
"Sayang, Kita jalan kaki saja ya, Biar kamu bisa langsung milih kuliner khas jogja yang kamu mau" kata Devano sambil menoleh pada Nadira yang sejak tadi sudah mengangkat kedua sudut bibirnya.
Mendengar itu membuat Nadira mengangguk cepat. Bukan kah dengan begitu mereka bisa menikmati bagaimana rasanya ngedate seperti sepasang kekasih.
"Boleh, Oppa. Sepertinya jalan kaki akan sangat menyenangkan. Aku sudah tidak sabar ingin mencoba beberapa makanan khas jogja. Tapi yang paling aku inginkan sepertinya gudeg" balas Nadira yang terlihat sangat antusias. Membuat Devano juga ikut mengangkat kedua sudut bibirnya saat melihat raut wajah Nadira. .
Sebenarnya tujuan Devano membawa Nadira ke Malioboro memang itu, Devano pengen mereka merasakan hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Devano ingin mencoba melakukan hal yang di lakukan sepasang kekasih yang sedang kencan.
"Boleh, Sayang. Nanti kamu bisa makan apapun yang kamu mau, Sepuasnya" balas Devano sambil tersenyum.
Pria itu memarkirkan mobilnya setelah menemukan tempat parkir yang pas. Devano menoleh pada Nadira yang sudah terlihat sangat heboh melihat keramaian tempat ini. Wajar saja, Di jam segini, Tempat ini memang akan sangat ramai dengan pengunjung, Salah satunya pasangan yang sedang melakukan kencan. Selain tempatnya yang begitu indah, Makanan yang ada di tempat ini juga murah dan rasanya enak.
"Ayo turun, Sayang" kata Devano sembari membantu Nadira melepaskan safety belt nya. "Terimakasih, Oppa" gumam Nadira sambil tersenyum pada Devano.
Kemudian, Devano turun serta langsung membantu membukakan pintu mobil untuk Nadira"Silahkan, Tuan putri" pekik Devano sembari membuka pintu mobil buat wanita yang saat ini sudah menjadi separuh dari dunianya.
"Terimakasih, Pangeran" balasnya
Mereka berdua sama-sama tersenyum. Sangat terlihat jelas jika mereka berdua sangat bahagia malam ini"Sayang, Itu penjual gudeg yang paling enak di sini. Kamu tidak masalah kan kalau aku ajak makan di pinggir jalan. Lesehan lagi" Devano menoleh pada Nadira yang masih menunjukkan wajah antusiasnya.
"Benarkah, Kalau begitu kita kesana sekarang, Oppa. Aku sudah tidak sabar pengen cobain gudeg yang benar-bener khas kota ini. Aku tidak masalah mau makan di mana saja, Selagi tempatnya bersih dan makanannya juga enak. I am Fine, Oppa. Apalagi makannya sama suami tercinta" balas Nadira sambil menoleh pada Devano.
Perkataan Nadira sukses membuat Devano tersenyum. Pria itu menatap wajah Nadira dan terus menggandeng tangannya"Terimakasih, Sayang. Ternyata kamu benar-benar wanita terbaik pilihan mama" balas Devano lembut. ..
"Tidak perlu berterimakasih, Oppa. Karna memang itu kenyataannya, Aku tidak pernah mempermasalahkan tempat makan, Mau di restoran, Mau di pinggir jalan, Selagi tempatnya bersih dan makanannya enak, Kenapa tidak"
Setelah sampai di tempat penjual gudeg, Devano langsung meminta Nadira untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan di sana. Tempatnya lesehan namun terlihat bersih. Bukan hanya itu, Tempatnya juga terlihat nyaman.
"Sayang, Kamu duduk duluan ya, Biar aku yang pesan" kata Devano pada Nadira. Wanita itu hanya mengangguk patuh.
Sedangkan Devano, Pria itu langsung pergi ke tempat penjual lalu memesan 2 porsi gudeg beserta 2 susu jahe. Dengan cuaca yang cukup dingin, Memang paling pas minum susu jahe.
"Bu, Saya pesan 2 porsi gudeg lengkap, Sama susu jahenya 2 ya" kata Devano pada penjualnya.
"Siap, Den. Mohon tunggu sebentar ya" balas si penjual. Selain rasa gudeg nya yang memang enak, Penjualnya juga sangat ramah. Hal itu juga yang membuat gudeg miliknya selalu ramai dengan pembeli. Beruntung, Devano dan Nadira datang lebih awal. Sehingga membuat mereka tidak begitu lama menunggu.
Setelah memesan 2 porsi gudeg beserta 2 gelas susu jahe, Devano berjalan pelan menuju tempat Nadira. "Minumnya aku pesanin susu jahe ya, Sayang. Karna memang minuman itu yang paling cocok dengan cuaca seperti saat ini" kata Devano setelah duduk di depan Nadira.
"Iya, Oppa" balas Nadira pelan
__ADS_1
Wanita itu mengeluarkan ponselnya, Membuka kamera lalu mengambil gambar apa yang ada di hadapannya. Bukan hanya itu, Nadira juga meminta Devano untuk menoleh ke arah kamera."Oppa liat sini" ujar Nadira sambil tersenyum ke arah kamera yang ada di depannya.
"Cissss.." ujar Nadira sambil menampakkan deretan gigi putihnya.
Setelah itu, Nadira melihat hasil dari potretannya."Wah, Hasilnya bagus, Oppa. Aku posting di sosial media milikku ya" kata Nadira sambil terus mengangkat kedua sudut bibirnya.
Nadira langsung membuka aplikasi IG. Wanita itu memposting gambar yang baru saja dia ambil dengan hastag "With partner menyebalkan:)"
"Posting" ujar Nadira serta langsung menekan tombol kirim.
Di saat Nadira dan juga Devano masih menantikan gudeg serta susu jahe yang sudah mereka pesan, Tiba-tiba saja ada beberapa remaja yang mengamen di depan mereka.
🎶🎶🎶🎶
Inilah kisah cinta
Yang aku sesali
Kini kau tinggalkan diriku
Ku tahu ini semua kesalahanku
Maafkanlah sayangku
Dengarkan janjiku
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
O ooo
__ADS_1
Ku mohon kembalilah dalam pelukanku
Lihatlah diriku tanpamu
Maafkanlah sayangku
Dengarkan janjiku
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
Hati ini Tak Akan Mungkin
Tanpa cintamu yang begitu tulus
mencintaiku
Nadira dan juga Devano sangat menikmati lagu itu, Salah satu lagu yang memang begitu Nadira sukai. Tepat setelah mereka selesai menyanyikannya, Nadira langsung memberikan tepuk tangan buat apresiasi kepada merek. Bersamaan dengan itu, Devano juga memberikan uang kepada mereka.
"Terimakasih, Bang. Maaf kami sudah mengganggu acara kencan bersama dengan pacarnya" ujar salah satu dari mereka sambil menoleh pada Nadira dan juga Devano.
Mendengar itu membuat Devano tersenyum"Dia bukan pacar saya, Tapi istri saya" balas Devano sambil mengusap kepala Nadira.
"Oh istri ya bang, Maaf ya saya tidak tau. Saya doakan semoga hubungan kalian langgeng sampek kakek nenek ya. Dan semoga segera di berikan momongan. Kami permisi, Sekali lagi terimakasih ya bang" ucap mereka lagi.
"Aminnnn" balas Nadira dan juga Devano secara bersamaan.
Setelah kepergian para remaja itu, Nadira menatap Devano"Oppa, Suara mereka bagus juga ya. Terimakasih karna oppa sudah mau mengajakku ke tempat ini, Tempat ini benar-benar menyenangkan. Sering-seringlah membawaku ke tempat ini, Oppa" gumam Nadira sambil tersenyum.
"Tentu, Sayang. Jika kamu menyukai tempat ini, Kita boleh pindah tempat tinggal ke kota ini, Biar kamu bisa pergi ke tempat ini kapanpun yang kamu mau" balas Devano sambil tersenyum
__ADS_1