Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Mencari pelaku


__ADS_3

Nadira menatap pada anak buah sang papa dengan tatapan marahnya"Nadira mau papa memberikan pelajaran pada mereka si brengsek" ujarnya dan menoleh pada Sky yang terlihat sedikit bingung. Mereka? Siapa? Pikir Sky yang tentunya masih tidak terlalu paham dengan siapa mereka yang disuruh di berikan pelajaran oleh Nadira pada sang papa.


"Mereka? Mereka siapa, Sayang?" tanya Sky yang terdengar sangat lembut. Bahkan hal itu membuat para anak buahnya saling lirik. Pasalnya baru beberapa detik yang lalu mereka mendengar suara berat serta dingin yang terlontar dari mulut seorang Sky, Dan baru saja pria itu melontarkan kalimat dengan nada yang terdengar begitu lembut.


Mereka menatap tak percaya pada seorang Sky Dirgantara. Sosok yang mereka kenal memiliki darah dingin serta sikap yang begitu kejam, Bahkan satu julukan yang selalu mereka berikan untuknya, Si raja tega, Bisa begitu lembut terhadap gadis yang hampir saja mereka lecehkan.


"Tanya saja pada mereka para bedebah" balas Nadira sambil menatap mereka kembali. Mendengar itu seketika membuat mereka menundukkan wajahnya lagi.


Mendengar perkataan Nadira membuat Sky menatap tajam pada anak buahnya. "Cepat katakan, Apa yang sebelumnya terjadi di sini?" tanya Sky dengan suara berat dan dinginnya seperti biasa. Namun tidak ada satupun dari mereka yang menjawab. Jangankan menjawab pertanyaan yang baru saja terlontar dari Sky, Mengangkat wajahnya saja mereka sudah tidak memiliki keberanian.


"Cepat katakan. Apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya di sini?" ulang Sky lagi"Kalau kalian tidak ada yang mau menjawab, Saya patahkan leher kalian satu-persatu" lanjutnya.


Glekk


Kalimat itu langsung berhasil membuat mereka semua mengangkat wajahnya, Menatap pada Sky serta melirik pada Nadira dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan. Pasalnya selama ini Sky selalu melakukan apapun yang dia katakan.


"Masih tidak mau menjawab. Baiklah, Itu artinya kalian sudah tidak Sa-" perkataannya terpotong karna salah satu dari mereka langsung menjawab.


"Tadi kami hampir saja melakukan hal yang tidak-tidak pada Nona, Tuan. Tapi sungguh, Kami tidak tau jika nona ini adalah putri tuan"


"Apa!! Kurang ajar! Berani sekali kalian" Sky melangkah maju, Saat mendengar penuturan dari salah satu anak buahnya yang bernama Riki, Membuat darah Sky terasa seperti mendidih. Berani sekali mereka mau melakukan hal itu pada putri kesayangannya.


Buggg


Buggg


Bugggg

__ADS_1


Bugggg


Sky langsung melayangkan pukulan pada mereka. Tidak ada satupun yang terlewat. Tangan kekarnya tidak pernah gagal membuat siapapun merasakan sakit.


"Ampun, Tuan. Kami benar-benar minta maaf. Kami benar-benar tidak tau jika nona ini adalah putri tuan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya tuan" ujar salah satu dari mereka.


Sky menghentikan aksinya, Karna mau bagaimanapun, Untuk saat ini Sky masih membutuhkan mereka semua. "Saya akan memaafkan kalian tapi dengan satu syarat" gumamnya sambil menatap pada mereka.


"Syarat? Syarat apa yang mau tuan ajukan pada kami, Kami akan melakukannya asal tuan mau memaafkan apa yang sudah terjadi" timpal mereka.


Sky masih terdiam untuk beberapa saat, Masih menoleh pada Nadira yang sudah terlihat tenang dalam dekapan Devano.


"Saya mau kalian temukan siapa dalang dari semua ini. Saya berikan waktu kalian untuk mencari pelakunya sampai besok lusa. Siapapun pelakunya, Kalian bawa ke tempat ini, Dan pastikan, dia mendapat ganjaran yang setimpal karna sudah berani menjebak anak saya!" kata Sky dengan penuh penekanan.


"B-baik, Tuan. Kami akan berusaha menemukan siapa pelakunyassecepat mungkin" balas salah satu dari mereka.


Glekkk


Kalimat terakhir yang terlontar dari Sky membuat mereka meneguk susah ludahnya. Apalagi saat melihat raut wajah Sky yang begitu nampak menakutkan.


"S-sejak kapan kami harus melakukan pencarian, Tuan?" tanya mereka lagi


"Sekarang" balas Sky yang masih dengan suara berat serta dinginnya.


"B-baik, Tuan" balas Mereka dan langsung berlari keluar dari sana. Raut wajah Sky memang benar-benar terlihat sangat menakutkan.


Setelah kepergian orang-orang itu, Sky membalikkan tubuhnya lalu menatap pada Devano dan juga Nadira. Pria paruh baya itu mendekat pada mereka.

__ADS_1


"Nadira, Apa papa boleh melihat pesan yang dari Bella?" tanya Sky setelah sampai di depan Nadira


"Iya, Sayang. Aku juga penasaran seperti apa pesan dari Bella yang meminta pertolongan kamu dan membuat mu harus sampai ke tempat ini" timpal Devano yang memang merasa ikut penasaran.


Akhirnya Nadira mengeluarkan ponselnya. Membuka pesan dari seseorang yang menggunakan nomor ponsel Bella.


BELLA


[ Nadira, Aku butuh bantuan kamu. Aku mohon tolong aku, Nadira. Saat ini aku sedang dalam masalah besar, hanya kamu satu-satunya orang yang bisa aku harapkan. Aku tunggu kamu di alamat ini ]


"Kurang ajar! Siapa yang sudah berani-beraninya menjebak anakku. Siapapun dia, Papa akan menemukannya untuk mu, Sayang. Sekarang papa minta kalian pulang dulu. Ingat, Acara resepsi pernikahan kalian sudah dia hari lagi" kata Sky yang terdengar sangat lembut.


"Iya, Pa. Nadira akan pulang sekarang" balas Nadira sambil menoleh pada Sky.


"Jagain istri kamu, Dev. Jangan sampai hal yang seperti tadi terulang kembali" kata Sky sambil menepuk pudak Devano.


"Iya, Pa. Devano janji akan menjaga Nadira dengan lebih baik lagi, Maafkan Devano atas kejadian hari ini" balas Devano pelan sambil menatap pada Sky.


"Bawa Nadira pulang. Pastikan kejadian hari ini tidak terulang kembali. Dan satu lagi, Kalian hari ini langsung siap-siap. Karna tadi orang tua kamu bilang jika besok pagi kita akan berangkat ke Jogja" kata Sky lagi sambil menoleh pada mereka berdua.


"Iya, Pa. Devano janji dan akan memastikan kejadian hari ini tidak terulang kembali" balas Devano serta langsung membawa Nadira keluar dari sana.


Sky menatap kepergian mereka berdua. Tangannya mengepal kuat saat mengingat akan pesan yang Nadira dapatkan.


"Siapa yang sudah berani bermain-main dengan putriku. Awas saja jika sampai aku tau siapa orangnya, Akan aku pastikan. Dia membayar mahal akan hal ini" kata Sky sembari mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya.


Sky keluar dari dalam rumah itu, Mengemudikan mobilnya keluar dari sana. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana caranya membuat Pamela menyetujui permintaannya untuk pergi berobat ke luar negri. Pasalnya Pamela sama sekali tidak menjawab saat Sky mengatakan jika malam ini dia harus berangkat ke Paris bersama dengan Keenan untuk melakukan pengobatan lebih lanjut.

__ADS_1


"Bagaimana caranya agar Mela mau pergi ke luar negri" gumamnya sambil terus melajukan mobil itu keluar dari sana.


__ADS_2