
Apa yang Oppa katakan membuat aku tersenyum bahagia. Hingga tanpa aku sadari, Mobil itu sudah sampai di depan restoran pelangi. Salah satu tempat yang selalu menjadi saksi pertengkaran dan berdekatan yang tidak jelas antara kami berdua.
Setelah mobil itu terparkir sempurna, Pak Devano membukakan pintu mobi untukku. Serta membukakan safety belt yang masih menempel di tubuhku. "Terimakasih, Oppa" ujarku sambil mengangkat kedua sudut bibir ku
"Sama-sama sayang" Balas nya sembari menggandeng tanganku yang terasa sangat lembut. Gandengan itu sudah menjadi sebuah kebiasaan yang selalu mampu membuatku merasa nyaman.
Kami berdua berjalan secara beriringan masuk ke dalam restoran itu. Ada rasa tidak enak saat tatapan semua pengunjung beralih pada kita berdua. Tapi biarlah, Untuk saat ini aku tidak ingin memikirkan bagaimana pendapat orang lain terhadap aku dan juga pak Devano.
Kami pun duduk di salah satu kursi yang ada di tengah, Karna memang hanya tersisa satu meja di antara banyak meja.
"Sayang, Mau pesan apa? " tanya pak Devano sambil memperlihatkan buku menu itu padaku"Eemmm, Aku pesan ayam garlic aja, Oppa. Sama minumnya jus alpukat " balasku sambil mengangkat kedua sudut bibirku.
"Itu aja? Tumben gak pesan ayam mentega? Bukan kah itu makanan kesukaan kamu di sini ya?" tanya nya. Karna memang biasanya setiap kali datang ke tempat ini, Makanan yang selalu aku pesan adalah ayam mentega. entah kanapa makanan itu selalu mampu membuat aku ketagihan dan nambah lagi.
Aku menggeleng"Tidak, Oppa. Untuk kali ini aku pengen nyoba ayam garlic. Dari gambarnya seperti nya enak" balasku. Entah kenapa saat melihat gambar menu ayam garlic membuatku ingin mencobanya. Padahal sudah sering datang kesini. Dan hanya kali ini tatapanku tertarik pada makanan itu.
"Baiklah"
"Mbk, Saya pesan ayam garlic nya 2 porsi ya. Sama jus jeruk 1, Jus alpukat juga satu. Sudah itu saja" kata pak Devano sambil menoleh pada waiters yang sejak tadi menunggu kami mau pesan apa.
"Baiklah, Pak. Mohon tunggu ya" gumamnya dan langsung berlalu dari sana.
Di saat kami berdua masih menunggu makanannya datang, Tiba-tiba saja ada hal yang seketika membuat mood ku sangat hancur. Niat kesini untuk makan siang, malah terjadi hal yang tak pernah kita duga sebelumnya.
Gara-gara kejadian malam itu yang membuat kami berdua sempat menjadi trending topik, Ternyata masih berlanjut hingga saat ini. Tanpa sengaja aku mendengar salah satu dari mereka membicarakan perihal hubungan pak Devano dan juga Ratna. Bahkan mereka mengatakan jika hubungan pak Devano dan Ratna berakhir karna ku. Intinya mereka mengatakan aku sebagai orang ketiga.
Astaga, Apa ini? Kenapa malah terjadi hal yang sama sekali tak pernah sedikitpun terbesit dalam benakku. Tapi sungguh, Apa yang aku dengar dari mereka membuat hatiku terasa sangat sakit. Karna aku bukan perebut.
"Eh, Itu bukannya Devano wardana ya, Itu kan wanita yang kemarin ada di TV. Yang sempat viral itu loh" ucap salah satu dari mereka sambil menunjuk ke arah kami.
__ADS_1
"Eh iya, Jangan-jangan hubungan Dia dengan Ratna hancur gara-gara wanita itu. Iiihhh menyedihkan sekali, Cantik-cantik kok jadi pelakor ya. Memang sih lebih cantik dari pada Ratna, Tapi kok kayak gak ada laki-laki lain saja" timpal satunya.
Mendengar itu membuatku membuka lebar kedua mataku. Apa ini? Kenapa tiba-tiba saja mereka berkata seperti itu.
"Iya, Sangat di sayangkan hubungan Ratna dengan pria itu harus berakhir. Padahal kan mereka berdua sudah pasangan paling cocok menurut saya" timpal satunya lagi.
Pak Devano yang mendengar itu membuatnya ingin menghampiri mereka, Tapi aku cegah karna ini adalah tempat umum. Aku tidak mau nama baiknya rusak hanya karna hal itu.
"Apa-apaan mereka. Perlu aku kasih pelajaran" ucapnya dan hendak bangun dari duduknya.
"Jangan, Oppa. Ingat, Jangan sampai hanya karna hal ini nama baik mu jadi hancur. Biarlah mereka mau berkata apa, Yang penting kenyataannya tidak seperti itu" balasku sambil menahan tangan pak Devano agar tetep diam.
"Tapi sayang. Apa yang mereka katakan itu salah besar. Dan aku tidak akan membiarkan mereka salah berasumsi. Semua itu tidak benar, Kamu bukan perebut" balas pak Devano sambil menatapku.
"Sudah, Aku tidak masalah biarpun mereka mau berkata apa tentangku. Nanti kalau sudah lelah akan berhenti sendiri. Biarlah. Anggap saja untuk saat ini kita tidak mendengar apa-apa. Ingat, Jangan gegabah, Karna nama baik keluarga mu masih aku utamakan, Oppa" balasku sambil berusaha menampakkan raut wajah biasa saja. Padahal sebenarnya aku pun ingin mengamuk. Tapi aku masih mikir, Hal yang lebih besar akan terjadi jika sampai hari ini bikin gempar tempat ini.
Pak Devano akhirnya menurut. Dia tak menghiraukan apapun yang di dengar dari mereka. Hingga satu perkataan yang seketika langsung mampu membuat berdiri dan bikin kaget seluruh isi restoran itu.
"Denger-denger katanya dia hanyalah mantan asisten nya di kantor. Jadi kemungkinan besar dia hanyalah ****** yang ingin numpang hidup enak pada keluarga Wardana. Dasar tidak tau diri" timpal satunya sambil melirik sinis ke arahku.
Brrakkkkkk
Suara keras itu seketika langsung mampu membuat mereka menghentikan apa yang mereka bicarakan tentangku. Bahkan bukan hanya mereka, Aku pun merasa sangat terkejut saat mendengar suara keras itu.
"STOOOP MEMBICARAKAN ISTRI SAYA!!! " ucap pak Devano dengan penuh penekanan sambil menatap pada meja mereka. Karna memang kebetulan yang sejak tadi membicarakan kami berdua bukan hanya dua orang, Melainkan ada kurang lebih 6 orang di sana.
Suara bentakan pak Devano langsung mampu mereka terdiam. Tapi ada salah satu dari mereka yang seperti nya begitu ingin membuatku malu.
"Kenapa? Bukan kah itu benar? Istri kamu itu hanyalah seorang ****** yang ingin numpang hidup enak pada keluarga Wardana, Bukan?" ucap salah satu orang di sana.
__ADS_1
"Tutup mulut Anda, Anda tidak punya hak untuk mengatakan istri saya sebagai ******. Karna dia jauh lebih terhormat dari pada kalian. Bahkan dia juga bisa MEMBELI KEHORMATAN KALIAN" ucap pak Devano dengan penuh penekanan sambil menatap tajam pada arah mereka.
"Apa!!! Hei Devano Wardana. Apa Anda tau siapa suami saya?"
"Tidak, Dan saya tidak ingin tau" jawab Devano dengan nada dinginnya
"Kamu harus tau, Karna suami saya adalah wakil direktur di perusahaan paling maju no 2 di Indonesia. Bahkan Wardana grup masih ada di bawahnya" kata wanita itu dengan sombongnya.
"OOHH" Dan hanya kata ooh yang keluar dari mulut oppa. Membuat wanita itu terlihat sangat kesal.
"Kamu pasti tau bukan perusahaan ND Corp?" ucapnya lagi.
Mendengar nama ND Corp membuatku teringat akan perusahaannya papa yang ada di indonesia. Yang memang untuk saat ini papa percayakan pada salah satu orang kepercayaan nya. Karna papa dan mama masih sibuk dengan perusahaan mereka yang ada di Tokyo.
Sebenarnya papa ingin aku yang menjadi direktur di sana, Hanya saja aku menolak. Karna masih belum terlalu siap untuk menjadi seorang pemimpin di usiaku yang masih 19 tahun. Terlebih lagi kuliahku masih belum tamat.
"Saya tidak perduli siapapun suami anda. Satu hal yang harus anda ingat, Saya tidak Terima dengan perkataan anda yang mengatakan istri saya ******. Lihat apa yang bisa saya lakukan" kata pak Devano lagi.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang. Suaranya begitu familiar menerpa indra pendengaran ku.
"Ada apa ini?" ucap orang itu yang baru saja tiba
"Selamat siang, Tuan Sky. Senang bisa bertemu dengan anda" ucap wanita tadi sambil menundukkan wajahnya.
Mendengar nama Sky membuatku ikut menoleh ke ambang pintu. Papa, Kenapa papa bisa ada di sini? Batinku.
"Tadi saya dengar ada keributan di sini. Ada masalah apa? " ujar papa sambil menatap pada wanita tadi.
"Begini, Tuan. Tadi ada seseorang yang menyepelekan kekuasaan perusahaan ND Crop" ujarnya berbohong.
__ADS_1
Papa menoleh ke arahku. Dia langsung berjalan mendekat dan langsung memelukku"Sayang, Kamu tidak apa-apa kan? Katakan pada papa, Siapa yang sudah sangat berani mengatakan anak kesayangan papa sebagai ****** gak tau diri? Hmmm. Ayo katakan sayang" kata papa sambil memelukku dan membelai lembut rambutku.
Sekilas aku menatap pada wanita yang sejak tadi merendahkan ku. Ku lihat wajahnya seketika menjadi pusat pasi saat mendengar jika Sky adalah papaku.