
Dtttttt
Dtttttt
Dttttt
Suara dering ponsel membuat Devano sedikit terkejut. Pria itu sejak tadi fokus untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya yang masih belum selesai. Dengan sangat terpaksa, Devano harus kembali menutup laptopnya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Devano mengerutkan keningnya saat melihat nama Andre yang tertera di layar ponsel itu. Untuk apa Andre menghubunginya kembali. Pikirnya.
Karna di sana ada Nasira dan juga Dito, Devano memutuskan untuk tidak menjawab panggilan itu, Namun Devano langsung mengirimkan pesan pada Andre. Karna merasa cukup penasaran kenapa Andre menghubunginya.
[ Jangan menelfon, Aku sedang bersama dengan Nadira. Ada apa? ] send
Pesan yang Devano kirim langsung berubah menjadi biru, Dan itu menandakan jika Andre langsung membaca pesannya.
Dtttttt
Dttttt
[ Berhati-hatilah. Karna orang-orang Adam saat ini sedang berkeliaran untuk menjalankan tugas baru dari Adam. Pastikan kamu jangan sampai lengah dalam menjaga Nadira. Karna yang menjadi target utama mereka masih sama. Yaitu istrimu ]
Tangan Devano mengepal kuat saat membaca pesan itu, Kedua matanya seketika berubah menjadi merah.
[ Terimakasih atas informasinya ] Send
Setelah itu, Devano mencari nomor ponsel Reza. Mungkin memang ini adalah saat yang tepat untuk melakukan rencana yang sudah Devano buat bersama dengan Reza juga anak buah Wardana.
[ Jalankan rencana kita sekarang. Nanti aku akan meminta anak buahku untuk pura-pura menculik Risa. Pastikan sama Risa jika dia harus pura-pura menghubungi mamanya pada saat anak buahku membawanya ] Send
Di saat seperti itu, Membuat ingatan Devano kembali pada beberapa hari yang lalu. Hari dimana dia sedang melakukan pertemuan bersama dengan anak buahnya juga Reza dan Risa di sebuah tempat yang cukup tersembunyi. Bahkan tidak ada satu orangpun yang tau jika mereka sudah pernah melakukan pertemuan rahasia itu, Begitu juga Nadira.
Flashback beberapa hari yang lalu
*Setelah mengantar Nadira ke tempat orang tuanya, Devano melakukan pertemuan singkat dengan Andre. Dan setelah selesai bertemu dengan Andre, Ternyata Devano masih tidak langsung ke kantor ataupun ke tempat meeting seperti yang dia katakan pada Nadira. Pria itu melajukan mobilnya menuju ke sebuah gedung tua yang memang sama sekali jarang di datangi oleh siapapun. *
__ADS_1
*Di sana, Ternyata sudah ada beberapa anak buah Wardana yang menunggu kedatangan Devano. Bahkan bukan cuma mereka, Di sana juga ada Reza dan Risa yang ikut menunggu kedatangan Devano.
Melihat keberadaan Reza dan Risa di sana, Membuat Devano cepat memarkirkan mobilnya lalu segera turun dari sana. Devano berjalan cepat masuk kedalam gedung itu.
"Sorry, Gue telat" kata Devano sembari duduk di samping Reza.
*"Gak papa. Jadi bagaimana, Apa yang membuat lho meminta kita untuk berkumpul disini?" tanya Reza. Karna memang Devano belum mengatakan perihal rencana yang dia punya terhadap mereka. Devano hanya mengatakan jika dia membutuhkan bantuan Reza, Risa dan juga yang lain. *
"Oke. Untuk kali ini saya bukan hanya membutuhkan bantuan dari Reza. Tapi saya juga membutuhkan bantuan dari Risa dan juga kalian semua" kata Devano sambil melirik pada mereka
"Jadi, Saya memiliki sebuah rencana untuk mengelabuhi, Om Adam. Dan kali ini saya membutuhkan bantuan kamu, Risa" ujar Devano lagi.
Risa yang mendengar perkataan Devano menatapnya, Wanita itu cukup penasaran apa yang akan Devano lakukan.
"Bantuanku,?Memangnya apa yang harus aku lakukan, Kak?" tanya Risa sambil menatap Devano.
Devano tak langsung menjawab. Pria itu masih mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. Memang ini adalah satu-satunya cara agar Adam sejenak berhenti mengganggu ketenangan keluarganya. .
"Saya mau kalian pura-pura menculik Risa" ujar Devano pelan.
"Dengarkan dulu, Monyet. Gue belum selesai bicara"
Reza mengangguk. Reza membiarkan Devano kembali melanjutkan perkataannya. "Ini hanya sebatas pura-pura saja. Karna seperti yang sudah kalian ketahui, Om Adam selalu saja menggangu keluarga saya. Dan saya tidak mau jika pada acara resepsi nanti dia kembali membuat ulah. Jadi untuk itu, Saya mau kalian pura-pura menculik Risa, Bukan kah Risa adalah putri kesayangannya, Itu pasti akan bisa membuat om Adam berhenti untuk melakukan rencananya" terang Devano pada mereka.
"Apa kalian paham maksud saya. Kamu mau kan membantu kakak, Risa?" tanya Devano pada Risa.
Tanpa menunggu lama, Riss sudah menjawab jika dia mau melakukan apa yang baru saja Devano katakan. Karna Risa sudah tau bagaimana kelakuan papanya. "Aku Mau, Kak. Jika memang itu adalah hal yang bisa menghentikan kelakuan papa, aku mau membantu kak Dev. Semoga acara resepsinya berjalan dengan lancar ya kak" balas Nadira sambil tersenyum pada Devano.
"Terimakasih atas pengertiannya, Risa. Dan saya mau kalian melakukan rencana ini setelah saya berangkat ke Jogja. Kalian tunggu instruksi selanjutnya yang akan saya berikan" Lanjut Devano.
Mereka semua mengangguk paham. Dan tak berselang lama, Cincin yang Devano gunakan mengeluarkan cahaya merah. Dan itu menandakan jika Nadira sedang dalam bahaya. Melihat itu membuat Devano langsung pamit dari sana. Devano melacak keberadaan Nadira dari chip kecil yang memang sengaja Devano pasang di cincin pernikahan mereka beberapa hari yang lalu.
"Oppa, Ada apa?" Suara itu berhasil menyadarkan Devano yang sedang sibuk mengingat kejadian kemarin.
Devano memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya kembali, Pria itu menoleh pada Nadira yang sudah memasang raut wajah penasarannya.
__ADS_1
"Oppa, Ada apa?" tanya Nadira lagi. Karna raut wajah Devano yang terlihat berbeda.
"Tidak apa-apa, Sayang. Hanya saja tadi ada pesan dari Saras. Dia bilang katanya aku di minta untuk menandatangani file yang akan dia kirim lewat email" balas Devano yang memang sengaja berbohong. Karna untuk rencana kali ini, Memang tidak ada yang Diberitahu olehnya. Termasuk Nadira serta orang tua nya.
*
*
*
Di Tempat Lain
Setelah mendapat pesan dari Devano. Reza langsung ke luar dari dalam apartemennya, Sesuai dengan instruksi yang sudah Devano berikan. Reza membiarkan Risa seorang diri di dalam apartemen. Karna hari ini, Mereka akan melakukan rencana yang sudah Devano siapakan untuk mengelabuhi Adam.
Reza meminta Risa untuk menghubungi mamanya. Telat setelah sang mama menjawab panggilannya, Ada beberapa orang berbaju hitam serta menggunakan penutup wajah yang menutup mulut Risa dan membawa Risa keluar dari sana.
Sebelum melakukan aksi itu, Mereka sudah memastikan jika Risa melakukan panggilan Video dengan Melati.
📱:Halo, Mama. Selamat siang. Maafkan Risa yang tidak pernah memberikan kabar. Risa baik-baik saja, Kok. Risa saat ini sedang ada di Apartemen milik teman Risa.
Risa memang sengaja mengatakan hal itu terlebih dahulu. Setelah itu, Risa memberikan sebuah isyarat agar orang-orang suruhan Devano segera mendekat dan langsung menutup mulutnya tepat di depan kamera.
"Siapa kalian, Lepaskan aku! Tolong.... Mama tolong" Melihat Risa seperti itu tentu saja membuat Melati merasa sangat panik.
📱:Risa, Apa kamu baik-baik saja. Risa...Risa..
Tut
Tut
Tut
Sambungan telponnya terputus. Risa memang sudah sengaja mengakhiri panggilan itu agar membuat sang mama panik san mengatakan hal ini kepada Adam. Tepat seperti apa yang sudah Devano instruksikan padanya.
"Maafkan Risa, Ma. Maafkan Risa yang sudah membuat mama panik" kata Risa sambil menatap layar ponselnya.
__ADS_1