Takdir Cinta Twins D

Takdir Cinta Twins D
Bab 78


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Alex


"Istri anda baik baik saja Pak. Ini hal yang wajar terjadi pada ibu hamil muda, itu semua terjadi karena perubahan kadar hormon dalam tubuh ibu hamil" jelas Dokter


"A-apa Dok? Hamil?" tanya Alex terbata


"Benar Pak, istri anda sedang hamil. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kehamilannya, anda bisa membawa istri anda untuk cek ke rumah sakit" jelas Dokter "Kalau begitu, saya pamit Pak, mari"


Tuan Alan mengantar Dokter keluar. Sedangkan Alex, ia tampak diam di tempat dengan pandangan yang tidak teralihkan dari istrinya yang masih belum sadarkan diri. Usapan di bahunya membuat Alex sadar akan kehadiran sang Mama di belakangnya


"Selamat untuk kehamilan istrimu Nak"


"Ma... istriku hamil?" tanya Alex tak percaya


Nyonya Rengganis mengangguk dengan seulas senyum tipis. Namun matanya terlihat berkaca kaca. Ya, Nyonya Rengganis merasa sedih atas keadaan pernikahan anak dan menantunya. Sebab, kabar bahagia yang mereka nanti nantikan justru baru datang di saat rumah tangga mereka tidak baik baik saja


Eugh


Aliya meleguh kala kesadaran menghampirinya. Ia memejamkan mata berulang kali sebab rasa pusing benar benar menderanya saat ini. Meski matanya belum sepenuhnya terbuka, tapi ia bisa melihat dengan jelas keberadaan Papa Alan, Mama Rengganis, dan Alex di kamarnya

__ADS_1


Alex yang melihat istrinya sadar, dengan segera duduk di bibir ranjang "Al, apa ada yang kau keluhkan?" tanya Alex


Aliya mencoba memaksa untuk membuka matanya, ia melihat kearah Mama Rengganis tanpa menghiraukan pertanyaan suaminya "Ma..." panggil Aliya


Nyonya Rengganis dan Tuan Alan saling pandang, lalu tanpa banyak berkata lagi, Nyonya Rengganis segera mendekati menantunya "Ada apa Nak, apa kau membutuhkan sesuatu? Apa kepalamu masih pusing?"


Aliya menggeleng, ia kemudian menatap Papa Alan yang masih berdiri di tempat semula "Pa, Ma... aku mohon izinkan aku pulang ke rumah Ayah dan Bunda"


Nyonya Rengganis menatap suami dan putranya bergantian, lalu kemudian tatapannya kembali terarah pada Aliya "Al, apa keputusanmu tidak terlalu cepat? Kita masih bisa menyelesaikan ini baik baik Nak"


"Izinkan aku pulang Ma. Aku sudah tidak sanggup"


"Al, kau mau pulang ke mana Nak? Ini rumahmu Sayang, kau adalah menantu kami" ucap Nyonya Rengganis


"Tapi Nak..."


"Ma, biarkan aku dan Aliya sendiri" pinta Alex


Nyonya Rengganis mengangguk, dan langsung menggandeng suaminya untuk keluar. Begitu keduanya keluar, Alex berusaha menggapai tangan istrinya dan hendak menggenggamnya. Namun tepisan kasar tangan Aliya membuat Alex tidak lagi bisa menjangkaunya

__ADS_1


"Al, maafkan aku"


"Ceraikan aku!"


"Al..."


"Aku sudah berusaha meluluhkan hatimu agar mencintaiku. Tapi sampai detik ini, kau sama sekali tidak memiliki rasa kepadaku. Aku pikir, dengan menyerahkan diriku seutuhnya padamu akan membuatmu luluh dan menerimaku, tapi nyatanya aku salah. Kau bersedia menyentuhku hanya untuk menyalurkan na*su bejadmu. Kau sama sekali tidak bisa menerima aku" ucap Aliya "Lalu sekarang, apa yang harus kita pertahankan dari pernikahan gila ini?"


"Anak. Kita sudah memiliki dia" tunjuk Alex pada perut Aliya "Dan itu akan menjadi alasanku menahanmu untuk tetap berada di sisiku"


"A-nak?"


"Ya, anak kita Al"


"Kau jahat Alex, kau penjahat. Aku membencimu" raung Aliya "Aku membencimu"


"Tidak Al, jangan lakukan ini atau itu akan berimbas pada kandunganmu"


"Diam kau Alexander! Dengarkan aku, aku tidak sudi memiliki anak dari laki laki bejad sepertimu, kau penjahat"

__ADS_1


"Tidak Al, jangan katakan itu" mohon Alex


"Kau penjahat Alex, kau penjahat" ucap Aliya kian melemah, lalu di detik berikutnya ia kembali tak sadarkan diri


__ADS_2