Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Suami mesum


__ADS_3

"Sudahlah, Pa. Lebih baik papa lupakan semua dendam itu. Jangan sampai hal itu membuat papa akan kehilangan satu-persatu prang terpenting dalam hidup papa" ujar Melati pada Adam


Mendengar itu membuat Adam menoleh pada Melati"Sampai kapan pun. Papa tidak akan pernah melupakan dendam itu, Ma. Sebelum papa bisa melihat kehancuran keluarga Wardana" balas Adam yang terlihat sangat marah.


Pasalnya, Kejadian malam ini benar-benar di luar nalar. Apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang Adam inginkan.


"Terserah Papa saja mau bagaimana. Mama hanya bisa mengingatkan, Jangan sampai semua obsesi yang papa miliki menghancurkan kita sendiri" kata Melati lagi. Melati memalingkan wajahnya menoleh pada jendela. Sedangkan Adam, Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Kali ini Adam akan melakukan rencana planning B.


Tak butuh waktu lama, Orang di ujung telpon langsung menjawab panggilannya.


📱:Halo, Tuan. Ada apa?


📱:Saya mau kamu melakukan planning B. Jangan sampai rencana ini gagal. Atau kamu saya bunuh


Setelah mengatakan hal itu, Adam langsung memutuskan sambungan telponnya. Kemudian menyalakan mobilnya dan melajukan mobil itu, Keluar dari halam gedung tempat Party Wardana Grup.


"Kita lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini, Devano" ujarnya sambil terus melajukan mobilnya.


Melati hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar apa yang baru saja terlontar dari mulut suaminya. "Jangan sampai hal itu membuatmu menyesal di kemudian hari, Pa. Mama hanya bisa menyaksikan apa yang akan papa lakukan" batin Melati sambil menoleh pada Adam.


Adam mengangkat kedua sudut bibirnya. Membayangkan apa yang akan di lakukan oleh orang-orang suruhannya.


Di Gedung party


Setelah Risa dan Reza pergi ke kamar mandi, Devano dan Nadira kembali pada tempat duduk mereka. Tiba-tiba saja ada seseorang yang mengedipkan sebelah matanya pada salah satu temannya.


Mendapat kedipan itu membuat orang itu mengangguk paham. Pria itu langsung mengekor di belakang Nadira dan juga Devano.


Dengan sengaja, Orang itu menyenggol tubuh Nadira dan membuat Nadira kehilangan keseimbangan. Hingga tubuh wanita itu oleng dan terjatuh. Dengan posisi Jatuh bersama dengan pria itu.


Pria itu sengaja semakin mendekat pada Nadira karna ingin memancing emosi Devano. Dan apa yang di rencanakan sesuai dengan apa yang di harapkan. Emosi Devano benar-benar terpancing.

__ADS_1


"Tolong menjauh. Jangan kurang ajar!" ucap Devano pada pria itu. Devano menarik tangan Nadira dan membantu Nadira untuk bangun.


"Kamu gak papa kan?" gumamnya.


"Santai, Pak. Sepertinya asisten anda cukup cantik. Bagaimana kalau dia jadi istri saya yang ke 3. Saya akan memberikan proyek besar jika pak Devano bersedia memberikannya" kata pria itu lagi.


Hal itu tentu saja membuat Devano menatapnya tajam"Jaga bicara anda. Dia bukan barang yang bisa saya tukar hanya dengan sebuah proyek" balas Devano dengan tatapan tajamnya.


"Kenapa? Bukan kah ini akan sangat menguntungkan perusahaan anda, Tuan Devano" kata pria itu lagi.


Devano semakin mengepalkan kedua tangannya saat tangan pria itu akan menggenggam tangan Nadira.


"Jaga sikap anda. Kurang ajar"


Buggggg


Bugggg


Buggggg


Kejadian saat ini, Tentu saja sudah menjadi tontonan bagi semua tamu yang datang. Mata Devano seketika berubah merah. Pria itu menarik kerah baju laki-laki yang sudah berhasil membuatnya emosi.


"Anda dengar baik-baik. Jangan pernah ada niatan untuk menukar Nadira dengan proyek apapun, Karna dia Istri saya. Kalau sampai saya mendengar mulut sampah itu mengatakan hal yang tadi saya dengar, Saya tidak akan segan-segan untuk memberikan anda pelajaran yang jauh lebih dari pada ini!" ucap Devano dengan penuh penekanan.


Pria tadi hanya tersenyum. Setidaknya planning B yang sudah di rencanakan berjalan sesuai dengan apa yang Adam harapkan.


Beberapa reporter dan juga Wartawan yang melihat kejadian itu tentu saja langsung memanfaatkan kejadian ini untuk kepentingan mereka.


"Pak, Devano. Bisa tolong jelaskan, Kapan anda menikah dengan wanita ini? Bukan kah baru kemarin-kemarin anda membatalkan pertunangannya dengan Ratna? Apa jangan-jangan wanita ini salah satu penyebab aslinya?" tanya salah satu wartawan pada Devano.


Devano tak menggubris setiap pertanyaan yang dia dengar dari orang-orang itu. Devano hanya menarik tangan Nadira dan membawanya keluar dari dalam gedung itu. Apalagi kondisinya sudah tidak kondusif. Membuat Devano enggan untuk melanjutkan acaranya kembali.

__ADS_1


Nadira hanya diam, Wanita itu mengikut saat Devano menarik tangannya. Di sini Nadira bisa merasakan kasih sayang Devano yang benar-benar tulus untuknya.


"Apa-apaan orang itu. Enak saja mau menukar istriku dengan proyek. Memangnya dia pikir saya segila itu akan proyek" ujar Devano setelah mereka tiba di dalam mobil


Nadira bisa melihat, Raut marah dari wajah suaminya. Melihat itu membuat Nadira mengulum bibirnya. Dia baru tau jika sosok yang sudah menjadi suaminya gampang di pancing emosinya oleh orang lain.


Nafas Devano naik turun. Matanya terlihat sangat merah, Serta kedua tangannya mencengkram kuat pada stir mobilnya. Seakan melampiaskan kemarahannya yang memang belum tuntas Devano selesaikan tadi saat di dalam.


"Awas saja kalau sampai orang itu berani mengatakan hal seperti tadi lagi, Akan saya kasih dia pelajaran yang jauh dari perkiraannya" kata Devano lagi


Nadira mengambil nafas lalu menatap Devano dan menangkup kedua pipi pria itu, Membuat Devano menghentikan laju mobilnya.


"Oppa, Kenapa kamu harus emosi seperti itu? Apa kamu sadar dengan apa yang sudah kamu lakukan tadi" kata Nadira yang terdengar sangat lembut menerpa indra pendengaran Devano. Membuat Devano yang tidak paham mengerutkan keningnya. Bukan kah tadi Devano melakukan semua itu demi Nadira. Lalu kenapa Nadira masih menanyakan alasannya?


"Kenapa kamu masih bertanya, Sayang? Tentu saja aku tidak terima saat ada orang yang ingin menukar kamu dengan sebuah proyek. Memangnya dia pikir kamu barang yang bisa dengan mudah di tukar dengan uang" balas Devano pada Nadira.


Mendengar itu membuat Nadira mengulum bibirnya. Ternyata memang segampang itu memancing emosi Devano do depan banyak orang.


"Kenapa kamu malah mengulum bibir. Memangnya ada yang lucu?" ujarnya sambil menatap Nadira yang masih mengulum bibirnya


"Lucu aja liat oppa yang begitu gampang emosi. Begini ya, Oppa. Dalam dunia bisnis, Tak semua orang menyukai ketika kita ada di atas. Bahkan saudara kita sendiri juga ada. Dan ada begitu banyak cara untuk bisa menjatuhkan reputasi perusahaan atau bahkan reputasi kita sendiri. Sampai di sini kamu paham kan apa maksudku?"


"Tidak" balas Devano


"Begini. Bisa saja tadi mereka melakukan itu memang sengaja untuk memancing emosi kamu, Dan Benar saja, Kamu dengan gampangnya terpancing. Apa kamu liat bagaimana para Reporter dan juga Wartawan yang begitu antusias mengambil kejadian tadi?"


Mendengar itu membuat Devano membulatkan kedua matanya. Kenapa Devano tidak sampai kepikiran akan hal itu"Astaga, Kenapa bisa aku lupa akan hal itu, Sayang"


"Kita tinggal lihat, Berita apa yang akan segera menjadi trending topik" balas Nadira pada Devano


"Ahhh, Kenapa aku bodoh sekali. Aku seperti ini karna terlalu mencintaimu, Sayang. Aku tidak terima saat mendengar kamu mau dia tukar dengan proyek" kata Devano

__ADS_1


"Baru sadar, Bukan kah memang sejak dulu oppa cukup-" Perkataan Nadira terpotong saat Devano cepat menimpalinya"Cukup apa? Hmmm. Ingat ya sayang, Apa yang aku lakukan tadi tidak gratis. Kamu harus membayarnya nanti jika kita sudah sampai di apartemen" balas Devano sambil mengedipkan sebelah matanya


"Kumat mesumnya. Dasar suami mesum"


__ADS_2