
"Tidak perlu berlebihan seperti itu, Oppa" balas Nadira dengan raut wajah yang sudah merona. Perkataan Devano membuatnya mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Siapa yang berlebihan, Sayang. Kamu memang terlihat sangat cantik, Bahkan lebih cantik dari pada apa yang aku bayangkan. Iya kan Tante?" ujar Devano sambil melirik pada Tante Mirna.
Apa yang baru saja Devano katakan memang benar adanya. Gaun yang saat ini sedang melekat di tubuh Nadira benar-benar membuatnya terlihat sangat cantik. Bahkan kata cantik saja tidak cukup untuk mengungkapkan. Hanya kata sempurna yang bisa menjabarkan bagaimana Nadira saat ini.
"Apa yang dikatakan oleh Devano itu benar, Dira. Gaun ini benar-benar pas dengan postur tubuhnya. Terlihat sangat cocok dengan wajahmu yang anggun" balas tante Mirna.
"Ini semua berkat gaun yang sudah tante desain. Terimakasih ya tante, Tante sudah menyiapkan gaun terbaik" Nadira menoleh pada tante Mirna. Pemilik butik sekaligus orang yang sudah mendesign gaun pernikahan yang akan di gunakan saat acara resepsi 3 hari lagi.
"Ini gaunnya tidak ada yang perlu di rubah kan? Sudah cocok dan sesuai dengan apa yang kalian inginkan kan?" tanya tante Mirna yang masih ingin memastikan pada Nadira dan juga Devano.
Devano menoleh pada Nadira, Begitu juga sebaliknya"Kalau aku sudah tante. Bagaimana dengan kamu, Sayang? Apa masih ada bagian yang mau di rombak?" tanya Devano pada Nadira.
"Tidak, Menurutku gaun ini juga sudah sangat pas" Lanjut Nadira seraya tersenyum.
Mendengar itu membuat tante Mirna tersenyum puas. Setidaknya dia tidak pernah gagal salam merancang gaun pernikahan yang di minta oleh para kliennya.
"Kalau begitu, Tante pamit dulu boleh kan? Soalnya masih ada waktu janji temu dengan klien" kata tante Mirna pada mereka berdua.
"Oh iya, Tante. Nanti urusan yang lain aku kabarin tante aja ya"
"Baiklah, Kalau ada apa-apa kalian bisa langsung hubungi tante. Kalau mau liat-liat silahkan ya, Anggap saja butik sendiri. Tante permisi dulu"
*
__ADS_1
*
*
Setelah kembali dari restoran. Sky memang langsung pulang, Karna kebetulan masalah kantor untuk hari ini sudah selesai dia kerjakan. Masuk ke dalam mansion nya dengan wajah yang terlihat nampak sedikit lesu.
Cristy yang melihat kedatangan suaminya langsung menghampirinya yang sedang duduk di ruang tengah. Karena tidak biasanya pria paruh baya itu pulang dengan wajah yang nampak sedang memikirkan sesuatu.
"Ada apa, Pa? Kenapa papa terlihat sedang memikirkan sesuatu?" tanya Cristy sambil duduk si samping Sky dan menepuk pundaknya. Hal itu membuat Sky menoleh ke arah istrinya sambil mengambil nafas dalam.
Sky tak langsung menjawab. Masih bingung harus menceritakan soal ini dari mana. "Pa, Ada apa? Kenapa papa tidak menjawab pertanyaan mama. Apa ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran papa?" ulang Cristy saat tak mendapat jawaban apapun dari suaminya.
"Ini soal Pamela, Ma"
Cristy mengerutkan kecil keningnya"Ada apa dengannya, Pa? Apa ada sesuatu hal yang terjadi padanya?" tanya nya yang terlihat penasaran.
"Pamela sudah sadar? Syukurlah. Lalu kalau Mela sudah sadar, Hal apa yang masih papa pikirkan? Bukan kah itu yang selama ini kita nantikan?"
"Memang, Ma. Tapi ada hal yang sangat mengganggu pikiran papa" balas Sky lagi
"Maksud papa?" Tentu Cristy semakin tidak paham dengan apa yang Sky katakan. "Nadira?" lanjut Sky lagi
"Sebentar deh, Pa. Mama tidak mengerti. Padi papa bilang soal Pamela, Sekarang Nadira. Maksudnya bagaimana, Pa?" Cristy terlihat sangat bingung menanggapi perkataan Sky.
"Devano" lanjut Sky. Astaga, Ada apa dengan pria ini? Kenapa pembicaraannya menjadi muter-muter begini.
__ADS_1
"Papa membuat mama bingung. Tadi di awal papa bilang Pamela, Lalu Nadira, Lalu sekarang Devano. Maksud papa sebenarnya bagaimana? Mama benar-benar tidak mengerti"
Mendengar perkataan Cristy, Sky menoleh ke arah wanita itu"Sepertinya akan sangat rumit. Pamela sudah sadar, Ma. Tapi satu-satunya orang yang dia ingat hanyalah Devano. Suaminya Dira" terang Sky pada Cristy.
"Hah! Devano wardana? Bagaimana bisa? Memangnya mereka saling mengenal? Lalu rumitnya dari mana, Pa?" tanya Cristy lagi
Sky masih terdiam, Cukup bingung mau menjelaskannya bagaimana. Setelah mendengar apa yang Keenan jelaskan, Membuat Sky bingung harus melakukan apa.
Jika om ingin ingatan Mela segera pulih, Lebih baik pertemukan Mela dengan Devano. Karna hanya dia satu-satunya orang yang Mela ingat. Dan hanya dia yang bisa membantu Mela memulihkan sebagian memorinya yang hilang akibat kecelakaan itu
Perkataan Keenan tiba-tiba saja terngiang. Beberapa saat yang lalu, Sebelum pergi ke restoran, Sky memang sempat datang ke tempat Keenan. Dan karna hal itu juga, Sky kembali lebih dulu dari Tokyo dua hari yang lalu. Setelah Keenan mengabarkan keadaan terbaru Pamela, Membuatnya melakukan penerbangan malam itu juga, Tapi tidak bersama dengan Cristy. Sky hanya kembali seorang diri dengan alasan ada pekerjaan penting yang tak bisa dia tunda.
"Pa. Kenapa papa malah bengong saja. Apa yang sebenarnya papa pikirkan?" tanya Cristy penasaran dengan apa yang saat ini Sky pikirkan. Terlebih lagi Sky mengucapkan nama Pamela, Nadira juga Devano. Apa yang sebenarnya terjadi.
"Pa!" panggil Cristy lagi
Sky menoleh pada Cristy. Masih bingung bagaimana menceritakan semuanya pada Cristy. Ini menyangkut hubungan Nadira dan juga Devano.
"Pa, Kenapa tadi papa bilang jika Mela hanya mengingat Devano wardana. Memangnya mereka saling mengenal?" Cristy masih cukup penasaran. Bagaimana bisa di sekian banyak orang yang Pamela kenal, Kenapa hanya Devano satu-satunya orang yang dia ingat.
"Karna mereka memiliki hubungan di masa lalu. Lebih tepatnya, Saat kecelakaan dua tahun yang lalu, Pamela baru saja kembali dari merayakan hari anniversary jadian mereka, Bahkan kata Keenan, Saat mendengar berita tentang kematian Pamela saat itu, Membuat Devano sempat menutup diri" terang Sky. "Dan untuk saat ini, Hanya Devano yang bisa membantu Pamela mengingat bagian memorinya yang hilang" lanjut Sky
"Apa!!" Setelah mendengar apa yang Sky katakan, Bukan hanya Sky yang mendadak terdiam, Cristy juga tiba-tiba saja bungkam. Wanita paruh baya itu seketika langsung teringat akan hubungan Nadira dan juga Devano.
Keduanya sama-sama terdiam. Membayangkan apa yang akan terjadi jika sampai Devano serta Pamela bertemu. Akan kah Devano kembali teringat akan hubungan mereka yang kala itu sedang terjalin. Bahkan saat kecelakaan yang mengabarkan Pamela meninggal di tempat, Membuat Devano sempat menutup dirinya. Hingga pertemuannya dengan Ratna kala itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini, Pa. Mama tidak mau hubungan Nadira dan Devano yang menjadi taruhannya" rasa takut itu tiba-tiba saja terbesit dalam benak Cristy
"Jangan sampai Devano dan Pamela kembali bertemu, Mama takut terjadi sesuatu terhadap Hubungan Nadira dan juga Devano, Pa. Mungkin untuk saat ini, Lebih baik kita bawa Pamela jauh dari indonesia. Siapa tau saja dengan begitu Pamela perlahan bisa mengingat semuanya tanpa bantuan dari Devano." lanjut Cristy lagi