
Begitu tiba di rumah, Aliya mengambil jajanannya dan masuk ke kediaman Wijaya. Terlihat Mama Rengganis dan Papa Alan yang duduk di ruang keluarga dengan begitu romantis. Dimana Mama Rengganis duduk bersandar pada dada sang suami dan menatap layar ponsel suaminya yang menayangkan film favorit mereka
"Sore Ma" sapa Aliya
"Sore, Sayang. Kalian baru pulang?" tanya Mama Rengganis saat melihat putranya yang menyusul
"Iya Ma. Oh iya, ini aku ada jajanan, Mama mau?"
"Apa itu?"
"Ada cilor, cilok, cilung, ada macam macam, tinggal pilih Mama suka yang mana"
"Ahh Sayang, itu makanan jenis apa? Apa tadi, Cilok?" tanya Mama Rengganis heran
"Iya, aci di colok" jelas Aliya "Aku rasa Mama harus mencobanya. Aku sering memakan ini, dan rasanya enak" Aliya menaruh jajanannya di meja "Ini, Papa juga harus coba"
Aliya membuka plastik makanan itu satu persatu, dan mulai memakannya. Sementara Mama Rengganis, Papa Alan dan Alex sedikit ngeri melihat makanan yang Aliya makan itu. Karena terlihat sekali makanan itu tampak memerah karena cabai keringnya
__ADS_1
"Al, apa itu tidak pedas?" tanya Mama Rengganis, ia ngilu sendiri melihat menantunya yang memakan jajanan tersebut dengan lahap
"Tidak, ayo Mama coba dulu" Aliya menggeser makanan itu ke hadapan kedua mertuanya. Ia lalu beralih pada suaminya dan menyodorkan makanan yang tadi ia makan "Mau coba juga?" tanya Aliya
Meski ragu, akhirnya Alex membuka mulutnya dan memakan suapan dari Aliya. Begitu masuk mulut, jajanan dengan bumbu permicinan khas itu terasa begitu pas di lidah Alex. Bahkan, setelah makanan di mulutnya habis, ia mengambil lagi dan lagi
"Ayo, Mama dan Papa harus mencoba ini" tawar Alex
Dengan ragu, Mama Rengganis mengambil satu tusuk telor gulung lalu memakannya sedikit. Benar saja, rasa dari jajanan itu memang cukup enak, dan Mama Rengganis menyukai itu. Tanpa terasa mereka memakan semua jajanan yang di bawa Aliya dengan lahap, hingga habis tak bersisa
Setelah memakan berbagai jenis jajanan tadi. Aliya dan Alex segera menuju kamar mereka. Aliya meregangkan otot sejenak, lalu membantu suminya untuk melepas pakaian kantor
"Al, selama beberapa hari ke depan, aku mungkin akan ke luar kota, urusan pekerjaan" ucap Alex sembari melepas dasinya
"Hm, pergilah. Hati hati di jalan"
Dahi Alex mengernyit mendengar jawaban yang di lontarkan istrinya. Mengapa jawaban itu begitu amat pasrah tanpa bantahan. Padahal biasanya Aliya pasti akan meminta untuk ikut dengannya, walaupun pada akhirnya berakhir dengan penolakan darinya
__ADS_1
"Kau tidak ingin ikut?" tanya Alex penasaran
"Memang kau mengizinkan? Bukankah selama ini kau tidak suka diikuti kemanapun" jawab Aliya santai
"Tapi kali ini aku ingin mengajakmu"
Aliya mengangkat pandangannya begitu mendengar ucapan suaminya "Untuk apa?"
"Menemani aku selama di sana. Aku berangkat tidak membawa sekretaris, karena memang ini bukan sesuatu yang begitu serius. Aku hanya satu hari mengerjakan urusan kantor, selain dari itu, mungkin aku akan berlibur di sana. Bagaimana, kau mau ikut 'kan?"
"Memang kapan berangkatnya?" tanya Aliya datar, padahal sebenarnya ia ingin melompat girang saat ini juga karena suaminya meminta dirinya untuk ikut
"Mungkin lusa. Kita akan menghabiskan satu minggu di sana, aku sudah menyiapkan semuanya, karena kita akan sekalian honeymoon"
"Ho-honeymoon?"
Alex mengangguk sembari tersenyum yakin "Iya, bulan madu. Aku ingin pernikahan kita benar benar seperti pernikahan orang lain, dan aku akan mencoba untuk memulainya"
__ADS_1