sepupunya ini sekarang
"Dengan istrimu?" ucap Alex saat melihat Nyonya Rengganis berjalan masuk bersama Afifa. Ya ia sudah tahu jika Afifa dan Bram sudah menikah, karena Mamanya yang bercerita
"Hei, anak anak nakal, sedang apa kalian?" tanya Nyonya Rengganis saat melihat anak dan keponakannya di ujung tangga
"Oh... Ya, kau memang harus mengucapkan selamat pada mereka, karena mereka tidak pernah gebar gebor dengan hubungan, tapi tiba tiba menikah. Itu lebih bagus, daripada kau, tidak menikah jika tidak di jodohkan. Menyusahkan sekali"
"Iya, selamat ya Fa atas pernikahan kalian"
__ADS_1
"Terima kasih"
"Mmm dimana Papamu?" tanya Nyonya Rengganis, sebab ia tidak melihat keberadaan suaminya di ruangan itu
"Ada, barusaja mau mandi katanya" jawab Alex
"Ish, kalau bukan karena cinta, sudah aku tukar tambah saja suamiku itu. Padahal aku sudah memintanya mandi lebih pagi agar bisa menyambut menantuku, tapi dia malah asik bermain dengan burung burungnya itu"
"Tante seperti tidak tahu Om saja, hidup Om mana bisa tenang jika belum mengajak burung burung peliharaannya itu mengobrol" Bram ikut menimpali, dan mendekat pada Afifa sembari memeluk pinggangnya
"Kau apa apaan, jangan pegang menantuku, dasar anak nakal" Nyonya Rengganis menyingkirkan tangan Bram
"Tapi dia istriku Tan"
__ADS_1
"Siapa bilang dia istrinya tetangga. Sudahlah, kau bermainlah dengan Alex dulu, istrimu milik Tante hari ini. Tante akan mengenalkannya dengan tas tas branded Tante, agar dia juga ketularan suka branded, supaya uangmu itu juga berguna, tidak hanya tertimbun saja di kartu"
Nyonya Rengganis segera membawa Afifa menuju kamar khusus dimana ia menyimpan barang barang branded miliknya. Sedangkan dua laki laki yang berada di rung keluarga, mereka sedikit kikuk berada dalam satu ruangan saat ini. Jika biasanya mereka akan biasa saja, dan akan berbicara layaknya sepupu pada umumnya, tapi kali ini berbeda. Entah mengapa mereka sama sama merasa kikuk sekarang